Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Buat Aku Untuk Mencintai Seperti Dirinya


__ADS_3

Dahlia memejamkan matanya saat Putra mendapatkan wajahnya pada Dahlia, ada rasa getaran di setiap hembusan nafas dengan hati Yang bergejolak di antara mereka berdua.


" Disini Saya menyatakan nya , disini pula saya melepaskan untuk selamanya dan disini pula saya ingin memulainya lagi. Saya ingin lebih, perasaan ini lebih pada kamu." Ucap Putra Yang menautkan kening nya pada kening Dahlia.


" Rasa ini pertama Saya rasakan saat lihat kamu, rasa ini tak bisa saya singkirkan hati ini ingin memiliki lebih dari sekedar suka." Ucap Dahlia.


Putra mendekatkan wajahnya dan menampilkan bibir nya mereka saling menempel dan ******* saat dua bibir bersatu.


" Jadilah selalu pelita hatiku, jangan pernah membuat sejuta rindu Yang tak pernah berujung hingga tak menyentuh." Ucap Putra.


" Saya akan menjadi pelita hatimu, dan membuat rindu Yang akan tersalurkan." Ucap Dahlia dengan senyuman.


*****


" Hmmm... makasih sudah mengantar pulang." Ucap Dahlia.


" Iya, besok berangkat Seperti biasa? " Tanya Putra.


" Iya, tapi pulang telat karena ada operasi." Jawab Dahlia.


" Hmm.. Dahlia bisakah mulai sekarang panggilan Saya adalah Abang!!! "


Dahlia menatap lekat kedua mata Putra dengan seutas senyuman untuk pria Yang ada di depan nya.


" Abang Dahlia pamit, semoga malam ini mimpi Yang indah." Ucap Dahlia.


" Iya sayang...!!! " Hingga membuat kedua nya tertawa di dalam mobil dan Putra pun tiba - tiba menarik tengkuk leher Dahlia dan mencium bibir nya kembali.


" Abang..!! " Tatapan tajam Dahlia membuat Putra tertawa.


" Mimpikan Abang." Ucap Putra.


******

__ADS_1


Putra berjalan sembari senyum - senyum sendiri dan itu di ketahui oleh beberapa Anggota Yang melihat Kapten Putra tersenyum sendiri.


" Pak Kapten kenapa ya? "


" Mungkin sedang bahagia."


" Tapi senyum - senyum sendiri."


" Jangan - jangan Kapten kita....!!! "


" Bicara apa kalian? " Tegur Andra saat berjalan melihat beberapa Anggota Yang sedang membicarakan Putra.


" Maaf Bang, kita tidak bicara apa - apa." Ucap Salah satu Anggota.


" Cepat Sana pergi sebelum saya ledak kan mulut kalian agar tidak bergosip lagi." Ucap Andra lalu mereka semua meninggalkan Andra.


*******


Putra memandang Photo Senja Yang ada di nakas samping tempat tidur.


Putra mengusap figura photo Senja, seutas senyuman saat dirinya bisa memulai membuka hati.


" Terima kasih untuk sejuta kenangan Yang kamu berikan untuk Abang, selamanya kenangan terindah kamu akan Abang simpan di hati ini."


Putra pun lalu berbaring di samping tubuh Avan, dan Putra memeluk Avan Yang tengah tertidur pulas dengan gaya Yang menggemaskan.


*******


Dahlia memegang bibir nya sembari senyum mengingat ketika Putra pertama kali menyentuh bibir nya.


" Abang Putra sayang... " Dahlia tersenyum guling - guling di atas tempat tidur, lalu membuka galeri Photo Putra Yang dia ambil secara hidden camera.


" Akhirnya Saya jadi pacar Pak Kapten, nggak menyangka Cinta pada pandangan pertama bersambut. "

__ADS_1


Dahlia menciumi photo Putra Yang ada di galeri ponselnya, lalu dia mencari nama di kontak ponselnya.


" Aduh, saya belum punya nomer ponselnya Bang Putra masa pacar sendiri belum dapat nomer ponselnya, akh.. nggak apa - apa Yang penting sudah dapat orang nya." Dahlia kembali senyum - senyum sendiri sembari guling - guling di atas tempat tidur.


*******


Dahlia pagi - pagi sudah berada di teras depan rumah Putra, pintu Yang masih tertutup rapat namun terdengar suara anak kecil Yang sedang melempari sebuah benda.


Praang....


Praaanngg...


" Bang... jangan di lempari nanti rusak semua mainan nya." Terdengar suara Putra dari dalam rumah nya lalu Dahlia mengetuk pintu rumah Putra.


Tok... Tok.. Tok...


" Assalamualaikum." Ucap Dahlia.


" Walaikumsalam." Ucap Putra lalu tidak lama pintu terbuka.


" Dahlia." Ucap Putra.


" Menganggu ya Bang." Ucap Dahlia.


" Nggak, masuk yuk." Ajak Putra.


Dahlia pun masuk, saat melihat rumah Kapten Putra sudah Seperti kapal pecah, semua mainan berserakan kemana - mana.


" Maaf ya berantakan Seperti ini setiap hari." Ucap Putra sembari membereskan mainan Milik Avan.


" Nama nya juga anak kecil Bang." Dahlia membantu memunguti mainan Avan Yang berserakan di lantai.


Saat Putra sedang memberesi mainan Avan ponsel Putra berdering, lalu Putra pun melihat siapa Yang menelepon nya namun tanpa nama.

__ADS_1


Putra lalu menekan tombol warna hijau dan menerima panggilan tersebut.


" Halo...!!! " Mata Putra membulat saat mendengar suara Yang ada di seberang.


__ADS_2