Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Ada Siapa Di Hatimu???


__ADS_3

" Kamu yakin ingin ikut berangkat kesana? " Tanya Dokter Ahmad.


" Iya Dok, Saya akan ikut jadi relawan disana." Jawab Dahlia.


" Zona merah." Ucap Dokter Ahmad.


" Hidup Saya sudah di sumpah untuk menjadi seorang Dokter yang menolong manusia yang membutuhkan kita, Saya akan tetap kesana mau itu Zona merah atau Zona hijau, disana membutuhkan tenaga kita, mereka mengorbankan nyawa nya untuk membela negara, begitu juga Saya hidup Saya tidak hanya Milik kedua orang tua Saya, atau negara tapi semuanya."


" Baik, kamu ikuti semua prosedurnya sebelum berangkat." Ucap Dokter Ahmad.


*******


" Yank, kamu kemana saja Abang hubungi beberapa hari susah, dan kamu tidur dimana tidak pulang ke Asrama? " Cerocos Putra saat melihat Dahlia tiba di Asrama.


" Bukan urusan Abang, Saya mau pulang atau nggak Dahlia bukan apa - apa Abang." Ucap Dahlia berjalan meninggalkan Putra.


" Kamu kenapa? Coba ada masalah apa sama Abang? " Ucap Putra menghentikan langkah Dahlia.


" Abang lihat diri Abang, mana yang Abang sayangi dan mana yang Abang cintai."


" Maksud nya? "


" Hanya Abang yang bisa jawab, semuanya ada pada diri Abang."


Dahlia langsung masuk ke dalam rumah nya lalu menutup pintu walau Putra ada di teras rumah nya.


********


" Maaf Bang, Saya tidak menjalankan suatu hubungan yang masih mempunyai masa sebuah lalu yang masih ada sampai sekarang."


Dahlia terus melihat Putra dari baik gorden kamar nya, Dahlia melihat Putra berjalan gontai sembari sesekali menoleh ke belakang.


********


" Bang sudah tahu nggak nama - nama nanti yang akan berangkat? " Tanya Andra sembari membaca berkas yang ada di dalam Map.


" Kita sama - sama berangkat, jadwalnya pas Kinan melahirkan." Ucap Andra.


" Satu tahun kita disana, pulang anak saya sudah besar, semoga Kita kembali dengan selamat. "

__ADS_1


" Sebelum berangkat apa Abang tidak ingin melamar atau menikahi Dahlia dulu? " Tanya Andra kembali namun Putra tetap diam dan itu juga Andra sampai sadar dirinya sedari tadi bicara sendiri.


" Bang Put...!! " Teriak Andra.


" Apaan sih, telinga Saya jadi budeg." Ucap Putra kesal saat Andra teriak di dekat telinga nya.


" Saya dari tadi bicara sama Abang tapi Abang tidak merespon nya, Bang Put kenapa? "


" Sama diri Saya kenapa ya, Dahlia jadi beda sama Saya." Ucap Putra.


" Abang bertengkar sama Dahlia? "


" Nggak tahu kenapa, dia juga Saya coba hubungi dia tak respon, dia juga nggak pernah chat atau telepon balik, bahkan jarang pulang ke rumah seperti ada sesuatu."


*******


" Dahlia..!!" Sapa Hanum.


" Eh Hanum, abis olah raga." Ucap Dahlia saat Hanum menghampiri nya.


" Iya, kamu mau berangkat? " Tanya Hanum.


" Hanum,Padahal Saya ingin cerita tentang pria yang Saya kejar kemari." Ucap Hanum.


Dahlia menatap kedua mata Hanum, rasa cemburu pun membakar diri Dahlia.


" Saya sudah bertemu dengan dia, kamu tahu Saya datang jauh - jauh hanya ingin bertemu dengan nya kembali dengan kisah cinta kita yang dulu, tapi perjalanan Saya kemari sia - sia, saat itu di saat berdua dengan nya bicara serius, dia bukan pria yang dulu pernah ada di hati Saya. Sakit mungkin, ini sakit yang tidak berdarah dia sudah memiliki wanita lain, dia sudah melupakan saya saat ini, padahal hubungan kita sangat indah walau sebentar, kita berpisah di saat kita sedang sayang - sayang nya hiks.. hiks. hiks... " Ucap Hanum lalu memeluk tubuh Dahlia dan menangis di bahu Dahlia.


" Apakah kamu masih mencintai nya? "Tanya Dahlia membalas pelukan Hanum.


Hanum lalu melepaskan pelukan Dahlia, dan mengusap air matanya.


" Sampai saat ini Saya mencintai nya. "


********


Cuuuuiiitttttt


Mobil Dahlia tiba - tiba mengerem mendadak saat melihat Putra berdiri di tengah - tengah jalan sebelum melewati pintu gerbang.

__ADS_1


Tok.. Tok...


Putra mengetuk kaca mobil Milik Dahlia.


" Abang sudah nggak waras ya, berdiri di tengah jalan kayak begal saja. " Ucap Dahlia kesal.


" Kamu geser, Abang mau bicara sama kamu." Putra mencoba membuka pintu mobil Milik Dahlia lalu Dahlia membuka ya, dan dirinya duduk bergeser ke samping.


Lalu Putra pun melajukan mobil Milik Dahlia untuk mengajak nya ke suatu tempat.


*******


" Bang Put kenapa mengajak Dahlia ke sini." Tanya Dahlia saat mobil nya berbelok ke Padang Savana.


" Saya hanya ingin menyelesaikan masalah kita, sebenarnya ada masalah apa, salah Abang dimana? "


" Abang tidak salah, tapi hanya perasaan Abang saja yang harus di koreksi." Ucap Dahlia.


" Maksud Kamu? "


" Bang, Saya tidak mau menjalani hubungan dengan Abang yang masih terikat masa lalu, sampai kapan pun kalau ada masa lalu yang terus ada di belakang Abang, Saya nggak akan pernah di lirik oleh Bang Put." Ucap Dahlia.


" Saya sudah bilang dari dulu, Senja tetap di hati Saya, dia tetap cinta pertama Saya, dan kamu adalah masa depan Saya, di hati ini saat ini hanya ada nama kamu yang sudah bisa mengobrak - abrik kan hati saya." Ucap Putra.


" Apakah Abang yakin sebelum jatuh cinta dengan Dahlia, Abang tidak mencintai wanita lain selain Almarhum istri Abang? "


Putra pun tersadar arah tujuan pembicaraan Dahlia menuju masa lalu Putra pada Hanum.


" Jujur Abang pernah jatuh cinta kembali, itu pertama kali Saya membuka hati tapi Saya coba untuk tidak jatuh cinta lagi." Ucap Putra.


" Tapi Abang mencoba juga kan, untuk membuka paksa hati Abang, hanya karena sesuatu hal Abang meninggalkan dia. Dan berarti disini bukan Dahlia yang mengobrak - abrik hati Abang tapi dia."


" Percaya sama Abang, ini hanya masalah soal waktu, saat ini Abang hanya mencintai dan menyayangi kamu." Ucap Putra.


" Tapi ada yang kecewa Bang, dia kecewa karena Abang mencintai Saya. Bagaimana rasanya, Saya bisa rasakan, menyimpan rasa mencoba untuk melupakan tapi tak bisa, dia perjuangkan dirinya untuk Abang tapi nyatanya dia kemari berharap kisah dahulu terulang kembali dan cara perpisahan nya pun masih saling mencintai." Ucap Dahlia menatap tajam ke arah Putra.


" Jujur sama Abang, kamu tahu cerita itu dari mana? " Ucap tegas Putra pada Dahlia.


" Hanum, dia adalah teman Saya. Dia kemari hanya untuk Abang, Saya tahu saat kalian bertemu, Hanum mencium bibir Abang, dan Bang Put tidak menolaknya, dia masih menyimpan rasa sama Abang, dan Abang meninggalkan sebuah harapan besar untuk dia, kecewa saat tahu pujaan hati yang dia kejar sudah memiliki yang baru padahal dia dari sana sangat yakin bahwa cinta nya akan bersambut kembali. "

__ADS_1


" Kalau mau tahu jawaban nya hanya karena waktu kisah kami berakhir, hanya sebuah kesalahan kita menjalankan sebuah hubungan, karena waktu yang tak tepat kita lebih baik berpisah."


__ADS_2