
Aaaarrrgggg.......
Tidaaaakkk..... tiiidaaakkk..... hiks... hiks... hiks....
Praaanngggg.... praaangggg...
" Dasar... manusia jahat.... hiks.... hiks.... nggak mau... nggak... mau.... "
" Hiks... hiks... hiks..... kamu harus keluar.. dari perut saya.. keluar..aaarghhg!!!.
Senja sungguh histeris saat dia mengetahui dirinya hamil, bersama dengan pria yang menculiknya. Dirinya pun bertambah depresi, dan terus memukul perut nya dengan tangan.
" Pergi kamu dari perut Saya.. pergi.. !! " Teriak Senja sambil memukuli perut nya.
Putra langsung memeluk nya dari belakang dan memegang kedua tangan Senja.
" Lepaskan... lepaskan...!! " Teriak Senja.
" Abang nggak akan lepaskan kamu, jangan kamu pukuli perut kamu, di dalam sana ada calon bayi yang nggak bersalah." Ucap Putra dengan mata yang sudah memerah.
" Hahaha hahahaha..... hahaha hahahaha.... calon bayi dengan ayah yang tidak mempunyai sifat kemanusian hahaha hahahaha.... " Ucap Senja .
" Hiks... hiks... hiks.... tolong Saya Bang, tinggalin istri kamu ini tolong.... Abang nggak pantas mendampingi Senja..hiks.. hiks.. " Ucap Senja kembali sambil terisak.
" Nggak, Abang nggak akan tinggalin kamu. Abang akan melindungi kamu." Ucap Putra.
" Sekarang bilang sama Abang siapa ayah dari anak kamu? " Tanya Putra dengan menahan sakit di dada nya.
" Hiks... hiks... Saya nggak mau sebutin bapaknya, terlalu sakit hiks... hiks.. " Jawab Senja.
" Sekali lagi Abang tanya, siapa Bapaknya?" Tanya Putra sambil berbisik pelan di telingan Senja.
Senja pun memejamkan mata nya, air mata nya rumah, sesak dada nya menahan sakit. Tangan Senja bergetar, dan memegang kuat tangan yang mendekap tubuh nya.
" Hiks... hiks.. Ayah.. hiks.. hiks... Ayah nya.. adalah Mike hiks... hiks... " Ucap Senja dengan gemetar.
Putra melepaskan pelukan nya, tubuh nya terasa sangat lemah, hingga air mata nya pun jatuh dari kedua sudut kelopak mata nya.
" Kurang ajar kamu, tega sekali untuk mendapatkan Senja dengan cara seperti ini." Ucap Putra dengan mengepalkan kedua tangan nya.
**********
__ADS_1
Putra duduk di sudut diskotik sambil menghisap rokok nya yang sudah habis beberapa bungkus, bahkan minuman dengan aroma menyengat pun dia sudah habis kan 1 botol.
" Put pulang yuk, kamu bisa mabuk berat." Ucap Arya.
" Kamu pulang saja, biarin saya disini sampai pagi." Ucap Putra sambil menuangkan kembali minuman nya di gelas.
" Kamu nggak kasihan sama Senja, dia sangat butuh pelukan kamu."
Mendengar nama Senja, Putra meminum kembali satu gelas dan menghisap rokoknya dan membuang asapnya kesembarang arah.
***
Dengan berjalan sempoyongan, Putra memasuki kamarnya, di lihat nya Senja tertidur dengan mata yang sangat sembab, dan sejenak Putra melihat jari Senja penuh luka karena sebuah hantaman benda keras,
" Kamu memukul tangan kamu pada sebuah cermin, hiks.. hiks... Abang nggak sanggup lihat kamu seperti ini hiks.. hiks... "
Dengan langkah yang tidak seimbang , Putra mengambil kotak P3k lalu mengoleskan obat pada jari tangan yang terluka.
" Abang nggak akan biarkan anak kamu bertemu ayah nya, biar Abang yang akan jadi Ayah nya, kamu sudah cukup terluka jangan sampai ini terjadi pada anak yang kamu kandung." Ucap Putra sambil mengusap obat di luka milik Senja.
*****
" Ayah, Bunda saya akan menikahi Senja secara resmi, karena anak yang di kandung Senja harus sah secara hukum. Biar Putra yang menjadi Ayah nya, dari pada lelaki yang nggak manusiawi." Ucap Putra.
" Saya akan katakan itu Ayah, dan Saya akan membuat dia mendekam di penjara." Jawab Putra.
*******
Perut Senja terasa mual dan pusing, di lihat nya wajah yang pucat dan tak bertenaga. Dengan mata yang sembab tanpa henti menangis, meratapi hidup nya yang seperti ini.
" Sayang..!! " Sapa Putra mendekati Senja yang sedang berbaring membelakanginya.
" Iya Bang." Ucap nya lalu membalikkan Badannya.
" Abang mau bicara."
" Bicara Apa Bang?"
" Kita kan nikah baru secara agama, pernikahan kita naikan di atas hukum Negara, agar anak kamu di akui secara hukum. Abang yang akan menjadi ayah dari anak kamu." Ucap Putra sambil memegang tangan Senja.
" Nggak Bang, Abang terlalu baik buat Senja. Carilah wanita lain, agar bisa memberi anak dari hasil hubungan Abang dan wanita lain yang nanti jadi istri Abang." Ucap Senja.
__ADS_1
" Abang nggak akan menikah dengan wanita lain, istri Abang hanya Mentari Senja Timur tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi kamu." Ucap Putra.
" Maaf Bang... maaf, Senja tidak bisa."
Senja melepaskan genggaman tangan nya dan memunggungi Putra, tanpa Putra sadari Senja meneteskan air mata nya.
" Biarkan Saya lepas dari Abang, talak saya Bang. Senja sekarang orang yang nggak waras, apalagi Senja sudah kotor, Abang nggak pantas jadi ayah anak ini."
*******
" Apa..!!! " Ucap Arya kaget saat Putra mengatakan seseorang yang melecehkan Senja hingga hamil adalah seorang pengusaha terkenal dari wilayah Timur.
" Dia itu memang pengusaha sukses, tapi tidak mempunyai hati nurani."'Ucap Arya semakin geram.
" Saya akan tuntut dia, sampai ada bukti yang kuat." Ucap Putra.
" Apakah kamu mencurigai Tania juga tahu masalah ini? "
" Saya akan buat perhitungan bila dia terlibat, walau dia adalah istri sahabat saya." Ucap Putra sambil mengepalkan kedua tangan nya.
**
Saat sedang acara arisan Ibu - ibu persit terlihat Tania sedang memamerkan perhiasan nya pada istri anggota lain nya.
Putra datang langsung menarik Tania, hingga membuat sedikit kegaduhan diantara istri anggota lain nya.
" Sakit tahu Bang!! " Ucap Tania meringis kesakitan.
" Apa yang kamu tahu tentang kejadian Mike menculik Senja, pasti kamu terlibat bukan. Katakan...!! " Bentak Putra.
" Ng.. - nggak tahu Bang sumpah." Ucap Tania gugup.
" Kalau nggak tahu kenapa kamu gugup hah...!!
Buugghhh....
Buuugghhh....
Aswin tiba - tiba memukul Putra yang sedang mencengkram lengan istri nya.
" Saya sudah bilang jangan pernah tuduh Tania, dia tidak terlibat." Teriak Aswin sembari menarik krah seragam loreng Putra.
__ADS_1
Putra pun mengusap bibir nya yang berdarah akibat pukulan Aswin.
" Saya nggak bakalan percaya dengan wanita satu ini yang sudah pernah menyakiti istri saya."