
Ini cerita perpisahan,berita kehilangan
Tentang mereka yang tak mampu mencegah kepergian.
Diyakini di dalamnya,jiwa-jiwa itu juga merintih kesakitan
Membiarkan waktu mengambil bagian dan meninggalkan kenangan serta kesedihan.
Jiwa-jiwa itu tenggelam dalam pertanyaan
Tentang siapa yang patut disalahkan dan hal apa yang sebenarnya masih dapat dipertahankan.
Diam menyelimuti keduanya
Berharap di yakinkan daripada meyakinkan,yang akhirnya berujung pada penantian.
Dibagian lain,waktu sedang memperhatikan mereka
Menertawakan jiwa yang terlalu keras kepala dan ego yang berkeliaran sampai akhirnya hati mereka mati perlahan.
Penantian itu berganti menjadi suara yang tak tersampaikan
Dan luka,yang tak akan terlupakan.
" Holaaaa......!!! "
Semua kaget mata tertuju pada sebuah senapan yang mengarahkan kepada Tim Soldier yang sedang berada di sebuah gua.
" Saat nya party....!!!"
" Show.. Time...!!! "
" Tembak......!!! "
Door.....
Door...
Door....
Door...
Tembakan mengarah keseluruh sasaran dengan membabi buta, hingga tak terselamatkan.
Burung - burung pun berterbangan saat mendengar suara letusan senapan hingga menimbulkan suara yang lantang dan menjadi mencengkam.
__ADS_1
Tubuh pun terasa sangat lemas melihat apa yang telah terjadi, gugur para Prajurit tangguh tak terasa air mata pun membasahi kedua pipi menimbulkan kan rasa sesak di dada.
" Show time.. "
Buuugghhh....
Door.......
Door...
" Selamat datang di kehidupan kedua nanti."
" Bereskan semua nya. "
******
Semua kalang kabut saat mendengar misi Tim Soldier gagal dalam menangkap kelompok gerombolan tersebut. Kabar dan beberapa photo yang di kirim langsung oleh pimpinan tersebut, bahwa mereka semua telah di habisi dan merupakan sebuah ancaman Negara untuk mundur.
Andra terduduk lemas saat mendengar itu semua, terasa sangat sesak di dada saat mendengar kabar gugur nya semua Tim Soldier.
" Arrggghhh.... bagaimana Saya harus mengatakan nya, kenapa ucapan Abang seolah itu pertanda."
Andra meremas rambut cepaknya dan meneteskan air mata, tak hanya Andra semua Tentara berdua atas gugur nya para Prajurit tangguh.
Suasana Batalyon tampak begitu berbeda, bendera setengah tiang pun di kibarkan, Senja yang merasa kaget saat keluar rumah melihat banyak bendera setengah tiang berdiri.
Senja lalu keluar, dan mencari info apa yang telah terjadi. Terlihat beberapa Istri Prajurit tengah menangis di Aula, dan tampak kaget saat melihat para Istri siapa yang sedang menangis.
" Nggak, ini nggak mungkin." Senja melangkahkan kaki nya mundur dan tiba - tiba punggung nya menabrak seseorang yang sedang berdiri di belakang nya .
Tangan kekar itu memegang kedua bahu nya, Senja menatap lekat kedua mata yang ada di hadapan nya.
" Salah Satu nya bukan Harimau kan Bang??"
Andra hanya diam, tampak mata Senja sudah berkaca - kaca dan meremas pakaian dengan kedua tangan nya.
" Tunggu kabar dari Abang, hari ini Abang akan berangkat melanjutkan misi mereka dan memastikan Bang Putra bukan termaksuk dari Jenazah itu ." Ucap Andra sembari memeluk tubuh Putra.
" Hiks... hiks... hiks... bawa suami Saya pulang Bang.. hiks.. hiks... bawa dia hiks.. hiks.. "
Senja terus menangis di pelukan Andra, hingga tangisnya tak terdengar dan merosot dari pelukan Andra.
" Tari.. bangun.. " Ucap Andra panik saat melihat Senja pingsan.
****
__ADS_1
" Kita harus hancurkan markas mereka." Ucap Aswin dengan penuh emosi.
" Hanya Anaconda yang mengetahui luar dalam markas mereka." Ucap Andra.
" Mereka harus kita habisi, kita hancurkan dengan bom, sebelum mereka bergerak meninggalkan Negara ini." Ucap Aswin sembari memasukan peluru kedalam senapan nya.
" Malam ini kita terbang, kita bagi dua Tim, medan menuju tempat kejadian sangatlah jauh." Ucap Andra.
*******
Senja yang di temani Ibu Mutia dan Pak Waktu, saat mendengar tentang berita gugur nya Tim Soldier yang di pimpinan oleh Kapten Putra Nagara.
Senja terus menangis, hingga asma nya kambuh dan sedikit kencang perut nya. Karena memikirkan tentang suaminya.
" Hiks.. hiks.. Bang Putra belum meninggal kan Bund, hiks... hiks... "
Ibu Mutia terus mengusap pelan punggung Senja, setelah mendapatkan kabar berita tentang gugur nya beberapa Prajurit Senja belum menyentuh apa pun.
" Berdoa saja." Ucap Ibu Mutia.
Lalu Andra pun memasuki kamar Senja, dengan seragam lengkapnya dia akan melanjutkan misi dan menjemput Jenazah dan membalas semua kebiadaban para kelompok gerombolan hingga akar - akarnya.
" Bang." Panggil Senja saat mengetahui Andra memasuki kamar nya.
Andra mendekati Senja yang sedang di peluk oleh Ibu Mutia, lalu Ibu Mutia melepaskan pelukan nya.
" Bang.. bawa suami Saya, bawa dia pulang hiks.. hiks.. "
Andra yang melihatnya tak kuasa menahan tangis, dan dia segera menghapus air matanya.
" Abang akan bawa suami kamu, tunggu Abang akan melanjutkan misi mereka. Abang janji akan balas semua kejahatan mereka, dan Abang janji akan bawa suami kamu kembali."
*****
Andra bersama pasukan nya, telah menaiki pesawat Hercules mereka akan melakukan pendaratan dengan terjun payung seperti apa yang di lakukan oleh Tim Kapten Putra.
Di dalam pesawat, Andra hanya memejamkan matanya, memikirkan mantan kekasihnya itu.
" 10 menit lagi melakukan terjun payung, pesawat akan menjemput kalian saat sudah menemukan Korban di titik tak jauh dari lokasi, 3 helicopter akan mendarat di Sana. " Ucap Seorang co Pilot pesawat Hercules.
Andra, Aswin dan beberapa pasukan lain nya, sedang bersiap melakukan terjun Payung. Andra yang pertama terjun dengan sempurna, dia melayang di udara dengan parasut nya hingga melakukan pendaratan dengan sempurna.
" Aswin, kamu bersama pasukan lain nya menuju markas mereka, pasukan tambahan akan tiba sekitar 20 menit lagi." Ucap Andra memerintahkan anak buah nya.
" Siap, kami jalan dulu, kita saling berdoa jaga diri masing - masing semoga selamat." Ucap Aswin.
__ADS_1
Aswin dan Andra pun berjalan dengan berlawan arah, mereka menelusuri hutan rimba yang masih penuh dengan binatang buas.