Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Titip Cinta Di Hatimu


__ADS_3

Putra mengantar Dahlia ke Bandara, dengan bersama dua puluh orang Tim medis lain nya, Dahlia berangkat ke Negara XX dengan membawa berbagai perlengkapan mereka, mulai dari perlengkapan pribadi, hingga peralatan medis lain nya.


" Jaga diri, jangan lupa komunikasi dengan Abang." Putra membelai lembut pipi Dahlia.


" Abang juga jaga kesehatan, selamat Dahlia disana jaga hati juga."


" Pasti sayang. " Putra mendekatkan bibir nya mencium sekilas bibir Dahlia.


" Moment seperti ini yang akan selalu Saya rindukan Bang, satu tahun kita sementara berpisah." Dahlia membelai lembut wajah Putra yang sedang tersenyum ke arah nya.


Panggilan untuk penumpang pun terdengar, Dahlia menarik koper nya untuk bergabung dengan Tim medis lain nya, Putra terus menggenggam tangan Dahlia tak ingin dia lepas begitu saja.


Senyum mengembang di wajah Dahlia yang terus sedikit demi sedikit melepaskan genggaman tangan mereka.


" I love you Bang, sarangheo..!! " Dahlia berjalan meninggalkan Putra sembari melambaikan tangan nya.


Putra terus menatap punggung Dahlia, hingga hilang tak terpandang. Putra melangkah ke tepi jendela, melihat pesawat yang membawa Dahlia dan Tim medis lain nya lepas landas.


" Hati ini akan selalu merindukan kamu sayang."


********


Berita internasional tentang sebuah Negara yang sedang terjadi konflik menjadi trading utama di setiap stasiun televisi.


Banyak warga sipil bahkan anak - anak yang terluka, bahkan bangunan sekolah, tempat ibadah hingga rumah hancur telah menjadi puing - puing.


" Saya heran Bang, mba Dahlia Mau ya jadi relawan disana? " Ucap Kinan .


" Jiwa rasa kemanusiaan nya sangat luar biasa, Abang juga nggak tahu bisa jadi akan di kirim kesana." Ucap Andra.


" Abang jangan pergi ke Negara yang sedang konflik."


" Kalau Abang boleh memilih pasti tak Mau, tapi tugas Negara Abang tak bisa untuk membantah karena raga ini tidak hanya milik keluarga tapi Negara. "

__ADS_1


********


Buuuummmmm.....


tuuuuiiinnnggggg Buuuummmmm....


Sambutan kedatangan Tim medis dari berbagai Negara sebuah ledakan bomb di mana - mana, ledakan yang menyerupai kembang api di malam hari terasa begitu sangat mencekam. Udara dingin berselimut asap tebal menghiasi malam pertama Dahlia beserta teman - teman tenaga medis lain nya.


" Sinyal disini susah, sejak kita tiba belum bisa berkomunikasi dengan keluarga." Ucap Dokter Hilman.


" ponsel Saya mati, belum di charger jadi Saya sama sekali belum mengecek ponsel nya."


" Hello, you newly arrived medics? ( Halo kalian Tenaga medis yang baru datang?) " Sapa salah satu warga asing yang merupakan Tenaga medis.


" Yeah, we just came, we're from Indonesia ( iya kami baru datang, kami dari indonesia ) " ucap Dokter Hilman.


" Meet Doctor Laura from Austria ( perkenalkan saya Dokter laura dari Austria ) "


" I'm Doctor Dahlia."


" I hope we work well together ( semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ) " Ucap Laura.


*******


" Dahlia sudah kasih kabar? " Tanya Andra.


" Belum, sudah tiga hari belum ada kabar dari dia."


" Mungkin sinyal disana susah, Bang Put kan sudah tahu sendiri kondisi di Sana bagaimana."


" Dia memang benar - benar wanita pemberani Mau terjun ke medan perang."


" Abang beruntung memilih dia, Dahlia memang wanita yang luar biasa."

__ADS_1


" Semoga dia baik - baik saja disana."


********


Dahlia mencoba untuk menghubungi Putra namun sinyal di daerah yang di tempati jauh dari kata beruntung.


Semua jaringan terputus, hingga malam hari hanya menggunakan lilin bahkan api unggun untuk penerangan di depan rumah atau tenda pengungsian.


" Ya Allah ini bagaimana cara menghubungi keluarga. " Dahlia mencoba untuk menaik ke arah dataran tinggi namun sinyal nya tak terjangkau juga.


" Hi, Miss. How can I help you ( hai nona ada yang bisa saya bantu ) " Tiba - tiba datang seorang Tentara dengan bendera Amerika.


" I wanted to contact my family but his signal was jammed ( saya ingin menghubungi keluarga saya tapi sinyal nya susah ) "


" We need to get into town.( kita harus ke kota)"


" How many miles is it from here ? ( berapa mill dari sini jaraknya? ) "


" 14,000 miles ( 14.000 mil ) "


" What...!!! "


*****


Dahlia pun menaiki Mobil menuju Kota dengan di antar oleh Tentara yang berasal dari Amerika, perjalanan yang lama dan berdebu dengan pasmina Dahlia menutupi sebagian wajah nya.


" We haven't met your name yet? ( kita belum kenalan nama kamu siapa? ) "


" Dahlia Lutfi, call me Dahlia."


" I'm John, captain jhon bronson ( Saya Jhon, Kapten Jhon Bronson )


" You volunteer medic? Judging by the suit you're wearing ( kamu relawan Tenaga medis? terlihat dari jas yang kamu pakai) "

__ADS_1


" I am an Indonesian doctor ( saya Dokter dari Indonesia ) "


Jhon melirik sekilas ke arah Dahlia, tatapan nya membuat Jhon jatuh cinta pada pandangan pertama.


__ADS_2