
Putra segera di larikan ke rumah sakit, luka tembak yang mengenai sisi perutnya tidak terlalu dalam. Putra memercing rasa sakitnya akibat timah panas tersebut, dan tubuhnya pun lemah dan sedikit demam.
" Senja, kamu dimana sayang." Putra menginggau dengan tubuh yang sedikit demam.
" Bang, bagaimana ini? Istri nya hilang belum ketemu." Tanya Aswin.
" Dia seperti nya beberapa hari tidak makan, bahkan karena memikirkan istri nya, musuh datang dia tak mengetahui nya." Jawab Arya.
" Lusa dia kembali, kalau sampai bulan depan dia selesai Satgas tidak menemukan istri nya, saya sudah membayangkan bagaimana remuk hatinya." Ucap Aswin.
" Saya juga merasakan apa yang dia rasakan." Ucap Arya.
********
" Kemana kamu Senja? " Kristin terus bolak balik di dalam ruangan guru.
" Apakah belum ada kabar tentang hilang nya Ibu Senja?" Tanya Pak kepala sekolah.
" Belum Pak." Jawab Kristin.
" Sudah coba menghubungi keluarga nya? "
" Sepertinya Senja tidak mendatangi mereka, karena saya tahu kondisi dia dan keluarganya." Ucap Kristin.
" Apa dia punya musuh, atau ada sesuatu hal sampai dia menghilang."
" Saya rasa tidak Pak, saya khawatir kondisi dia yang mempunyai Asma. Saya takut terjadi hal yang tidak di inginkan." Ucap Kristin.
********
Putra sudah bangun, dan dia menyandarkan tubuhnya pada kepala tempat tidur. Tangan yang masih tertancap selang infus, dan tubuh yang masih merasakan sedikit sakit.
Perawat pun masuk untuk mengecek kondisi tubuh Putra, dan dengan curi - curi pandang perawat wanita tersebut memandang wajah tampan milik Putra.
" Bapak demam nya sudah turun, dan tekanan darahnya sudah normal.Apa masih ada sedikit keluhan?" Ucap Perawat bernama Nina.
" Sakit bekas luka tembaknya saja." Ucap Putra datar dan sedikit risih karena Perawat tersebut mencuri - curi pandang.
" Bapak kenapa belum di makan? Saya suapin ya. " Tanya Perawat tersebut saat melihat makanan diatas nakas yang masih belum tersentuh.
" Iya nanti saya makan, terima kasih." Ucap Putra.
Lalu Aswin dan Arya datang sambil menenteng 1 kresek berisi buah.
" Put, kamu belum makan juga?" Tanya Arya sambil meletakan kresek di samping nampan yang berisi makanan.
" Tadi saya tawarin untuk di suapin Bapak tidak mau." Ucap Perawat Nina.
Arya dan Aswin saling berpandangan, dan lalu melirik ke arah Putra. Dan Putra memberi kode untuk menyuruh segera perawat tersebut karena merasa risih.
__ADS_1
" Oh.. Kapten Putra itu hanya mau di suapin sama istri Sus, makan nya dia itu sangat anti kalau di perhatikan sama perempuan lain." Ucap Aswin.
" Benar Sus, maaf kalau Pak Kapten agak dingin memang dia orang nya begitu." Ucap Arya.
" Oh.. kirain belum punya istri, maaf kalau begitu saya permisi." Lalu perawat tersebut pergi meninggalkan ruang inap Putra.
" Bagaimana Put?" Tanya Arya.
" Hati saya rapuh memikirkan Senja." Jawab Putra.
" Ada kabar apa?" Tanya Aswin
Putra menggelengkan kepala nya, dan dari sudut kelopak matanya terlihat sedikit ada butiran kristal yang akan jatuh.
" Seandainya, tidak ada tugas mungkin kami sedang bersama menikmati indahnya hari - hari sebagai pengantin baru. " Ucap Putra dengan wajah yang tertunduk.
" Sabar Put, kita semua sedang berusaha mencari istri kamu." Ucap Arya.
*******
Putra telah keluar dari rumah sakit, dan dia pun telah kembali dari tugas. Putra sesampainya di markas, dia langsung menuju ke rumah dinas Senja.
Disana sudah ada Pak Antonius, Rebeca dan Kristin. Karena sebelum tiba, Putra menghubungi Pak Antonius bahwa dia akan datang ke rumah dinas yang di tempati Senja.
" Pak Antonius, bagaimana tentang pencarian hilang nya istri saya? " Tanya Putra saat baru sampai.
" Nihil Pak, kami sudah berusaha dan kami juga sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib." Jawab Pak Antonius.
" Kemana kamu sayang." Ucap Putra mengusap wajahnya dengan kasar.
" Pak coba cari ke rumah Tante dan Om nya mungkin mereka tahu." Ucap Kristin memberi saran.
" Saya yakin dia tidak kesana, tapi saya akan mencoba cari tahu." Ucap Putra.
**
Putra memasuki kamar yang sekarang menjadi miliknya, dia sesaat flashback mengingat kebersamaan bersama Senja. Saling memadu kasih di kamar kecil yang tertata rapih.
" Sayang kamu kemana, Abang kangen sama kamu."
Putra meremas sprti, dan menahan tangis hingga sesak di dada.
" Semoga kamu baik - baik saja sayang, Ya Allah lindungi istri saya."
Putra lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil memeluk bantal yang wangi khas parfum milik Senja.
" Abang... tolong... hik.. hik... hik... Senja takut, tolong Senja Abang.... hik... hik... hik.. "
Putra terbangun dari mimpinya, dan mengusap wajahnya. Lalu dia menyandarkan kepala nya diatas tempat tidur.
__ADS_1
" Apa yang kamu rasakan, Abang merasakan nya saat ini. Lindungi dia Ya Allah."
Putra kembali mengusap wajahnya, lalu mengadahkan wajahnya ke atas langit - langit kamarnya.
*******
Putra mendatangi kediaman rumah Siska dan Hans, namun rumah nya tampak begitu sangat sepi.
" Kemana mereka? "
Putra mengintip dari jendela yang sedikit terlihat dari goden yang tak tertutup rapat.
" Pak maaf mau cari keluarga Pak Hans ya? "
Tiba - tiba wanita paruh baya mendekati Putra yang sedang mengintip di jendela.
" Iya Bu, mereka kemana ya?" Tanya Putra.
" Mereka pindah Pak, katanya ke Jawa." Jawab wanita tersebut.
" Ke Jawa ,kapan mereka pindah?" Tanya Putra.
" Kira - kira 1 minggu yang lalu."
" Apakah Senja di bawa mereka ke Jawa, tapi itu tidak mungkin." Putra berguman dalam hatinya.
" Bu apakah mereka pergi berempat? " Tanya Putra.
" Maksudnya dengan Senja? " Tanya nya kembali.
" Saya lihat tidak Pak, mereka bertiga pergi menggunakan mobil. Dan Senja sudah lama tidak tinggal bersama mereka."
" Terima kasih Bu infonya."
" Sama - sama Pak."
Setelah Ibu tadi pergi, Putra melanjutkan lagi dengan menggunakan motor nya menuju ke padang savana dimana dia selalu bersama dengan Senja saat berdua menikmati indahnya bintang - bintang di langit.
" Dimana kamu sayang, Abang harus kemana mencarimu."
Putra memandang langit dengan indah nya bintang - bintang yang menghiasi malam, dan ada butiran kristal yang jatuh ke pipi Putra.
" Semoga kamu disana, bisa melihat bintang yang menghiasi langit malam ini. Abang berdoa semoga kamu baik - baik saja sayang disana."
Putra memejamkan matanya, dia terisak menangis setelah dia tahan selama beberapa hari.
" Senjaaaaa......... !!!!! "
Teriak Putra melepaskan semua sesak di dada yang dia tahan.
__ADS_1
***
" Bintang - bintang di langit, kapan saya pernah melihat ini ,seperti saya mengingat sesuatu. "