Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Aku Istri Kapten Putra Nagara


__ADS_3

Status Senja sudah dinaikan secara hukum Militer, dan pernikahan mereka pun telah terdaftar. Kini mereka berdua menempati perumahan Asrama TNI, dan Senja sudah mulai belajar menguasai emosi nya sikon sekitar lingkungan nya, dan menjadi seorang istri. Walau masih ada sedikit rasa trauma yang masih belum hilang.


" Abang ini kopinya." Senja Meletakan secangkir kopi di atas meja.


" Makasih sayang." Ucap Putra setelah mentali sepatu nya dan meminum kopi bikinan istri nya.


" Sayang besok jadwal kontrol 2 Dokter ya, kandungan sama Dokter specialis jiwa." Ucap Putra kembali.


" Bang, Senja sudah sembuh malah nggak takut lagi sama orang - orang sekitar." Senja tertunduk sedih.


" Tapi rasa trauma kamu masih ada sayang sedikit." Ucap Putra sedikit bersedih karena selama menjadi suami istri, Putra belum pernah menyentuh Senja, karena Senja selalu takut dan masih terbayang rasa trauma yang dia alami.


" Abang pasti berfikir karena Senja takut kalau di sentuh!!! "


" Abang selalu bersabar sayang." Ucap Putra sambil membelai rambut Senja yang panjang.


*******


" Bu Aswin, mau belanja ya? " Sapa Ibu Iqbal istri Sertu Iqbal.


" Iya Bu. " Balas Tania datar dengan wajah yang tidak bersahabat.


" Eh.. Ibu - ibu, istri Kapten Putra cantik loh. Tapi mereka baru menikah, kok perut nya sudah besar ya kayak orang hamil."


Tania lalu langsung menyimak pembicaraan para istri TNI, dan langsung menyela pembicaraan mereka.


" Ibu - ibu, Saya kenal istri Pak Putra. Dia sepupu Saya, tapi orang nggak waras." Ucap Tania.


" Nggak waras bagaimana Bu?" Tanya Ibu Firman.


" Stress bu, dan tahu nggak dia hamil sama pria lain, karena kasihan Kapten Putra menikahi Senja padahal Kapten Putra adalah pacar Saya ibu - ibu." Ucap Tania pura - pura bersedih.


" Astagfirullah sabar Ya Bu Aswin, sekarang ibu mendapatkan Pak Aswin yang baik nya tidak kalah sama Pak Putra.


******


Sore hari ada kegiatan senam untuk Ibu - ibu, Senja ikut membaur dengan ibu persit lain nya. Namun saat Senja menyapa mereka, dan bersalam banyak yang berbisik tentang Senja.

__ADS_1


Senja duduk sendiri, dan saat Tania datang Senja merasa tidak nyaman dan rasa takut trauma nya kembali.


" Hi.. kita ketemu lagi, bagaimana anak lelaki tua itu? Sungguh keberuntungan Bang Putra mau menjadi ayah nya." Ucap Tania sambil berbisik.


Senja tampak pucat, keringat dingin menjulur di tubuh nya, seketika dada nya kembali sesak.


" Tolong jauhi Saya, jangan apa - apakan saya." Pinta Senja sembari memegang dada nya dan satu tangan nya berpegangan pada sisi bangku.


" Wah, Ibu Aswin sungguh baik ya, sudah tahu saudaranya nikung tapi masih akrab." Ucap salah satu istri perwira.


" Iya Bu, karena Saya sih orang nya berlapang dada." Ucap Tania dengan senyum palsunya.


*******


" Tadi bagaimana kegiatan sore?" Tanya Putra sembari mengusap perut Senja.


" Bang seperti nya Saya nggak mau tinggal disini, lebih baik di panti atau beli rumah saja." Jawab Senja.


" Kenapa, tidak betah atau kurang besar rumah nya?" Tanya Putra.


" Senja nggak pantas dengan istri Anggota lain nya, Senja lebih pantas jadi orang biasa." Jawab Senja dengan meremas dada nya yang mulai sakit kembali.


Senja menggelengkan kepala nya, dan segera beranjak meninggalkan Putra mengambil inhaler nya.


Putra pun ikut menyusul Senja yang sedang menggunakan inhaler nya. Dan lalu duduk di tepi tempat tidur.


" Senja sudah bilang , kalau Senja tidak pantas menjadi istri Abang. Apalagi ini hamil anak pria yang telah merusak hidup Saya Bang." Tiba - tiba Senja membentak Putra.


" Abang nggak peduli, dengan orang nanti kalau bilang itu bukan anak Abang. Kalau bukan Abang siapa yang akan menjadi Bapaknya, dia saja pasti tidak akan mau menerima anak yang kamu kandung." Ucap Putra yang sudah emosi tapi dia tahan.


" Pasti Abang malu, pasti hiks.. hiks... hiks.. "


*********


" Abang maaf hari ini stok bahan makanan habis, Senja belanja dulu ya Bang." Ucap Senja yang sudah membawa dompetnya.


" Iya." Ucap Putra datar karena masih mengingat tentang kejadian kemarin bersama istri nya tentang pernikahan nya.

__ADS_1


Putra terus memandangi punggung istri nya yang hanya menggunakan daster yang dia rangkap dengan sweeter dan rambut di kucir kuda.


" Abang nggak terima, kamu di perlakukan seperti ini."


**


" Pagi Ibu - ibu." Sapa Senja sambil tersenyum.


" Pagi juga Ibu Putra." Sapa salah satu istri anggota. Dan di balas senyuman dari Ibu - ibu lain yang sedang belanja sayuran.


" Cantik ya tapi sayang nggak waras."


" Iya, dan kasihan Pak Putra menanggung anak yang di kandung nya, karma menikung pacar saudara sendiri malah suruh tanggung jawab."


" Ih.. iya ya Bu, kasihan Pak Putra nya."


Senja yang sedikit mendengar bisik - bisik yang membicarakan nya, langsung menyelesaikan belanjaan nya.


" Mari Ibu - ibu, saya duluan." Ucap Senja lalu bergegas meninggalkan Ibu - ibu yang sedang bergosip.


" Ibu Putra pasti dengar yang kalian bicara kan, kalau sampai Pak Putra tahu bisa kena suami kita."


" Kita kan bicara sesuai fakta dari saudaranya."


***


Braaaakkkk.....


Senja melempar belanjaan nya dan memasuki kamarnya lalu melempari semua yang ada di dalam kamar.


" Aaargghhhhh..... "


Praaanggg......


" Hiks... hiks... Saya sudah bilang, kalau Saya nggak pantas jadi istri Abang hiks.. hiks... "


Senja lalu mengambil semua isi pakaian nya di seluruh lemari pakaian nya. Dan dia melepaskan cincin pernikahannya di atas meja rias.

__ADS_1


" Abang... maaf kan Saya hiks... hiks.. sudah sampai disini saja Bang, jangan cari Senja lagi biar Senja menanggung semua nya hiks... hiks... "


__ADS_2