Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Mencarimu Dari Bukti


__ADS_3

" Tolong Dok, istri Saya." Aswin tampak pucat saat melihat pendarahan di kaki Tania.


Arya dan Putra pun datang karena mereka tahu tentang keributan di rumah Aswin, yang mengakibatkan Tania masuk ke rumah sakit.


" Hiks... hiks... Put maaf kan istri Saya hiks... hiks...." Aswin berlutut pada Putra.


" Kamu apa - apaan Aswin." Bentak Siska.


" Kalian harus per tanggung jawab kan perbuatan kalian." Ucap Aswin.


" Bangun lah." Ucap Putra.


Aswin lalu menyerahkan bukti rekaman tersebut, namun Hans mencoba merebut nya dan di halangi oleh Arya.


Saat Putra memutar bukti tersebut begitu sangat tersebut, dan amarahnya pun memuncak. Dan terhadilah keributan antara Putra dan Hans.


Buuggghhh....


Buuuggghhhh....


" Kurang ajar.. sudah membuat Senja seperti ini." Ucap Putra sudah kalap


Buuugghhh...


Buuugghhh


Pihak ke amanan pun datang berlari, memisahkan Hans dan Putra, Hans sudah babak belur karena hantaman dan tendangan Putra.


" Bawa mereka ke kantor Polisi, dan Saya akan serahkan bukti ini pada pihak yang berwajib." Ucap Putra.


" Tidak..!!! Saya tidak salah lepaskan." Ucap Siska yang kedua tangan nya di borgol.


" Cuih.. awas kamu!! " Ucap seringai Hans.


" Pak Aswin, istri anda ingin bertemu dan Pak Putra." Ucap seorang perawat yang datang menghampiri mereka.


Aswin pun dan Putra memasuki ruang IGD, disana Terlihat Tania dengan selang oksigen dan nafasnya terengah - engah.


" Sayang!! " Ucap Aswin sembari mengusap pipi Tania.


Seorang Dokter yang menangani Tania pun datang, dan memberitahukan tentang kondisi Tania.


" Pak, maaf kami tidak bisa menyelamatkan janin dalam kandungan nya, dan mohon maaf akibat benturan tersebut rahim istri Bapak mengalami kerusakan dan harus di angkat." Ucap Dokter tersebut.


" Hiks.. hiks... Ya Allah!!!! " Ucap Aswin.


" Abang..!! " Ucap lirih Tania.


" Iya sayang.. "


" Maaf kan kesalahan saya." Tania pun lalu melirik ke arah Putra.


" Bang, maaf kan ke - kesalahan Tania." Ucap Tania sembari meneteskan air mata nya.


" Ma - maaf kan sa - Saya telah membuat Senja seperti itu. Maafkan sa - Saya, to - tolong tang - tangkap Mike dia juga ber - bersalah. Kami akan bertanggung jawab."


" Iya Tania, Saya akan membawa Mike ke balik jeruji, dan kedua orang tua kamu sudah di bawa pihak yang berwajib." Ucap Putra.


" Ca - cari Senja, mungkin dia pergi untuk menghancurkan Mike, lindungi Senja Bang an - anak nya yang di kandung." ucap Tania.


Putra menggemgam tangan Tania, dan menunduk tak kuasa menahan tangis apa yang terjadi pada istri nya.


Tiba - tiba nafas Tania terengah - engah, dan membuat panik Aswin dan Putra, lalu Putra dengan segera keluar memanggil Dokter.

__ADS_1


" Sayang!!"


" Hiks... hiks... "


Dokter dan Suster pun datang langsung menangani kondisi Tania, namun saat di periksa nafas dan denyut nadi Tania hilang.


" Maaf Pak, istri Bapak sudah tiada." Ucap Dokter tersebut.


Aswin seketika lemas dan ambruk langsung di tompang oleh Putra, dan Aswin pun tak tahan menahan tangis nya hingga pecah.


" Inalillahi wainailaihi rojiun.. hiks.. hiks... "


" Inalilaihi wainailaihi rojiun." Ucap Putra yang masih menyangga tubuh Aswin.


********


" Sekarang Ibu dan Bapak harus mengakui, karena anak kalian sudah mengakuinya." Ucap seorang penyidik.


" Bohong itu, kami tidak terlibat. Mike pengusaha batu bara itu pelakunya, kami hanya korban." Ucap Siska.


" Benar Pak Polisi, kita hanya korban dan bukti rekaman itu juga kami di paksa." Ucap Hans membela diri.


" Kalian jangan menyangkal,Tania sudah mengakuinya dan kalian harus tahu Tania kini meninggal dunia." Ucap Putra yang masuk kedalam ruang penyidik.


" Nggak, nggak mungkin kamu pasti bohong agar kami mengakuinya." Ucap Siska.


" Pak, saya minta mereka di hukum seberat - berat nya dan untuk Mike harus segera di tangkap." Ucap Putra.


" Nggak, kita nggak salah dan Tania masih hidup.. kita di jebak..!!! " Teriak Siska.


" Baik bukti sudah cukup, kita tinggal bekerja sama dengan pihak berwajib wilayah Timur untuk proses penangkapan Mike." Ucap seorang Polisi.


******


" Benar Bos, sekarang anda sedang di cari pihak kepolisian. " Ucap salah satu anak bush Mike.


" Kurang ajar, kenapa tidak dari dulu saya menyingkirkan mereka bahkan wanita penyakitan itu."


" Sebaiknya segera tinggal kan kota ini sebelum terlambat."


" Besok jadwal kan penerbangan pertama menuju panama." Suruh Mike pada anak buahnya.


" Baik Tuan."


*********


Setelah acara pemakaman Tania, Aswin bersama Arya dan Putra mengantar Aswin hingga ke Asrama dan untuk membantu acara untuk tahlil malam harinya.


" Kamu istirahat, dari semenjak sebelum ke pemakaman kamu belum makan dan minum sampai sekarang." Ucap Arya.


" Hampa sekarang, tak ada lagi Tania dan Saya juga kehilangan calon bayi saya." Ucap Aswin.


" Put, saya mohon maafkan almarhumah istri saya, dia sudah mendapatkan balasan nya." Ucap Aswin.


" Saya sudah memaafkan nya, sebelum dia minta maaf Saya sudah maafkan. Sekarang kamu harus kuat dan ikhlas." Ucap Putra.


*****


" Iya baik terima kasih untuk info nya, Saya akan terbang kesana malam ini juga." Ucap Putra lalu menutup sambungan telepon nya.


" Siapa? " Tanya Arya.


" Polisi sudah menemukan alamat Mike, dan mereka telah menyusun strategi kemungkina besar Mike akan melarikan diri, sekarang mereka sedang melakukan pengintaian." Jawab Putra.

__ADS_1


" Saya ikut temani kamu." Ucap Arya.


" Tapi Aswin? " Ucap Putra.


" Pergilah, Saya ada keluarga yang menemani." Ucap Aswin.


" Maaf kalau di saat seperti ini Saya tidak bisa menghibur kamu." Ucap Putra.


" Urusan kamu lebih penting, dari pada Saya. Pergilah semoga setelah kembali dari sana kamu menemukan Senja." Ucap Aswin.


" Amin.. makasih, terima kasih. " Ucap Putra.


********


Dengan langkah tertatih dan memegang perut, Senja berjalan menuju sebuah rumah mewah,dengan mengendap dia memasuki halaman rumah lewat pintu samping yang sedikit terbuka, dan lepas dari pengawasan pihak keamanan.


Dengan sedikit masih menyimpan rasa trauma, Senja terus berjalan melawan rasa takut nya. Dan saat memasuki sebuah ruangan dimana tempat biasa orang yang dia benci selalu berada setiap hari di rumah nya.


Braaakkkk...


Senja memandang kamar yang luas itu tanpa penghuninya, dia mencari seisi kamar hingga kamar mandi pun tak ada, namun saat dia berbalik badan sosok Mike sedang berdiri di samping pintu dengan memegang sebuah pisau yang ada di tangan nya.


" Wah... wah.. rupanya mainan Saya kembali, apakah kamu kangen Sayang sama saya?" Ucap Mike dengan senyuman membunuh nya.


" Saya tidak akan pernah lepasin kamu Mike, kamu sudah bikin Saya rusak, dan lihat hasil perbuatan kamu saya mengandung anak kamu." Ucap Senja dengan perasaan sedikit gugup.


" Oh.. ya, berarti dia adalah calon pewaris keluarga saya." Ucap Mike berjalan mendekati Senja.


" Cuih.. saya tidak sudi,anak yang saya kandung ini mengenal ayah nya yang seorang mafia jahat tidak berkemanusian, yang telah merusak wanita yang melahirkan anaknya." Ucap Senja sembari terus berjalan mundur hingga dia memepet ke sebuah tembok.


" Saya tidak akan lepaskan kamu hidup - hidup, karena sudah berani masuk ke kandang macan."


" Stop kalau kamu melangkah lagi, Saya akan tembak kamu." Bentak Senja sambil menodongkan pistol nya.


" Waw... Saya jadi takut ya. " Ucap Mike santai.


" Saya serius Make, maju selangkah Saya akan tarik pelatuknya."


" Apakah itu ada pelurunya sayang!!! "


Dooorrr....


" Arrgggghhh...!! "


Tembakan Senja mengenai lengan Mike, dan Mike memegangi lengan nya yang tertembak, dan dengan santai Mike terus maju melangkahkan kakinya dengan santai.


Dooorrr......


Tembakan kedua mengenai lututnya, dan Mike terjatuh memegangi lututnya yang terluka.


" Ish.. rupanya menikah dengan seorang Tentara membuat kamu lebih pintar memakai senjata." Ucap Mike yang menahan rasa sakit nya.


" Rasa sakit kamu tidak sebanding dengan rasa sakit yang Saya rasa kan, dan rasa sakit ini akan terus membekas hingga mata Saya tertutup."


Dengan gerak cepat Mike bangkit dan mendorong tubuh Senja hingga jatuh menabrak jendela kaca kamar Mike.


Praaaangggg.....


Dooorrr... dooorrr.....


Srrreeettttt.......


" Aarggggghhh..... "

__ADS_1


Bruughhhh


__ADS_2