
" Dokter pasien sudah sadar." Ucap perawat yang tengah mengecek kondisi Putra.
Dokter Hilman yang bertanggung jawab pada kondisi Putra langsung mengecek kondisi Putra.
" Pindah kan ke ruang rawat, kondisi nya sudah mulai membaik." Ucap Dokter Hilman.
" Tolong kasih tahu Dokter Dahlia bahwa suaminya telah sadar."
" Baik Dok."
****
Putra pun telah di pindah kan ke ruang rawat, dimana semua alat yang di pasang sudah terlepas.
Dimana Dahlia yang telah mendapatkan kabar bahwa suaminya telah sadar, langsung berlari menuju ke arah ruang inap.
" Sayang...!!! " Dahlia langsung menghampiri Putra dan mencium punggung tangan Putra namun saat sedang akan mencium punggung tangan suaminya malah Putra menarik tangan nya.
" Kamu sedang apa mau mencium tangan saya? " Tanya Putra.
" Abang kan suami nya Dahlia, istrimu kangen Bang."
" Istri...!! " Putra menatap wajah Dahlia hingga membuat Dahlia sangat bingung.
Dahlia mencoba mengecek kedua mata Putra dan memeriksa kondisi suaminya kembali.
" Dok, dimana Senja? "
Deg
Dahlia menoleh ke arah Putra saat suaminya mencari Senja.
" Senja? " Ucap Dahlia.
__ADS_1
" Iya Senja mana Dok, akh lupa saya saking berharap bertemu dengan nya saya mencari nya. Kecelakaan ini membuat saya sedikit lupa."
" Abang ingat saya? " Tanya Dahlia mencoba sedikit mengetes suaminya.
" Anda Dokter kan, Dokter Dahlia itu namanya." Tunjuk Putra.
Lalu Dokter Hilman datang dan mengecek kondisi Putra.
" Apakah sebagian memorinya hilang? " Tanya Dahlia.
" Pak Putra ingat saat terakhir kalinya apa yang terjadi." Ucap Dokter Hilman.
" Saya tidak ingat, yang Saya ingat mencari kekasih Saya yang terpisah selama 20 tahun. Saya ingin mencari Senja, namun saat tiba disini Saya tidak ingat lagi tahu - tahu sudah ada di rumah sakit." Ucap Putra.
Lalu Dokter Hilman menarik tangan Dahlia menjauh dari Putra yang dengan mimik wajah yang merasakan sangat bingung.
" Dahlia,sepertinya suami kamu kehilangan separuh memorinya dan hanya mengingat masa lalu nya saja."
" Hilang ingatan suami saya tak ingat siapa saya, bahkan mencari istri nya saja tidak, hanya yang dia ingat cinta pertama nya."
" Sabar, jangan paksa karena dia kehilangan separuh ingatan nya kamu seorang Dokter pasti paham."
******
Putra hanya memandang Avan yang tengah berdiri bersama Senja, begitu pun Andra yang menatap Putra.
" Abang benar nggak ingat Avan sama Dahlia?" Ucap Andra.
" Dia itu Dokter dan dia anak siapa?" Ucap Putra kembali bertanya.
Seketika raut wajah Avan berubah saat Ayah nya tidak mengenalinya, dan langsung memeluk tubuh Dahlia.
" Abang benar - benar nggak ingat siapa kami? " Tanya Dahlia.
__ADS_1
Putra hanya menggelengkan kepala nya saja, sambil menatap ke arah Avan yang memeluk tubuh Dahlia.
" Avan ini anak kamu Bang sama mba Senja, dan Saya ini istri Abang. Mba Senja sudah lama meninggal setelah melahirkan Avan." Ucap Dahlia.
" Saya sudah menikah dengan Dahlia, dan dia anak kami , dan kamu juga istri Saya? " Ucap Putra.
" Ya sudah Bang, kami tidak memaksa Abang untuk mengingat nya." Ucap Dahlia dengan wajah Sedih nya.
******
" Bunda kenapa Ayah lupa ingatan? "
" Karena Ayah kecelakaan sayang nanti kalau sudah pulih benar akan ingat semuanya." Ucap Dahlia sambil memeluk tubuh Avan saat berbaring bersama di tempat tidur.
" Kenapa Ayah hanya ingat nya sama Bunda Senja padahal Bunda sudah meninggal dunia."
" Karena Ayah hanya mengingat memori masa lalu nya saja."
Dahlia memeluk tubuh Avan dengan sangat erat, dimana dari sudut kelopak matanya menggenang air mata.
" Abang sungguh tak mengingat Dahlia, hanya memori masa lalu Abang yang hanya di ingat. "
*******
" Akkhhhh....!!! " Putra memegang kepala nya saat ingin mencoba mengingat kembali semua ingatan nya.
" Jangan di paksa Bang, sedikit demi sedikit saja." Ucap Dahlia.
" Maaf kalau Abang nggak mengingat nya, Abang saat ini benar - benar tidak ingat siapa kamu dan juga anak kecil itu."
Dahlia duduk disisi ranjang dimana Putra terbaring, dengan menatap ke arah kedua mata Putra.
" Sekarang Abang lakukan apa yang Abang rasakan saja, Bang Put yang hanya ingat pada mba Senja nggak apa - apa karena mba Senja adalah cinta pertama Abang yang sangat lama. Dahlia tidak akan memaksa Bang Put untuk mengingat Dahlia, pelan - pelan saja."
__ADS_1