Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Mencoba Untuk Bangkit


__ADS_3

" Om juga apa sudah bilang, jangan dulu keluar dari rumah sakit jadi yang repot siapa." Ucap Toni mengomeli Putra.


" Maaf Om, kalau Putra nggak keluar hati Putra nggak tenang." Ucap Putra sembari memperhatikan Toni memasang infus di tangan nya.


" Sekarang makan dulu, atau Tante suapin." Ucap Wika sembari membawa mangkuk berisi bubur.


" Nanti Tante masih nggak *****." Ucap Putra.


" Kalau gitu pap, kita bawa ke rumah sakit jangan di rawat di rumah." Ancam Wika.


" Iya.. iya Putra makan buburnya."


Akhirnya Putra memakan buburnya dan Wika serta Toni tersenyum melihat Putra makan bubur buatan Wika dengan lahap.


*****


" Alhamdulilah.. Yank, akhirnya Abang dapat surat tugas di Papua, kita bisa berkumpul disana." Ucap Andra sembari memperlihatkan Surat Tugas nya pada Kinan.


" Avan pasti Senang Bang, bisa ketemu sama Papah nya." Ucap Kinan.


" Kamu pindah tugas ke wilayah barat?" Tanya Andra pada Aswin.


" Iya Saya dapat tugas di Aceh." Jawab Aswin.


" Suatu saat kita pasti bertemu kembali dalam tugas." Ucap Andra.


" Akh... tempat ini punya banyak cerita." Ucap Aswin.


" Mas, Saya juga siap kemana Mas akan di tugas kan sebelum menikah Saya sudah berniat akan mendukung semua kegiatan Mas sebagai Abdi Negara." Ucap Kanaya.


****


Putra dengan beberapa Anggota bertugas di wilayah perbatasan demi pengamanan untuk wilayah negeri tercinta.


Dengan berbaur warga sekitar Putra bercengkrama saling bertukar pendapat dan mengobrol dengan di selingi canda tawa.


Namun saat sedang mengobrol Putra mendengarkan suara yang sangat dia kenal, suara yang sangat dia rindukan, suara itu sedang menyanyi dengan di ikuti oleh suara anak - anak.


Ringkasan


Lirik


Dengarkan


Hasil Utama


Kalau kamu ingin gapai cita-cita


Menjadi apa saja yang kamu mau


Aku punya satu kata kuncinya

__ADS_1


Ayo kita rajin sekolah


Walau terkadang kita sedikit malas


Tak mengapa asal jangan keterusan


Kejar semua biar tak ketinggalan


Ayo kita rajin sekolah


Nantinya kelak kau pintar


Jangan lupa ucapkan


Terima kasih, Bu Guru


Jasamu selamanya takkan pernah terlupa


Belajar semua ilmu di dunia


Jadi harta yang berharaga nantinya


Terus semangat jangan malas-malas


Ayo kita rajin sekolah


Tetapi, jika tlah pandai


Jangan lupa mereka


Terima kasih, Bu Guru


Jasamu selamanya takkan pernah terlupa


Terima kasih, Bu Guru


Jasamu selamanya takkan pernah terlupa


Terima kasih, Bu Guru


Jasamu selamanya takkan pernah terlupa


Terima kasih, Bu Guru


Terima kasih, Bu Guru


Putra berjalan melangkah mendekati anak kecil yang sedang mendengarkan sebuah rekaman lagu tersebut dengan menghafal kan lagu yang di nyanyikan.


" Dek, dapat rekaman ini dari mana? " Tanya Putra pada anak sekitar usia 10 tahun.


" Ini di kasih sama Ibu Senja, saat itu latihan untuk sebuah acara hari guru di sekolah. Ibu Senja yang mengajarkan lagu ini ke semua anak - anak saat itu di minta untuk melatih di sekolah kami, padahal dia bukan guru disini." Ucap nya.

__ADS_1


" Sekarang tahu nggak Ibu Senja kemana?"


" Katanya Ibu Senja sudah meninggal, kita semua merasa sangat kehilangan."


" Ibu Senja sudah ada si surga, sekarang dia sedang tersenyum melihat anak didiknya yang semakin pintar."


*******


" Maaf Pak seperti nya bapak harus lihat? "


Mata itu terus mengawasi langkah sepasang sejoli tengah berjalan mesra.


" Tolong kamu ikuti mereka, ambil gambar nya."


" Siap Pak. "


" Astaghfirullah.. ternyata dia biang masalah nya. " Ucap nya dalam hatinya.


********


Putra terus mengulang suara Senja saat bernyanyi melatih anak - anak, suara yang sangat indah yang dia rindukan, suara yang semangat mengajarkan anak - anak dengan lirik lagu nya.


" Abang sudah bayangkan wajah kamu saat itu, wajah bahagia tanpa mengeluh rasa lelah karena cita - cita mu menjadi pahlawan tanda jasa, hingga akhir hayat ilmu yang kamu berikan sangat bermanfaat bagi anak didik kamu."


Dengan memejamkan mata Putra memutar lagu tersebut, hingga Putra pun tanpa terasa tertidur dan terbawa ke alam mimpi.


*******


Dengan seluruh Anggota Putra mengadakan kurve di lingkungan Batalyon, membersihkan ranting - ranting pohon yang berjatuhan, dan saluran parit yang ada di depan Asrama.


" Ijin Pak untuk toren yang biasa di gunakan sebagai tempat air bersama apakah jadi di kuras? " Ucap salah satu anak buah Putra.


" Jadi, itu kan besar jadi harus bertiga atau empat orang, usahakan air nya lancar saat akan mengisi ulang kembali toren nya." Ucap Putra.


" Siap Pak."


Putra pun bergabung dengan para Anggota membersihkan saluran parit dengan menggunakan cangkul, karena sudah memasuki musim hujan saluran parit sering tersendat hingga membuat genangan air di depan Asrama.


" Om - om ayo istirahat dulu...!! " Teriak salah satu istri Anggota.


" Minum dulu sama makan cemilan nya." Ucap nya kembali.


" Terima kasih ya bu." Balas Putra saat semua bersamaan menghentikan pekerjaan nya.


Namun saat Putra sedang minum ada sepasang mata yang memperhatikan Putra, dan Putra pun tahu akan hal itu.


Putra pun tersenyum pada nya dan hingga gadis itu tersipu malu hingga masuk ke dalam rumah Dinas.


Namun di dalam balik gorden rumah nya terus memperhatikan Putra yang sedang duduk sembari memakan gorengan dengan tersenyum ke semua Anggota.


" Tampan nya, baru kali ini rasanya detak jantung Saya berdetak kencang saat melihat nya."

__ADS_1


Senyum mengembang di wajah nya saat melihat Putra dan dari dalam rumah nya beberapa photo dia ambil.


__ADS_2