
" Kalian itu seperti anak kecil saja, berkelahi di pertontonkan oleh orang banyak." Bentak Danyon mereka.
" Siap salah!! " Ucap Putra dan Aswin.
" Apa masalah kalian? " Bentak Danyon.
" Kapten Putra menarik paksa istri Saya dan menuduh telah menyiksa istri Kapten Putra." Ucap Aswin.
" Kamu sudah menikah Kapten? "
" Benar, siap salah."
Danyon mereka langsung duduk di kursi dan memegang pelipisnya.
" Kenapa nggak bilang sudah menikah?" Tanya Danyon.
" Saya mau pengajuan, tapi istri Saya terjadi sesuatu. Dan saya beramsumsi bahwa Tania istri Aswin terlibat, karena semasa tinggal bersama mertua Aswin selalu di perlakukan dengan kasar." Ucap Putra.
" Tapi tidak ada bukti nya." Ucap Aswin.
" Saya yakin ada kaitannya." Ucap Putra.
" Ada lagi yang kalian simpan? "
" Maaf, istri Saya setelah menikah di culik dia sekarang hamil dan depresi berat. Tapi Saya akan tetap pengajuan nikah." Ucap Putra.
" Baik, rendam berita ini. Dan segera lah kamu naikan pernikahan kalian." Ucao Danyon.
" Siap, terima kasih."
*********
" Maaf kan Senja Bang, jangan paksa Senja untuk bersama Abang."
Senja menaiki kursi yang sudah ada sejuntai tali yang menggantung dari angin - angin pintu kamar mandi, dengan perlahan Senja memasukan tali yang melingkar ke leher nya.
Braaakkkk...
__ADS_1
Plaaak... Plaaakkk
" Hiks.. hiks... Abang....!!! Ucap Senja saat aksinya di ketahui oleh Putra yang mengetahui saat memasuki kamar mereka berdua.
" Dasar kamu apa nggak memikirkan dua kali hah.., apa yang ada di pikiran kamu saat ini, hingga buntu begitu hah... " Bentak Putra.
" Hiks... hiks... Senja ingin akhiri saja Bang, Senja nggak mau menanggung aib ini hiks.. hiks.. "
" Kita sama - sama sayang, kita rawat anak ini sama - sama. Abang nggak akan meninggalkan kamu sayang." Ucap Putra sambil memegang kedua bahu Senja.
" Hiks.. hiks... nggak Bang, nggak Senja nggak Bang hiks... hiks... "
Plaaak....
" Bicara sekali lagi."
Plaaak...
" Sekali bicara, Abang sudah mantap."
Sejenak Senja diam dan sesenggukkan, lalu Putra menarik ke dalam rekapan nya.
" Abang akan menikahi kamu secara hukum, pernikahan kita tetap lanjut sayang. Abang sudah memilih kamu adalah bidadari surga Abang!! "
*****
" Jadi kalian sudah siap pengajuan nikah?" Tanya Pak Wahyu.
" Iya Ayah, terus juga kasihan usia kandungan Senja juga sudah mau memasuki 2 bulan, anak ini harus lahir dengan identitas yang jelas." Jawab Putra.
" Kamu sudah siap kan, pernikahan kita dinaika? " Tanya Putra.
" Iya Bang, Senja siap." Jawab Senja.
*******
" Mami Papi kalau nggak Bang Aswin cepat datang, kayak nya Saya sudah remuk kena suami nya Senja. " Ucap Tania.
__ADS_1
" Kamu harus hati- hati nak, jangan sampai d
ia tahu siapa dalang di balik ini semua. " Ucap Siska.
" Termaksuk suami kamu, kalau kita ini terlibat." Ucap Hans.
Tanpa mereka sadari Aswin sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka bertiga.
" Apakah yang di katakan Putra memang benar, istri Saya ini terlibat begitu pun juga kedua mertua Saya. Jangan - jangan, mereka adalah dalang di balik ini semua."
******
Pengajuan nikah pun sudah selesai, tinggal mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA, rasa bahagia menyelimuti mereka berdua, dan Senja sedikit demi sedikit sudah bisa beradaptasi dan sedikit hilang rasa trauma nya.
" Sayang capek? " Tanya Putra saat sedang duduk di bawah pohon di lingkungan Batalyon.
" Capek Bang, punggung nya sakit." Jawab Senja dengan manja.
" Sini Abang usap ya." Ucap Putra sambil mengusap punggung Senja, karena Kehamilan nya Senja sering mengeluh capek.
" Bang, Senja mau minum yang seger - seger." pinta Senja.
" Mau minum apa sayang?" Tanya Putra.
" Es jeruk." Jawab Senja.
Setelah menunggu sekitar 10 menit, Putra membawa dua gelas es jeruk, dengan mata berbinar Senja langsung menyeruput minuman nya.
" Seger? " Tanya Putra.
" Seger Bang." Jawab Senja.
Lalu Putra mengusap perut Senja yang sudah terlihat, dan dia perlahan mencium perut istri nya.
" Jangan rewel ya sayang, kasihan mamah." Ucap Putra.
Sesaat air mata Senja, jatuh membasahi kedua pipi nya. dan langsung di usaplah oleh kedua tangan nya.
__ADS_1
" Menangis lah sayang, kalau ini membuat kamu lega. Jangan berfikir yang tidak - tidak, Abang masih mencintai kamu, dan Abang mencintai calon anak kamu, dan calon anak Abang juga yang kamu kandung dan kita sama - sama menunggu hari kelahirannya." Ucap Putra.
" Terima kasih Bang, terima kasih..!!! " Ucap Senja sembari menghapus air mata nya.