Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Dirimu Yang Di Hati


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


Malam ..


Hanya sekilas kau menemani


Tak lagi aku berlama-lama


Karena pagi telah menunggu


Malam ..


Kiranya kau mau menemaniku


Sejenak untuk yang lama


Hanya ingin menatap indahnya bulan


Bulan yang dulu selalu ada disamping


Malam ..


Sampaikan pada bulan


Bahwa disini sangat merindu


Ingin memeluknya


Yang dulu tak mampu untuk memeluk


Ingin menjamahnya


Yang dulu tak mampu menjamah


Apalagi kini,


Malam ..


Izinkan malam ini aku berselimut lama


🌹🌹🌹🌹


Putra memandang Dahlia dan Avan yang tidur saling berpelukan, dimana terlihat kedekatan antara mereka.


" Kamu memang bukan ibu kandung Avan, tapi disini Saya paham bahwa kamu adalah wanita yang benar - benar Aku pilih. Dimana Avan pun sangat begitu menyayangi mu, maaf kan Abang kalau kemarin dan hari ini Abang belum bisa mengingat kamu."


Putra pun lalu mendekati mereka yang tidur di atas ranjang, Putra pun ikut berbaring bersama Avan dan Dahlia, di mana tangan Putra memeluk tubuh Avan dan Dahlia.


******


Dahlia, Avan dan Putra sedang berada di sebuah pantai dimana Avan bermain pasir membuat sebuah istana.


Tampak Putra dan Dahlia yang duduk mengawasi setiap gerak - gerik Avan yang berlari kesana kemari.


" Abang ingat apa lagi saat di pantai? "

__ADS_1


" Abang ingat sungai."


Seketika Dahlia menoleh ke arah Putra yang tengah memandang lurus.


" Sungai Bang? "


" Iya sungai, dimana Abang selalu menyeberangi setiap hari."


" Apakah tidak pernah terlintas di pantai ada apa? "


Putra menggelengkan kepalanya, lalu menundukkan wajah nya.


" Maaf belum bisa ingat."


" Sungai memang penuh kenangan Cinta masa lalu Bang Put, disini kita pernah datang dimana kita tertawa bersama, bermain dengan deburan ombak, dimana kita... "


Putra tiba - tiba mengecup sekilas bibir Dahlia hingga istri nya terpaku diam.


" Cukup tidak usah di jabarkan, Abang nggak bisa mengingat nya tapi Abang yakin kenangan bersama bersama kamu lebih indah."


" Terima kasih Bang."


Putra merangkul pundak Dahlia sambil duduk di atas pasir, dimana mereka berdua menikmati indahnya pantai dengan sesekali mengawasi Avan yang sedang mengeruk pasir.


*******


" Abang ingat dari album photo ini, dimana Abang saat itu dengan gagahnya mengusap janji sehidup semati bersama Dahlia."


Putra membuka setiap lembaran album photo pernikahan nya bersama Dahlia, dan sekilas ada samar - samar terlintas memori tentang Dahlia dimana saat dirinya mengutarakan Perasaan nya dan dimana dirinya melakukan proses ijab kabul, dan saat malam pertama mereka.


" Abang ingat sesuatu? " Tanya Dahlia.


" Alhamdulillah Bang."


*******


" Sayang, maaf ya."


" Sudah berapa maaf yang Abang ucapkan?"


" Abang sudah menyakiti hati kamu sayang.'


" Dahlia sudah memaafkan Abang, Dahlia paham kok walau hati ini menolak."


" Maaf sayang, mungkin bayang - bayang nya tak akan pernah bisa lupa. Dan Kamu tahu sayang saat ini hanya Ada kamu yang Abang sayangi."


********


Kita harus berdamai dengan waktu,katamu


Waktu yang mana?waktu yang merenggut senyummu dari pandangku?waktu yang membuat hujan jatuh dipipimu?atau waktu yang membuatku harus berkenalan lagi denganmu?


Terdiam,


Dan nyatanya kita perlu menyempatkan waktu duduk berdua sebangku

__ADS_1


Berbincang apa saja


Waktu tak akan terulang lagi


Detik,menit dan jam begitu berarti


Biarkan angin menyapu wajahmu


Biarkan hangat membelai tubuhmu


Biarkan bibir kita bercumbu


Biarkan kita menjadi satu


Biarkan saja .


Dahlia membantu merapikan seragam yang di kenakan oleh Putra, dimana suami nya kini dengan gagah nya kembali berdinas.


" Kenapa menatap seperti itu hem.. " Putra menarik pinggang Dahlia.


" Karena istri Abang melihat Abang memakai seragam ini lagi." Dahlia melingkarkan kedua tangan nya di leher Putra.


" Apakah Abang gagah? "


" Jelas lah suami Dokter Dahlia sangat gagah dan tampan."


" Jadi Abang pengen makan bunda." Bisik Putra nakal sambil menggigit telinga Dahlia.


" Ih... Abang sudah Mau berangkat Dinas malah sempet - sempet nya menggoda."


" Ya nggak apa - apa, biar semangat hari ini."


" Nggak ya Bang, nggak Mau Dahlia juga Mau berangkat Dinas."


"Dosa loh nolak suami."


Putra mendekatkan bibir nya namun saat akan berciuman Dahlia menutup mulutnya dan langsung berlari ke arah kamar mandi.


Hoek.. hoek... hoek....


Dahlia memuntahkan isi perut nya hingga berpegangan pada Sisi bak mandi.


" Bund, kenapa? " Putra memijat tengkuk leher Dahlia.


Dahlia membasuh mulutnya dan mengelap dengan tangan nya, lalu menatap kedua bola mata Putra.


" Bunda sakit, kita ke Dokter ."


" Ayah, Bunda sudah telat 1 bulan."


" Maksudnya? "


" Iya Bunda telat haid 1 bulan."


" Maksudnya Bunda hamil? "

__ADS_1


" Iya, di lihat dari siklus haid terakhir dan perubahan di tubuh Bunda."


" Alhamdulillah kita cek ke Dokter kandungan ya sayang." Putra mengusap perut Dahlia lalu mencium perut istri nya.


__ADS_2