Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Biarlah Saya Disisimu


__ADS_3

" Kalian itu seperti anak kecil saja, berkelahi di pertontonkan oleh orang banyak." Bentak Danyon mereka.


" Siap salah!! " Ucap Putra dan Aswin.


" Apa masalah kalian? " Bentak Danyon.


" Kapten Putra menarik paksa istri Saya dan menuduh telah menyiksa istri Kapten Putra." Ucap Aswin.


" Kamu sudah menikah Kapten? "


" Benar, siap salah."


Danyon mereka langsung duduk di kursi dan memegang pelipisnya.


" Kenapa nggak bilang sudah menikah?" Tanya Danyon.


" Saya mau pengajuan, tapi istri Saya terjadi sesuatu. Dan saya beramsumsi bahwa Tania istri Aswin terlibat, karena semasa tinggal bersama mertua Aswin selalu di perlakukan dengan kasar." Ucap Putra.


" Tapi tidak ada bukti nya." Ucap Aswin.


" Saya yakin ada kaitannya." Ucap Putra.


" Ada lagi yang kalian simpan? "


" Maaf, istri Saya setelah menikah di culik dia sekarang hamil dan depresi berat. Tapi Saya akan tetap pengajuan nikah." Ucap Putra.


" Baik, rendam berita ini. Dan segera lah kamu naikan pernikahan kalian." Ucao Danyon.


" Siap, terima kasih."


*********


" Maaf kan Senja Bang, jangan paksa Senja untuk bersama Abang."


Senja menaiki kursi yang sudah ada sejuntai tali yang menggantung dari angin - angin pintu kamar mandi, dengan perlahan Senja memasukan tali yang melingkar ke leher nya.


Braaakkkk...

__ADS_1


Plaaak... Plaaakkk


" Hiks.. hiks... Abang....!!! Ucap Senja saat aksinya di ketahui oleh Putra yang mengetahui saat memasuki kamar mereka berdua.


" Dasar kamu apa nggak memikirkan dua kali hah.., apa yang ada di pikiran kamu saat ini, hingga buntu begitu hah... " Bentak Putra.


" Hiks... hiks... Senja ingin akhiri saja Bang, Senja nggak mau menanggung aib ini hiks.. hiks.. "


" Kita sama - sama sayang, kita rawat anak ini sama - sama. Abang nggak akan meninggalkan kamu sayang." Ucap Putra sambil memegang kedua bahu Senja.


" Hiks.. hiks... nggak Bang, nggak Senja nggak Bang hiks... hiks... "


Plaaak....


" Bicara sekali lagi."


Plaaak...


" Sekali bicara, Abang sudah mantap."


Sejenak Senja diam dan sesenggukkan, lalu Putra menarik ke dalam rekapan nya.


" Abang akan menikahi kamu secara hukum, pernikahan kita tetap lanjut sayang. Abang sudah memilih kamu adalah bidadari surga Abang!! "


*****


" Jadi kalian sudah siap pengajuan nikah?" Tanya Pak Wahyu.


" Iya Ayah, terus juga kasihan usia kandungan Senja juga sudah mau memasuki 2 bulan, anak ini harus lahir dengan identitas yang jelas." Jawab Putra.


" Kamu sudah siap kan, pernikahan kita dinaika? " Tanya Putra.


" Iya Bang, Senja siap." Jawab Senja.


*******


" Mami Papi kalau nggak Bang Aswin cepat datang, kayak nya Saya sudah remuk kena suami nya Senja. " Ucap Tania.

__ADS_1


" Kamu harus hati- hati nak, jangan sampai d


ia tahu siapa dalang di balik ini semua. " Ucap Siska.


" Termaksuk suami kamu, kalau kita ini terlibat." Ucap Hans.


Tanpa mereka sadari Aswin sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka bertiga.


" Apakah yang di katakan Putra memang benar, istri Saya ini terlibat begitu pun juga kedua mertua Saya. Jangan - jangan, mereka adalah dalang di balik ini semua."


******


Pengajuan nikah pun sudah selesai, tinggal mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA, rasa bahagia menyelimuti mereka berdua, dan Senja sedikit demi sedikit sudah bisa beradaptasi dan sedikit hilang rasa trauma nya.


" Sayang capek? " Tanya Putra saat sedang duduk di bawah pohon di lingkungan Batalyon.


" Capek Bang, punggung nya sakit." Jawab Senja dengan manja.


" Sini Abang usap ya." Ucap Putra sambil mengusap punggung Senja, karena Kehamilan nya Senja sering mengeluh capek.


" Bang, Senja mau minum yang seger - seger." pinta Senja.


" Mau minum apa sayang?" Tanya Putra.


" Es jeruk." Jawab Senja.


Setelah menunggu sekitar 10 menit, Putra membawa dua gelas es jeruk, dengan mata berbinar Senja langsung menyeruput minuman nya.


" Seger? " Tanya Putra.


" Seger Bang." Jawab Senja.


Lalu Putra mengusap perut Senja yang sudah terlihat, dan dia perlahan mencium perut istri nya.


" Jangan rewel ya sayang, kasihan mamah." Ucap Putra.


Sesaat air mata Senja, jatuh membasahi kedua pipi nya. dan langsung di usaplah oleh kedua tangan nya.

__ADS_1


" Menangis lah sayang, kalau ini membuat kamu lega. Jangan berfikir yang tidak - tidak, Abang masih mencintai kamu, dan Abang mencintai calon anak kamu, dan calon anak Abang juga yang kamu kandung dan kita sama - sama menunggu hari kelahirannya." Ucap Putra.


" Terima kasih Bang, terima kasih..!!! " Ucap Senja sembari menghapus air mata nya.


__ADS_2