Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Calon Baby Boy


__ADS_3

" Selamat ya Pak Kapten Ibu Dokter ternyata ada belalainya."


Wajah Putra nampak bahagia saat melihat calon anaknya adalah laki - laki.


" Kita akan punya calon jagoan yank." Ucap Putra sambil mengecup kening Dahlia.


" Alhamdulillah, Avan punya teman main ya Bang."


" Nanti rutin ya check up biar tahu perkembangan calon bayinya."


*******


Doorrrr...


Doorrrr..


" Awwwww.... " Pak Lutfi tiba - tiba terbaring tergeletak saat di tembak oleh Avan.


" Horeeee... kakek tertembak." Ucap Avan sambil bersorak.


" Aduh.. capek Avan, kakek istirahat dulu ya nak." Ucap Pak Lutfi sembari nafas ngos - ngos an.


" Akh payah kakek...!! " Avan duduk di samping Pak Lutfi.


" Cita - cita kamu jadi apa nak? "


" Avan Mau seperti Kakek dan Ayah, menjadi seorang prajurit tangguh.


******


" Alhamdulillah berarti kakek punya cucu jagoan semua nya nih." Ucap Pak Lutfi.


" Semoga sampai persalinan nanti lancar, Sehat Bunda sama calon dedek bayinya." Ucap Putra.


" Amin...!!! "


" Nanti kalau sudah lahir bisa main tembak - tembakan, sama perang - perangan horeeee... "

__ADS_1


Dahlia menatap bahagia saat berkumpul bersama seperti ini, dengan mengusap perut nya yang sudah nampak buncit sesekali membenarkan posisi duduk nya.


*******


" Bund, nanti kalau sudah lahir kita pindah ke rumah baru ya, Bunda kan dulu ingin punya rumah sama tempat praktek jadi biar nggak bolak balik jauh, dan selalu dekat sama anak - anak." Ucap Putra.


" Abang sudah dapat rumah nya? "


" Sudah, tapi Bunda cocok nggak nanti Bunda lihat sendiri saja, kalau cocok Ayah akan bayar itu rumah."


" Dimana? "


" Hanya 2 kilometer dari Batalyon, terus dekat sama lingkungan sekolah biar Avan dekat ke sekolah nya."


" Nanti Ayah atur saja, Bunda percayakan sama Ayah."


*******


" Ayah nanti kalau dedek udah lahir, Ayah masih sayang kan sama Avan? "


Pertanyaan Avan membuat Putra tersontak lalu menatap lekat kedua Mata Avan.


" Avan kan bukan anak Bunda Dahlia tapi anak Bunda Senja."


" Bang, ingat nggak ada yang di beda - bedakan.Abang Avan tetaplah anak Ayah dan Bunda Dahlia walau kamu tidak keluar dari rahim Bunda, suatu saat kalau sudah besar nanti pasti tahu dan mengerti. Avan jangan takut kekurangan kasih sayang."


Avan memeluk tubuh Putra begitu Avan memeluk tubuh Ayahnya, Putra sedikit terharu anak sekecil Avan menanyakan hal yang seperti itu pada Ayah nya.


********


Dahlia, Avan dan Putra berjalan menuju mall untuk berbelanja perlengkapan bayi dan pakaian untuk Avan yang hampir semuanya sudah kekecilan.


" Avan coba deh baju ini." Tunjuk Dahlia.


" Yang mana Bund? "


" Ini bagus Buat Avan." Dahlia memperlihatkan sebuah kaos anak kecil ukuran jumbo."

__ADS_1


" Yang size nya jumbo Bund, itu lihat anak kamu, beberapa bulan lagi melar dia."


Putra sambil melirik ke arah Avan yang tengah duduk di samping manekin sambil memakan cemilan nya berukuran jumbo.


******


" Semua sudah terbeli kan? " Tanya Putra.


" Sudah Bang tinggal box bayi yang belum beli, nanti saja kalau sudah pindah rumah." Jawab Dahlia.


" Ok nanti Bunda atur saja."


" Ayah, nanti minta tempat atau ruang khusus untuk main anak - anak ya, anak kita jagoan semua biar nyaman saat main nya."


" Boleh, nanti kita lihat langsung soalnya disana banyak ruangan anak - anak juga nanti nyaman saat main nya. "


******


Dahlia dan Putra sedang melihat rumah baru untuk mereka tempati, dimana nanti mereka berkumpul di rumah yang sangat luas dan nyaman.


" Bang ini besar loh buat tempat praktek nya juga luas." Ucap Dahlia sambil melihat sekeliling isi rumah yang akan mereka tinggali.


" Bunda suka? "


" Suka Bang."


Avan pun datang sambil berlari ke arah Bunda dan Ayahnya.


" Kapan kita pindah? "


" Nanti kalau dedek bayi sudah lahir, ini mau di renovasi lagi."


" Lama Ayah..!! " Rengek Avan.


" Sabar dong sayang."


" Benar kata Avan Bang sekarang saja sambil jalan kita renovasi nya, hanya ganti cat saja kan." Ucap Dahlia.

__ADS_1


" Iya sih, jadi nggak jadi menunggu habis melahirkan?"


" Nggak Ayah." Ucap serentak Dahlia dan Avan bersamaan.


__ADS_2