
Putra turun dari mobil nya saat setelah berkunjung ke salah satu kantor kecamatan bersama Mayor Lutfi. Namun saat dia sedang berjalan ada seorang wanita yang dari belakang terus mengikutinya.
Putra pun pura - pura untuk tetap santai, namun dengan gesit Putra lari hingga wanita itu kehilangan jejak Putra.
Wanita berkulit hitam manis nan eksotik ,hidung mancung dan rambut lurus kepang kuda dengan pakaian Dinas kesehatan.
Wanita itu terus melihat kanan dan kiri, namun tak dia temui.
" Lari nya kencang banget." Ucap nya lalu saat dia berbalik terkejut saat melihat lelaki yang dia kejar tepat di depan mata nya.
" Kamu? "
" Kenapa mengikuti Saya? " Tanya Putra.
" Ng - nggak kata siapa mengikuti." Jawab nya.
" Oh ya.. benar kah jadi sedang apa disini."
" Ehmm.. anu itu saya itu mau bertemu dengan Ayah... iya itu Ayah saya." Tunjuk nya pada Mayor Lutfi.
" Ayah..!! " Ucapnya langsung menggandeng lengan Mayor Lutfi.
" Ayah..!! " ucap Putra.
" Ada apa? " Tanya Mayor Lutfi.
" Dia anak Pak Lutfi?"
" Iya ini anak Saya Dahlia."
*******
" *Kalian sudah mempersiapkan acara untuk besok?
" Sudah, mereka pun datang sekitar jam 12 siang pesawat mereka turun*. "
***
Putra berjalan keluar namun tampak beberapa anggota keluar masuk Aula, namun saat Putra akan mendekati Aula tersebut Mayor Lutfi menghampirinya.
" Putra."
" Iya Pak Lutfi."
" Itu Aula apa ada acara? " Tanya Putra.
" Nggak itu sedang di bereskan saja." Jawab Mayor Lutfi.
" Oh.. sedang di beresin kirain ada apa." Ucap Putra.
" Hmm... Pak Lutfi Saya mau tanya kemarin itu anak Bapak? "
" Dahlia, iya dia anak Saya seorang Dokter."
" Oh... soalnya baru lihat Saya Pak."
" Dia baru pindah tugas, tadi nya di Kalimantan sekarang ingin ikut kami katanya di kota kelahiran nya.
*****
" Kamu..!!
" Kamu lagi."
" Mau ngikutin Saya lagi? " Tanya Putra saat malam hari dia bertemu dengan Dahlia.
" Enak saja, Saya tadi mau ke arah sana." Tunjuk Dahlia.
" Oh iya."
" Iya."
" Nama kamu Dahlia kan? "
" Kok tahu? "
" Kan Ayah kamu kemarin bilang nama kamu Dahlia."
" Kita kenalan." Ucap Dahlia dengan pede nya.
__ADS_1
" Sudah tahu kan nama Saya, nggak harus kenalan."
" Tapi belum secara resmi."
" Perlu gitu? "
******
" Ayah...!!! " Sapa Avan melalui panggilan video call nya.
" Halo.. sayang nya Ayah..!! Sapa Putra.
" Avan kangen nggak sama Ayah? "
" Nggak..!! "
" Loh kok nggak? "
" Avan nggak kangen, Ayah nggak pulang - pulang."
Putra tersenyum getir saat Avan mengucapkan nya, lalu panggilan itu beralih pada Andra.
" Bang, maaf Saya di tugas kan di Aceh, seperti nya Avan akan kami bawa ke Aceh." Ucap Andra.
Putra lalu diam senyum mengembang nya seakan hilang, lalu tanpa sadar mata nya sudah berkaca - kaca.
" Bawalah Avan, karena dia dekat dengan kalian. Bila ada waktu Saya akan menjenguknya, asal komunikasi setiap hari."
" Iya Bang itu pasti karena bagaimana pun Avan harus tahu Ayah nya dan harus dekat dengan Ayah nya. "
" Titip Avan."
" Iya Bang."
Setelah melakukan panggilan telepon nya Putra menatap photo Senja yang ada di atas nakas.
" Sayang, maaf kan Abang belum bisa bersama Avan. Tapi Abang janji suatu saat nanti Avan akan Abang asuh sendiri."
*****
" Ayah itu Aula ada apaan?" Tanya Dahlia.
" Siapa Ayah? " Tanya Dahlia.
" Kamu juga nanti tahu." Jawab Pak Lutfi.
" Kamu nggak Dinas hari ini? " Tanya Pak Lutfi kembali.
" Hari ini dapat shift malam di rumah sakit." Jawab Dahlia.
****
Putra pun baru kembali dari kantor kecamatan karena Ada suatu kegiatan beberapa hari ini, namun saat sampai di Batalyon nampak sangat sepi tak ada satu pun Para Anggota bahkan lalu lalang mereka pun tak ada.
" Ini pada kemana? " Ucap Putra saat berjalan sembari melihat kanan kiri.
" Kalau ada Penjahat masuk gimana." Putra terus mengoceh sendiri sembari berjalan.
Namun Putra merasa sangat aneh di Aula seperti ada sesuatu yang mencuriga kan, Putra berjalan mendekati Aula Putra pun membuka pintu Aula tersebut secara perlahan.Gelap, semua jendela tertutup gorden dan lampu mati. Suara alunan musik pun berbunyi dengan Para Anggota dan Ibu - Ibu persit bernyanyi.
" Perasaan kayak ada yang aneh, kemarin katanya sedang di perbaiki tapi ini seperti biasa - biasa saja.
Namun tiba - tiba layar proyektor menyala, Putra tampak terkejut saat melihat dirinya sedang latihan menembak, terjun payung, bela diri dan masih banyak lagi.
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia
__ADS_1
Selamat panjang umur dan bahagia
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Putra hanya bisa tersenyum, dan Putra lupa bahwa hari ini dirinya ulang tahun. Lalu yang membuat terkejut adalah saat Andra membawa kue ulang tahun dan Kinan yang menggandeng tangan Avan.
Putra tersenyum haru saat melihat Avan berada di depan matanya.
" Terima kasih."
Putra pun lalu meniup lilin di kue tart yang di bawa Andra.
" Selamat ulang tahun Bang."
" Terima kasih, terima kasih semuanya kejutan yang sangat luar biasa."
Putra pun lalu menggendong Avan dan menciumi kedua pipi gembul Putra nya.
" Ayah kangen sayang." Ucap Putra sembari memeluk erat tubuh Avan.
" Selamat ulang tahun Kapten Putra." Ucap salah satu ibu persit.
" Terima kasih, terima kasih semuanya jujur saya lupa kalau hari ini saya ulang tahun."
" Siapa anak kecil itu, seperti nya Pak Kapten sangat dekat sekali." Ucap Dahlia dari jauh.
******
" Kalian rupanya sudah merencanakan nya ya? " Ucap Putra sambil memangku Avan yang sedang makan es krim.
" Kejutan lah Bang, akhirnya suami saya bisa Dinas sama Abang." Ucap Kinan.
" Iya Bang, pas banget kita datang tanggal ulang tahun Abang ya sudah kita minta kerja sama dengan para Anggota disini." Ucap Andra.
" Akhirnya kita sama - sama lagi sayang." Ucap Putra sembari memeluk erat Avan.
" Tapi Avan nggak kangen sama Ayah." Tiba - tiba Avan mengucapkan nya lagi dan membuat sesak di dada Putra.
" Kan sekarang Ayah sudah sama Avan."
" Tapi nanti Ayah bakalan tinggalin Avan lagi."
" Nggak sayang, Avan akan selalu di samping Avan mulai sekarang."
" Janji..!! "
" Janji..!! "
Avan lalu mencium pipi Putra lalu tangan kecilnya memeluk tubuh Putra setelah menaruh cup es krim nya di meja.
" Avan kangen sama Ayah, jangan tinggalin Avan lagi."
Dukung terus karya - karya Author tentang Abdi Negara jadikan Favorite di Rak Baca Reader's.
Satu Cinta Untuk 2 Prajurit ( On Going)
Merpati Ku Yang Hilang ( End)
Selalu dukung terus jadikan Favorite, kasih nilai ⭐⭐⭐⭐⭐, vote dan hadiah.
Follow
FB : Herliyah puspa
IG : Puspa Hartono
__ADS_1
atau bisa gabung di GC Miss Puspa Untuk bisa ngobrol langsung dengan Author.