
Putra dan Dahlia telah menyelesaikan pengajuan nikah , dan beberapa hari lagi Putra dan Dahlia akan melangsungkan pernikahan.
Dimana wajah kedua nya tampak bahagia, dan Avan pun yang sudah semakin dekat dengan Dahlia selalu menempel di calon Ibu sambungnya.
" Avan jangan loncat - loncat di pangkuan Bunda kasihan sakit." Putra yang melihat tingkah gemas anak nya yang berdiri di atas kedua paha Dahlia sambil meloncat - loncat.
" Nggak apa - apa Bang biarin."
" Kamu nggak ngerasa berat, tubuh nya 25 kilo loh Bund, ini anak doyan makan dan minum susunya banyak."
" Biarin Bang, Avan mungkin lagi pengen bermanja sama Bunda."
" Bunda, undangan sudah di sebarin punya Bunda? "
" Sudah, semua nya sudah beres tinggal menunggu hari H saja. "
" Ok, berarti sudah seratus persen persiapan nya."
*******
Putra berjongkok di depan pusaran Senja, dimana Bucket Bunga Putra letakkan di atas makam Senja.
" Sayang, Abang kesini Ingin memberi tahu bahwa Abang akan menikah dengan pilihan hati Abang. Maaf Abang tak bermaksud untuk melupakan Cinta pertama Abang, kamu adalah bagian masa lalu yang indah, dan tak akan pernah terlupakan sedangkan Dahlia adalah masa sekarang dan masa depan. "
Putra mengusap nisan tersebut, dada nya terasa sesak untuk menahan air mata agar tidak tumpah, namun akhirnya tumpah membasahi kedua pipinya.
" Tunggu Abang di keabadian, kita akan bersama lagi di sana, ada Cinta di hati Abang untuk kamu dan Dahlia, dimana Cinta pertama dan Cinta Sejati Abang bertemu di Ujung Timur, ada suka, ada duka dimana awal pertemuan dan awal perpisahan semua nya disini. Ujung Timur penuh dengan sebuah kenangan manis."
Putra menangis dengan menempelkan keningnya di atas nisan, Putra mengingat dimana dirinya bertemu kembali dengan Senja, dimana dirinya berpisah dengan Senja dan Akhirnya bertemu dengan Dahlia, Cinta nya yang kedua berlabuh pada nya setelah sekian lama untuk menutup hati.
" Terima kasih sayang, kamu akan selalu di hati Abang selama nya, tunggu kami sayang di keabadian I love you."
Putra mencium nisan, dan ukiran nama Senja di sentuhnya serta Putra mengubur cincin milik Senja di Sisi makam istri nya.
__ADS_1
" Abang kembalikan milik kamu, seperti dulu pernah kamu bilang. Sekali lagi, Abang akan tetap mencintai kamu, dan selalu ada di hati."
Putra beranjak pergi meninggalkan makam Senja, Putra berjalan tanpa menoleh ke arah belakang. Dalam langkahnya air mata tak bisa untuk berhenti.
*******
Dahlia pun duduk bersanding dengan Putra dimana pakaian pengantin yang senada warna Putih saat akan melakukan ijab kabul.
Dahlia nampak sangat cantik, dan Putra sangat tampan raut wajah bahagia sangat terlihat di kedua nya.
Hadir juga Aswin dan Kinan, Hanum serta Jendral Abas dan Ibu Mutia serta Pak wahyu pun hadir sebagai keluarga dari Putra. Dan Tak lupa sahabat Senja Rebeca, Kristin dan Pak Antonius pun hadir.
Putra Pun di hadapan penghulu mengucapkan Ijab Kabul secara lantang dan lancar.
" Saya terima nikah dan Kawinnya Dahlia Lutfi Binti Lutfi Baharudin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
Alhamdulillah
SAH
" Terima kasih sudah memilih Abang menjadi suami kamu." Bisik Putra di telinga Dahlia.
*******
Putra memeluk tubuh Dahlia dimana saat istri sedang berada di depan meja rias, dengan di bantu mencabut hiasan pengantin yang terpasang di kepala Dahlia tangan Satu memeluk pinggang Dahlia, tangan Satu nya membantu mencabut beberapa hiasan di kepala.
Setelah selesai Putra menciumi tengkuk leher Dahlia, dan tangan nya membuka resleting gaun pengantin istri nya.
" Bang. "
" Hemm.. " Ucap Putra sambil menciumi daun telinga Dahlia.
" Bang..akh...!! " Dahlia mengeluarkan leguhan saat tangan Putra yang sudah berada di dada nya.
__ADS_1
Putra membalikkan tubuh Dahlia lalu mengangkat nya dan membawa nya ke atas tempat tidur.
" Boleh ya Abang memulainya, Abang sudah nggak tahan sayang." Ucap Putra dengan suara beratnya.
Dahlia menganggukkan wajahnya dan Putra pun lalu mencium bibir Dahlia, ******* nya dan menggigit.
Tak lupa tangan Putra sudah bertamasya di setiap celah tubuh Dahlia yang tak terlewat Satu pun.
Hingga kedua nya sama - sama terbuai ke atas awan dimana di hari bahagia mereka saling menyatukan cinta.
*******
Dahlia masih tertidur pulas di bawah Satu selimut dengan Putra, terlihat wajah lelah namun tetap cantik dimana wanita yang tidur di samping nya kini telah menjadi milik dirinya seutuhnya.
" Terima kasih sayang, Abang yang pertama menyentuhmu, terima kasih."
Putra mencium bibir Dahlia dengan lembut lalu memeluknya kembali saat istri nya masih tertidur sangat lelap.
Sekian lama Aku menutup hati
Sekian lama Aku tidak Mau merasakan Cinta
Dan sekian lama Aku menahan semuanya.
Namun saat itu kamu datang...
Namun saat itu juga kamu memporak porandakan hati ini.
Terima kasih sayang...
Kamu sudah berhasil membuat ku jatuh Cinta kembali.
Kamu memang bukan Cinta pertama tapi kamu adalah Cinta Sejati.
__ADS_1
Semoga kita selalu bersama hingga di keabadian nanti..