Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Aku Kembali


__ADS_3

Di dalam pesawat Senja menyandarkan tubuh nya, sambil sesekali mengusap perutnya yang sedikit nyeri.


" Apakah nggak nya man? " Tanya Wika.


Mereka pergi ke Jawa hanya berdua Senja dan Wika, karena Tio tidak bisa ikut karena ada beberapa jadwal operasi.


" Nyeri di bagian bawah pusar." Jawab Senja.


" Wajar nyeri karena akibat terjatuh sangat keras dan mengakibatkan rahim kamu rusak dan kamu juga tahu kan untuk mempunyai anak pasti sangat sulit." Ucap Wika.


" Tidak hanya sulit tapi memang nggak bisa mempunyai anak." Ucap Senja sembari tersenyum getir.


" Saya sekarang pasrah bang, nanti ke depan nya hubungan kita seperti apa tapi Saya hanya ingin sekali di beri kesempatan untuk bersama walau hanya sebentar." Senja berguman dalam hatinya sembari memandang keluar jendela.


********


" Terima kasih bro." Ucap Putra pada Aswin.


" Saya yang harus berterima kasih sama kamu, karena sudah menyelamatkan saya." Ucap Aswin.


" Kabar Senja bagaimana? " Tanya Arya.


" Saya tidak tahu kabar terakhir nya, karena sejak terbaring disini saya jauh dari ponsel." Jawab Putra.


*******


" Ini data nya Saya sudah menemukan informasi tentang Kapten Putra, nama nya Putra Nagara berumur 25 tahun. Dia Yatim piatu , tinggal di Panti Asuhan Bunda Mutia. Dan dinas di Batalyon xxx." Ucap teman seprofesi dengan Sandra.


" Terima kasih, untuk informasi nya." Ucap Sandra sembari memegang photo Putra yang dia dapat dari teman nya.


*********


Senja berjalan di lorong rumah sakit dengan di papah Wika sembari memegang perutnya dan sesekali meringis karena rasa sakit dan nyeri.


Sampai di depan pintu kamar dimana Putra di rawat, Senja diam mematung dan ada sedikit rasa ragu untuk masuk.


" Kenapa? " Tanya Wika.


" Saya ..!! " Jawab Senja singkat.


" Masuk lah, Tante kasih banyak waktu untuk kamu. Kalau kamu ingin pulang, kabari Tante." Ucap Wika pada Senja.


" Iya Tante, makasih." Ucap Senja.


Senja menarik handle pintu, dan membuka pintu kamar inap dengan perlahan. Di lihatnya Putra sedang tertidur memunggungi pintu, Senja menutup pintu dengan perlahan dan melangkahkan kakinya pelan sambil sesekali meringis rasa nyeri dan sakit.


Senja duduk di tepi ranjang, dan menaikan kakinya ikut berbaring di samping Putra sambil memeluk nya dari belakang.


Senja terisak menangis, dengan menelusupkan wajah nya ke tengkuk leher Putra.


" Maaf kan Saya Bang hiks... hiks... "


Senja mengeratkan pelukan nya, dan sadar tubuh nya terasa berat Putra membuka matanya, dan melihat ada sebuah tangan melingkar di perutnya. Lalu Putra pun membalikkan tubuhnya, dan Putra sungguh sangat terkejut saat melihat di depan mata nya adalah Istri nya.


" Sayang..!!! " Ucap Putra dengan suara khas bangun tidur.

__ADS_1


" Abang.. hiks.. hiks.. " Ucap Senja sambil menyusupkan wajah nya ke dada Putra.


" Kamu sama siapa sayang, kapan kamu siuman? " Tanya Putra.


" Sudah satu minggu Bang." Jawab Senja.


" Berarti kamu siuman di saat Abang pergi dinas luar." Ucap Putra.


" Saya khawatir saat tahu kabar Abang tertembak, jadi Saya memaksa Dokter disana untuk mengijinkan Saya kesini." Ucap Senja.


" Sayang, kondisi kamu belum pulih." Ucap Putra sembari menangkup kedua pipi Senja.


" Saya tidak memikirkan kondisi sendiri, sekarang yang ada pada pikiran Saya adalah Abang, dan maaf untuk semua kesalahan Senja kalau selama ini menuntut untuk meminta berpisah sama Abang. "


Putra menempelkan bibir nya ke bibir Senja, mencium dengan lembut, dan ******* nya. Mereka saling membalas ciuman, menuntun lebih dan menyalurakan hasrat rindu yang sangat mendalam.


" Ennnggghhh... "


" Kenapa sayang?? " Tanya Putra panik saat Senja mendorong dada Putra saat Putra menindihnya.


" Nyeri Bang." Jawab Senja.


" Maaf sayang." Ucap Putra.


**********


" Senja sayang, Bunda senang kamu kembali lagi nak." Ucap Ibu Mutia.


" Senja juga kangen sama Bunda." Ucap Senja sembari memeluk pinggang Ibu Mutia.


Kinan melirik tidak suka pada Senja, dan itu disadari oleh Wika, dan Wika lalu mencubit pinggang Kinan.


" Tatapan Mata kamu, nggak boleh seperti itu." Ucap Wika pada anak nya.


" Kenapa dia harus kembali." Bisik Kinan.


" Kinan..!!! " Ucap Wika dengan tatapan mata tajam.


********


Putra pun sudah keluar dari rumah sakit, dan dia diberi masa cuti untuk memulihkan kondisi nya. Dan mereka kembali mendiami Asrama TNI.


" Abang mau makan? " Tanya Senja mendekati suami nya yang berbaring di kasur lantai sambil melihat TV.


" Pesan online food saja, nggak usah masak." Jawab Putra.


" Senja pesanin ya Bang." Ucap Senja sambil menggunakan ponsel nya.


Saat Senja akan beranjak kembali ke dapur, Putra menarik Senja hingga jatuh menindihnya.


" Abang...!!! " Ucap Senja.


" Kenapa hem..!!! " Ucap Putra sambil memeluk pinggang Senja


" Abang masih kangen sayang." Ucap Putra dengan suara yang sudah berat.

__ADS_1


" Abang mau?? " Tanya Senja.


Seperti mendapatkan lampu hijau, Putra langsung membalikkan tubuh Senja.


" Nggak sekarang, nanti kalau selesai nifas." Jawab Putra sambil menempelkan dahinya ke dahi Senja.


" Maaf ya Bang." Ucap Senja.


" Iya sayang, nggak apa - apa. Kita pelukan saja ya." Putra pun menggeser tubuh nya ke samping dan memeluk erat tubuh Senja.


*******


" Ibu Putra selamat datang kembali, dan kami semua minta maaf atas kejadian kemarin." Ucap Ibu Iqbal.


" Iya, Bu dan terima kasih buat Ibu - ibu semua yang sudah mau menerima Saya kembali." Ucap Senja.


" Ibu Aswin sudah dapat balasan nya Bu, Kedua orang tua nya masuk penjara dan Ibu Aswin meninggal dunia karena mereka terlibat dalam penculikan Ibu." Ucap Ibu Iqbal.


Senja terasa sangat lemas saat mendengar berita tentang keluarganya, dan dia pun baru tahu kalau Tania meninggal dunia dan Tante serta Om nya masuk Penjara.


***


" Bang..!!! " Ucap Senja masuk begitu saja ke ruangan Putra dan disana sudah ada Aswin dan Arya.


" Sayang ada apa?" Tanya Putra.


" Kenapa Abang nggak bilang kalau Tania meninggal dunia, dan kenapa Abang nggak bilang kalau Om Hans dan Tante Siska terlibat dengan penculikan Senja." Ucap Senja dengan sedikit emosi.


" Bukan Abang nggak akan bilang, kondisi kamu juga kan baru pulih dan Abang mau cerita menunggu waktu yang tepat." Ucap Putra.


" Abang Sengaja kan mau menutupi masalah ini dari Senja?"


" Nggak sayang demi Allah, Abang nggak ada niat sama sekali seperti itu." Ucap Putra melangkahkan kakinya mendekati Senja.


Aswin dan Arya, hanya saling berpandangan melihat perdebatan antara suami istri tersebut.


******


" Ini makam Tania Senja." Tunjuk Aswin saat Senja dan Putra berziarah ke makam Tania.


" Hiks.. hiks.. Tania, kenapa kamu pergi secepat ini hiks... hiks... hanya kamu sandera Saya satu - satu nya dan keluarga saya di dunia ini." ucap Senja sambil memegang nisan yang bertuliskan nama Tania.


" Tania sudah meminta maaf, dia sudah menyadari semua kesalahan nya." Ucap Putra sambil memeluk Senja.


****


Aswin, Putra mengantar Senja ke Lapas mereka menemui Om Hans dan Tante Siska yang sekarang telah resmi menjadi tahanan.


" Ada apa kamu kemari? " Tanya Tante Siska ketus.


" Tante kenapa tega sama Senja, salah Senja apa sampai Tante sangat membenci Senja. Hingga membuat Senja seperti ini." Tanya Senja dengan mengepalkan tangan nya.


" Kamu kan sudah tahu, kalau kami sangat membenci kedua orang tua kamu." Jawab Tante Siska.


" Tapi Senja nggak tahu apa - apa Tante, Senja sayang sama kalian berdua bahkan dengan Almarhumah Tania juga tak pernah ada rasa dendam walau kalian sering menyakiti saya." Ucap Senja yang sudah berlinang air mata.

__ADS_1


" Lihat lah sungguh besar hatinya, kalian sebagai keluarganya seharusnya tidak seperti ini memperlakukan Senja. Makan nya dulu saat Saya melihat kalian menyiksanya Saya langsung membawanya pergi, tapi apa kirain sudah selesai ternyata kalian masih tetap menyiksanya hingga Senja Depresi dan menghancurkan masa depan nya." Ucap Putra.


Senja menangis dalam dekapan Putra, Om Hans dan Tante Siska tak bisa lagi berkata apa - apa, mereka hanya menunduk merenungi semua kesalahan nya.


__ADS_2