Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Aku Memilih Mu Untuk Menjadi Persit Hatiku


__ADS_3

" Serius Bang? " Tanya Andra.


" Iya, Saya sudah memilih hati ini untuk Dahlia." Jawab Putra.


" Abang sudah benar - benar menerima Dahlia untuk menjadi pendamping hidup? " Tanya Andra.


" Insya Allah Saya akan menjalani nya dengan Dahlia." Jawab Putra.


" Semoga Dahlia Cinta sejati sampai mati Bang."


" Amin...!! "


*******


Putra bersandar di samping mobil dengan memakai kacamata hitam, saat ini Putra memakai pakaian bebas celana jeans, kaos warna putih berbalut jacket warna hitam.


Dari jauh nampak Dahlia berjalan gontai dengan rambut Yang asal dia kuncir.


" Bang..!! " Sapa Dahlia sembari mencium punggung tangan Putra.


" Kusut banget kayak baju belum di setrika." Ucap Putra.


" Capek habis operasi lima jam." Ucap Dahlia sembari bersandar di bahu Putra.


" Mau langsung pulang atau makan dulu? "


" Makan sama Avan ya..!! "


" Boleh, nanti kita mampir beli makanan dulu."


*******


" Horeeee.... ayam goleng. saus keju..!! " Ucap Avan kegirangan saat Dahlia memberi Avan ayam goreng saus keju di piring kesayangan nya.


" Avan suka? " Tanya Dahlia.


" Suka Tante, enak." Jawab Avan sembari mensuir ayam goreng nya.


" Mau Tante suapin?"


" No.. Tante, kata Ayah sudah besar harus makan sendiri nggak boleh di suapin."


" Ooh... Avan sudah besar, emang Avan sekolah nya kelas berapa? "


" Avan udah SMA kelas 12 " Sambil menunjukkan jari nya satu dan dua.

__ADS_1


Dahlia tersenyum melihat tingkah lucu Avan dan bikin gemas Yang lihat nya dengan tubuh gemuk dan pipi Yang chubby.


***


" Avan tidur ya? " Tanya Putra saat melihat Avan Yang tidur di pangkuan Dahlia.


" Iya habis ngoceh - ngoceh sambil makan snack eh langsung tidur." Jawab Dahlia.


" Avan memang gitu,makan sudah kenyang langsung tidur." Ucap Putra sembari mengusap rambut Avan.


" Dahlia, Mau nggak kamu jadi Ibu sambung Avan? " Tanya Putra tiba - tiba.


Dahlia menatap Mata Putra seakan mencari kebohongan di Mata nya.


" Abang nggak minta jawaban sekarang, kita jalani saja dulu, kita juga sudah dewasa nggak mungkin kita seperti ini terus."


Dahlia tersenyum malu pada Putra lalu membelai rambut Avan, dan mengusap lembut pipi chubby milik Avan.


" Insya Allah Saya siap mendampingi Bang Put." Ucap Dahlia.


" Alhamdullilah.. terima kasih."


*****


" Saya berniat mengajak ibadah dengan anak Bapak, dan Bapak juga tahu status Saya ini duda anak satu." ucap Putra.


" Kalau Saya kembalikan kembali pada Dahlia, karena Saya sebagai orang tua hanya mendukung." Ucap Pak Lutfi.


Pak Lutfi lalu menatap ke arah Dahlia meminta suatu jawaban langsung dari putri satu - satu nya.


" Bagaimana Dahlia? " Tanya Pak Lutfi.


" Saya Mau pak jadi pendamping hidup Bang Putra." Ucap Dahlia.


" Alhamdullilah..!! " Ucap Pak Lutfi.


*****


" Jadi kapan Abang akan melamar Dahlia? " Tanya Kinan.


" Insya Allah secepatnya." Jawab Putra.


" Papah sama Mamah akan temani Abang melamar Dahlia, karena hanya mereka keluarga Abang punya. " Ucap Kinan.


" Terima kasih." Ucap Putra.

__ADS_1


******


Putra duduk berjongkok di hadapan makam Senja setelah membaca doa dan menabur bunga di atas makam.


" Sayang, maaf bila kamu ada di samping Abang mungkin kamu akan marah, tapi bukan maksud Abang akan melupakan kamu. Maaf Abang jatuh Cinta lagi, dengan Yang sekarang Abang ingin menjalani suatu hubungan Yang sangat serius, hubungan Yang benar - benar terikat sehidup semati. Tapi kamu tetap lah Yang pertama di hati Abang, tapi mungkin tidak seperti dulu namun kamu tetap Abang simpan di hati dengan sejuta kenangan indah saat kita bersama. Terima kasih untuk semua kenangan Yang kita lalui bersama, kamu tetap lah Cinta pertama Abang sampai menutup Mata, semoga di keabadian kita bisa bersama kembali. "


Putra mencium nisan , dan mengusap nama MENTARI SENJA TIMUR dengan seutas senyuman Putra lalu beranjak dari makam Senja.


*****


Putra memasukan semua barang - barang kenangan milik Senja kedalam sebuah kotak besar termasuk dengan Photo Yang ada di nakas.


" Walau photo kamu tak terpajang di kamar ini lagi, kamu akan tetap terselip di hati Abang dan Avan." Putra memasukan photo Senja ke dalam kotak.


Dan membuka sebuah laci tersimpan sebuah cincin Yang menemani Putra selama 20 tahun.


" sejuta harapan dengan cincin ini, benda ini sudah kembali ke pemilik nya, sekarang kamu akan tersimpan dengan kenangan lain di kotak besar ini. "


senyum mengembang dan terasa menyentuh hati, Mata Putra pun berkaca - kaca sekilas mengingat Senja dengan dirinya.


" Semoga kamu bisa membuat Saya selalu jatuh Cinta, seperti Saya mencintai MENTARI SENJA TIMUR. "


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sejuta kenangan indah penulis...


ini mungkin hanya sebuah cerita biasa tapi bagi Saya ini adalah sebuah hal Yang luar biasa.


Pertama kali saya mengenal dia sang mantan, namun lebih dulu mengenal dia Yang lebih memilih untuk jadi sahabat.


Saya entah seperti apa perasaan saat itu, Saya berharap dari dia, namun dia pun mempunyai rasa tapi tak mau di ungkap kan.


kedekatan Aku dengan nya dan hanya memilih diam, hingga membawa ku menjalin hubungan dengan sang mantan hingga kita mengikat janji sehidup semati.


Saat itu terungkap rasa Cinta pun Ada, begitu pun pula Saya ,tapi Saya tetap lah Saya memilih sang mantan karena dia hadir di saat kita saling diam menutupi perasaan.


Diam nya dia penuh arti saat mengatakan perasaan nya, dan satu kata Yang sampai saat ini kita masih tetap berhubungan Mungkin kita tidak di ditakdirkan berjodoh tapi kita ditakdirkan untuk menjadi sabahat.


Lapang dada nya, ikhlas hati nya hingga dia pun menemukan jodoh dunia akhirat , dimana di hari bahagia Saya dan sang mantan hadir membawa doa untuk kami berdua.


Terima kasih sabahat... darimu Saya bisa belajar apa itu rasa ikhlas.. semoga selalu bahagia bersama Bidadari surga dunia akhirat mu... Amin....


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dari kisah Ujung Timur ( Penantian Sang Prajurit) kita bisa petik arti rasa ikhlas walau awal mungkin terasa berat . Karena ikhlas itu sangat berat untuk di kerjakan, namun sangat luar biasa untuk diri kita .

__ADS_1


__ADS_2