
Suara sirine kembali berbunyi semua pasukan bersiap mengarahkan senjata nya, dimana bunyi rudal kian memeka telinga, dan suara tembakan dimana - mana.
Para pasukan menggiring Para pengungsi, untuk segera menyelamatkan diri dari serangan dadakan.
Booooommmmmm.....
Boooommmm.....
" Cepat berlindung selamatkan terutama anak - anak..!!! " Teriak Andra sembari mengarahkan para pengungsi.
" Andra, saya tidak melihat Dahlia, kemana dia?"
Tanya Putra sembari mengarahkan para pengungsi untuk mengikuti Tentara yang di depan memberi petunjuk arah untuk menyelamatkan diri.
" Mungkin sudah menyelamatkan diri bersama para pengungsi lain nya." Jawab Andra.
****
" Dokter, apa semuanya sudah aman? " Tanya Dahlia pada Dokter Hilman.
" Aman, semua sudah ada di tempat buat berlindung kita semua." Jawab Dokter Hilman.
Booooommmm.....
Terdengar suara ledakan hingga membuat di sekitar bergetar, dan wajah - wajah para pengungsi pun ketakutan akan kematian yang sudah di depan mata.
Dahlia dan para relawan lain nya, berlindung di sebuah gedung yang jauh dari tempat baku tembak namun dengan hati yang sangat was - was.
" Please direct all refugees not to leave here, due to gunfire and missile strikes. ( Tolong arahkan semua pengungsi jangan sampai keluar dari sini, karena baku tembak dan serangan rudal dimana - mana.) " Ucap Jhon yang datang dengan membawa senjata menghampiri Dahlia.
" Okay, you be careful ( Baik, kamu hati - hati)" Ucap Dahlia.
__ADS_1
Lalu Dahlia mendekati para pengungsi yang kebanyakan anak - anak dan para lansia, Dahlia pun memberikan sebuah himbauan untuk para pengungsi.
" Attention everyone, do not leave here, because it is very dangerous out there. We pray that all of us are safe and that this war is soon over. ( Perhatian untuk semuanya, jangan pergi dari sini, karena di luar sana sangat genting. Kita berdoa agar kita semua selamat dan perang ini segera berakhir.) " Ucap Dahlia pada semua pengungsi.
*******
Door.....
Door...
Putra terus mengarahkan tembakan nya ke arah musuh, dan suara rudal yang di tembakan pun semakin memekakan telinga.
Door....
Door...
Booookmmmmm....
" Posisi, musuh bergerak delapan puluh derajat segera tembak." Ucap Putra memberi perintah melalui earpeace nya.
" Tahan tembakan..!!! " Teriak Putra.
" Hold tight gunfire ( Tahan... tembakan) " Teriak Putra kembali.
Tiba - tiba pesawat pembantu pun datang menembakan ke arah musuh yang sedang menembaki, hingga serangan udara pun terjadi. Rudal - rudal pun di tembakan.
" ****.. I have to save that little girl.( Sial.. saya harus selamat kan anak kecil itu.) " Umpat Putra yang langsung berlari menuju ke arah anak kecil itu.
" Kapten, jangan...!! " Teriak Andra yang mengetahui bahwa Putra berlari ke arah anak kecil itu untuk menyelamatkan nya.
Putra mengibarkan bendera putih untuk menghentikan tembakan namun serangan terus berlangsung.
__ADS_1
" Stop.. There's a little boy.. Don't shoot (Hentikan.. ada anak kecil.. jangan tembak )" Teriak Putra.
Putra menarik anak kecil tersebut dengan segera menggendongnya dengan tembakan yang terus menuju ke arah nya.
Door...
Door...
Door...
Tembakan perlindungan datang membantu Putra, Kapten Jhon beserta ke lima Prajurit lain nya melindungi Putra dan anak kecil tersebut.
" I salute your courage, captain, the lives of his wager ( saya salut untuk keberanian kamu kapten, nyawa taruhan nya) " Ucap Jhon sembari mengarahkan tembakan nya.
"Because jni's child's future is still long ( karena masa depan anak kecil jni masih panjang) " Ucap Putra sembari menggendong anak kecil tersebut.
Tuuuiiinggg.... Boooommmmm....
Tuuiiinnggg.... Booommm.....
Serangan rudal semakin mencengkam, hingga serangan udara pun tak bisa di hentikan lagi, Putra dan Jhon terus berlari menuju ke tempat yang aman dari serangan yang mengancam nyawa mereka.
Tembakan perlindungan pun di arahkan dari segala Sisi melindungi mereka. Saat itu Dahlia melihat Putra yang tengah berlari membawa anak kecil dalam gendongan nya, Dahlia sungguh sangat kaget.
" Ya Allah Bang Putra cepat ...!!! Teriak Dahlia.
Tembakan pun terus mengarahkan pada mereka, namun tembakan nya semua meleset hingga tepat saat Dahlia meraih anak kecil yang di serahkan dari Putra sebuah tembakan menembus kulit.
Door......
Aaarrrrgggghhh....
__ADS_1
Seketika tubuh tegap itu tumbang di depan mata Dahlia, dan sebuah ledakan dasyat pun terdengar hingga memeka telinga sebuah sirine pun kembali berbunyi namun tak hanya Satu tapi semua sirine berbunyi dan terdengar suara sorak sorai kemenangan pun keluar dari mulut para Tentara dan pengungsi bahwa perang telah usai.
Mata itu perlahan menutup darah mengalir dari balik seragamnya, hingga tetes air mata pun lolos di depan Prajurit yang tertembak.