
Putra membuka mata nya, terasa masih sangat pusing dan dia pun merasakan tubuh nya sedikit deman.
" Sudah sadar Put." Toni menghampiri Putra yang terbaring lemah dengan selang infus menancap di tangan nya.
" Om Saya bisa ada disini? " Tanya Putra.
" Kamu pingsan, anak buah kamu membawa ke rumah sakit." Jawab Toni.
" Kamu istirahat jangan banyak pikiran." ucap kembali Toni pada Putra.
" Nggak tahu om Saya tiba - tiba ngedrop begini."
" Apa yang kamu pikirkan? "
" Jujur om Saya nggak Sanggup ada disini, Saya mengingatnya seakan dia nyata ada di samping Saya."
" Belajarlah melupakan Senja, buat lah kamu bangkit kembali. Senja sudah bahagia disana, kamu harus bahagia kasihan Avan, dia juga butuh seorang ibu."
" Ya Allah Avan hiks... hiks... Ayah kangen kamu nak." Putra menutupi kedua mata nya dengan lengan kanan nya sembari terisak menangis.
*****
Aswin dan Kanaya pun telah selesai melaksanakan ijab kabul, mereka hanya melangsungkan pernikahan secara sederhana.
" Selamat menempuh hidup baru." Ucap Andra sembari berjabat tangan.
" Terima kasih." Balas Aswin.
" Bang, tadi Papah telepon kalau Bang Put masuk rumah sakit." Ucap Kinan memberitahu kabar tentang Putra.
" Mas Putra sakit apa? " Tanya Kanaya.
" Dia pingsan katanya." Jawab Kinan.
" Bagaimana bisa pingsan? " Tanya Andra.
" Iya apakah dia ngedrop banget." Ucap Aswin.
" Saya tidak tahu jelas tadi Papah hanya bilang pingsan saja." Ucap Kinan.
" Aswin dengar - dengar nih akan ada surat tugas baru buat kita, mudah - mudah an Saya bisa dapat tugas disana sama Bang Put."
__ADS_1
" Saya belum tahu loh Bang kapan? "
" Tunggu saja."
*******
Senja membelai wajah Putra dengan lembut tangan nya mengusap air mata Yang membasahi kedua pipi nya.
" Senyum lah Bang, jangan menangis tersenyum lah untuk Senja. " Senja pun lalu mencium bibir Putra, dan Putra pun memejamkan mata nya. Dan lalu mencoba tersenyum ke arah wajah Senja.
Senja pun lalu mengalungkan kedua tangan nya, dan menelusupkan wajah nya di bawah leher Putra. Mata nya pun mulai terpejam, tangan Yang sudah mulai dingin, dengan harum wangi aroma bunga dari tubuhnya.
" Tidur lah sayang, Hiks... hiks... tidurlah untuk waktu Yang lama, hiks.. hiks.... tunggu kami berdua di keabadian hiks.. hiks... "
Putra memeluk erat tubuh Senja, nafas nya pun terasa sedikit tercekat lalu Putra pun membisikkan di telinga Senja membacakan taqlin.
Putra bermimpi dalam mimpinya yaitu kembali pada memori saat dirinya berada bersama Senja saat detik - detik terakhir sebelum menghembuskan nafasnya.
Putra terbangun dari mimpinya, tubuh nya pun terasa sangat demam tinggi, saat ini Putra hanya sendiri saat dirinya tengah sakit seperti ini.
" Ya Allah kenapa saya seperti ini, kenapa jadi down begini saat tiba disini."
" Senja apakah ini tandanya Abang belum bisa ikhlas kamu pergi, Ya Allah hamba mohon untuk saya bisa kuat disini."
********
Putra memaksa untuk keluar dari rumah sakit, walau Om nya tidak mengijinkan untuk keluar karena kondisinya yang masih belum pulih.
" Put kamu jangan bandel, lihat kamu masih tampak pucat." Ucap Toni.
" Saya ingin ke suatu tempat om, jujur Saya nggak kuat seperti ini terus. Disini Saya mempunyai seperti rasa yang terus di bayangan - bayangi masa lalu, Saya ingin ke sesuatu tempat dimana buat hati Saya lega."
" Tapi lihat lah kondisi kamu, Om takut terjadi apa - apa. "
" Tenang saja om, medan perang Saya bisa taklukan masa hal seperti ini Saya tidak bisa menaklukan nya."
*******
Putra memanjatkan doa untuk Senja, ada sedikit air mata yang menetes di kedua pipinya.
Diusapnya dan di cium nya nisan yang tertera dengan nama Mentari Senja Timur.
__ADS_1
" Sayang, mungkin Abang belum ikhlas sepenuhnya untuk bisa menerima kenyataan kalau kamu telah tiada." Putra menengadahkan wajah nya ke atas menahan tangisnya agar tidak jatuh.
" Tapi.. hiks... hiks... " Putra tak kuasa menahan nya hingga tangisnya pecah.
" Tapi.. Abang sadar saat ini dan seterusnya Abang nggak harus seperti ini terus hiks.. hiks.. Abang ikhlas.. Abang Insya Allah kuat dan bukan berarti menghilangkan jejak kamu, tapi selama nya kamu akan tetap di hati. "
Hiks... hiks.. hiks...
" Sungguh berat hidup Abang, saat ini Abang jauh dari Avan, hanya dia nyawa hidup Abang selama nya dia adalah sumber kekuatan Abang. Terima kasih untuk perjuangan kamu sayang, terima kasih sudah pernah hadir walau kita hanya sebentar hidup bersama, semoga di kehidupan yang akan datang kita bersama - sama hiks.. hiks.. hiks.. "
" Sampai jumpa lagi sayang di kehidupan abadi nanti, selama nya kamu tetap di hati."
Putra kembali mencium nisan istrinya dengan ari mata yang terus keluar, lalu mengusap nisan tersebut.
" Doa Abang selalu menyertaimu sayang."
🥀🥀🥀🥀🥀
Ini bukanlah nyanyian
Ini pun bukanlah sebuah puisi
Dan ini pun bukanlah sebuah Diary
Ini adalah sebuah ungkapan hati...
Dulu Aku sangat mencintai kamu
Dulu Aku sangat menyayangi kamu
Hari ini dan selama nya sampai mata ini tertutup tetap sama.
Senja...
Kamu adalah bagai matahari yang menyinari hidup ku
Kamu adalah bagai energi kehidupan ku
Kini matahari itu telah terbenam seperti namanya Senja.
Namun Senja itu akan selalu terlihat indah selama nya..
__ADS_1
Selama nya di hati...
🥀🥀🥀🥀🥀