
" Bunda Avan Mau nya di suapin sama Bunda."
" Bang makan sendiri sudah besar, nggak boleh di suapin."
" Biarin Ayah, Avan Mau di suapin sama Bunda?"
Avan menganggukkan kepala nya saat berada sama - sama makan siang, keluarga kecil bahagia tampak ceria dan harmonis, kedekatan Avan yang begitu sangat manja dengan Ibu sambungnya.
***
" Nanti Ayah jemput jam berapa Bund?"
" Jam delapan malam, soalnya ada operasi."
" Ok nanti Ayah jemput jam delapan malam."
Dahlia pun lalu mencium punggung suaminya saat akan turun dari Mobil, dan Putra tidak lupa mencium kening dan bibir Dahlia.
" Dahlia Dinas dulu ya Bang, I love you."
" I love you too sayang."
Dahlia pun keluar dari Mobil, dan Putra terus menatap punggung istrinya, kini dirinya sudah tak lagi sendiri ada hati yang selalu menanti setiap waktu.
" Semua yang di jalani bersama Senja tak seindah dengan nya, namun semua nya akan terbayar suatu saat nanti."
Dengan seutas senyuman Putra pun melajukan kembali mobilnya menuju arah pulang .
*******
" Bang ada laporan." Andra datang menemui Putra sambil menyerahkan beberapa berkas pada nya
" Harus ini? "
" Iya Bang, harus Tim Abang karena mereka percaya dengan kemapuan Tim Abang."
" Ok, Saya pelajari dulu kasusnya dan tolong kamu kirim file photo - photo mereka."
__ADS_1
" Ada dalam Flashdisk bisa Abang lihat."
" Ok siap."
*******
" Bunda mana Ayah, lama sekali keluar nya. " Tanya Avan saat ikut menjemput Dahlia.
" Itu Bunda Bang sedang Jalan ke arah kita." Tunjuk Putra.
Dahlia membuka pintu Mobil nya dan sambut dengan teriakan Avan yang memeka telinga kedua orang tua nya.
" Bundaaaa.......!!!! "
" Abang....!!! " Putra menyentil telinga Avan.
" Semangat banget Bang? "
Dahlia masuk duduk di samping Putra dan Avan bergeser sehingga berada di tengah - tengah kedua orang tua nya.
" Nggak Mau, Avan Mau sama Bunda."
" Abang, tubuh kamu gendut Ayah sesak nyetir mobilnya."
" Nggak Mau..!!! " Avan memasang muka cemberut pada Ayah nya.
" Sudah - sudah, kita duduk di belakang yuk sayang, biar Ayah duduk di depan sebagai sopir."
" Ok..!! "
Dahlia pun pindah duduk di kursi penumpang bagian belakang begitu pun Avan yang meloncat lewat kursi.
" Loh kok Bunda di belakang sama Avan? " Tanya putra.
" Iya memang kenapa? "
" Jadi ayah cuman jadi supir nih? "
__ADS_1
" Iya..!! " Jawab Dahlia dan Avan serentak. Putra hanya menepak jidatnya.
*****
" Bunda, bahagia nggak nikah sama Ayah? "
" Bahagia banget Bang, Dahlia bahagia sekali bisa punya suami seperti Abang dan anak laki - laki seperti Avan."
Putra memeluk tubuh Dahlia sangat erat, dengan mengecup tengkuk leher nya, Dahlia mengeliat saat tangan Putra menjelajah setiap lekuk tubuh Dahlia.
Dahlia membalas setiap sentuhan Putra, bibir mereka saling menyatu dan saling *******, saling menyatu memadu kasih.
******
Braaakkkk.....
" Ayah Bunda....!!! "
Avan mendobrak masuk pintu kamar kedua orang tuanya dimana mereka masih tertidur lelap.
" Bangun.....!! "
Putra dan Dahlia tersontak kaget saat anak mereka sudah naik di atas tempat tidur, lalu menggeser tubuh Ayah nya.
" Avan ini jam berapa nak? " Putra dengan suaranya khas orang bangun tidur.
" Avan ini masih jam tiga pagi nak." Ucap Dahlia saat melihat Avan sudah memeluk tubuh Dahlia.
" Avan Mau bobo sama Bunda."
Belum sempat menjawab Avan sudah memejamkan mata nya dengan memeluk tubuh Dahlia sangat erat.
" Haduh.. saingan berat ini Bund." Putra lalu ikut memeluk tubuh Avan.
Dahlia hanya tersenyum sambil membalas pelukan Avan.
NB: Maaf ya up dikit karena Author lagi sibuk, sesempat mungkin Saya akan Up. makasih
__ADS_1