
Tiiiiitttt........
Dokter dan beberapa perawat memasuki ruang ICU dimana Senja di rawat. Putra dan Arya pun kaget saat semua memasuki ruang dimana Senja di rawat.
" alat pacu jantung." Teriak Dokter.
Dokter pun dengan alat pacu jantung terus menempelkan pada dada Senja, namun tetap tidak ada tanda - tanda vital.
" Naikan..!! " Ucap Dokter kembali.
Namun tetap tidak ada tanda - tanda detak Jantung Senja berjalan normal kembali.
Putra melihat dari balik kaca pintu, begitu sangat sedih melihat istri nya sudah di ambang kematian.
" Ikhlas Put!! Harus ikhlas apa yang terjadi nanti pada Senja." Ucap Arya.
" Insya Allah Ikhlas, kalau ini memang sudah jalan Allah, insya Allah Saya ikhlas." Ucap Putra sembari meneteskan .
Lalu Dokter yang menangani Senja pun keluar, dengan wajah penuh Penyesalan.
" Pak, mungkin hanya dengan doa yang Bapak bisa lakukan sekarang, tinggal menunggu waktu saja. Saya harap Bapak jangan jauh - jauh, jaga istri Bapak." Ucap Dokter tersebut.
Putra langsung lemas, dan tubuhnya seketika akan ambruk, namun langsung di sangga oleh Arya.
" Iya Dok, terima kasih." Ucap Arya.
" Senja Arya, Senja..!! " Ucap Putra dengan terisak.
**
Putra duduk di kursi tepat di samping kanan Senja yang masih tepasang alat bantu di tubuhnya.
Putra terus membaca kan ayat suci Al Qur'an sesekali dia menyeka air mata nya, namun dia mencoba untuk menahan nya namun sulit.
" Hiks.. hiks... Saya nggak kuat, nggak kuat Senja hiks.. hiks... "
*******
" Kapten Putra? " Sapa Kristin saat berkunjung ke rumah sakit.
" Hi.. Kristin." Sapa Putra kembali.
__ADS_1
" Bagaimana kondisi Senja?" Tanya Kristin.
" Dia masih koma,hanya keajaiban yang Saya nanti." Jawab Putra.
" Saya sungguh sangat bersedih saat mendengar apa yang terjadi pada Senja Sahabat saya, sungguh sangat malang sekali nasibmu Senja. "
" Insya Allah Saya ikhlas." Ucap Putra.
" Mereka sudah dapat balasan nya Pak Kapten, seandainya Senja masih di beri kesempatan buatlah dia bahagia, jangan bikin dia menangis." Ucap Kristin.
*********
Putra kembali menuju kamar inap dimana Senja di rawat, Putra pun Meletakan sebuah bunga segar di atas nakas.
" Pagi sayang." Sapa Putra sembari mencium kening Senja.
Putra dengan rutin selalu mengecit tubuh Senja, dan menyisir rambut panjang. Hingga Senja selalu nampak segar walau pucat.
" Sampai kapan sayang, kamu akan tidur terus, apa nggak ingin melihat suami kamu? Sudah hampir 2 minggu kamu koma, dan 2 minggu pula Abang meninggalkan kewajiban Abang sebagai Abdi Negara."
Putra terus menyisir rambut Senja hingga rapih, dan membenarkan selimut yang dia pakai untuk menyelimuti tubuh Senja.
Putra pun lalu membuka sebuah kotak kecil, dan dia memakaikan kembali cincin yang Senja lepas.
" Masih ingat nggak, dulu waktu kita kecil bila kamu sedang takut sendiri, Abang selalu menghibur kamu dan selalu menyanyikan sebuah lagu, dan saat sendiri tanpa Abang kata Bunda kamu selalu nyanyi lagu itu kan, mungkin sudah dewasa nggak mungkin menyanyikan nya lagi .
Ku nanti dirimu sampai aku ketiduran
Ku mimpi di kejar kunang-kunang
Taringnya keluar, kepalanya membesar
Ku takut di kejar kunang-kunang
Sepi malam ini cantik
Ada bulan banyak bintang
Ku sendiri berjalan di taman
Lihat bunga, lihat kumbang
__ADS_1
Ku nanti dirimu sampai aku ketiduran
Ku mimpi di kejar kunang-kunang
Taringnya keluar, kepalanya membesar
Ku takut di kejar kunang-kunang
Sunyi di balik tanaman (Na-na-na-na)
Bergerak-gerak bersinar (Na-na-na-na)
Tiba-tiba mereka mendekat
Menghampiri dan menyerang
Terkejut, terpana melihat kumpulan sinar
Ternyata mereka kunang-kunang
Ku lari ketakutan mereka terbang mendekat
Ku takut di kejar kunang-kunang
Taringnya keluar, kepalanya membesar
Ku takut di kejar kunang-kunang
Ku nanti dirimu sampai aku ketiduran
Ku mimpi di kejar kunang-kunang
Ku takut di kejar kunang-kunang
Ku lari di serbu kunang kunang
" Kamu pasti tahu, Abang bawa kan lagu ini sebagai untuk penghibur kamu sayang. "
Putra lalu mendekati, dan berbisik ketelinga Senja sembari membelai lembut pipi mulusnya.
" Tidur lah bila kamu sudah capek, mimpi yang indah dan kunang - kunang itu akan menjaga dan menghibur kamu sayang. Tidurlah dan bawa Abang dalam mimpi kamu juga sayang."
__ADS_1
Putra mencium kening Senja, dengan air mata yang sudah jatuh membasahi kedua kelopak mata nya hingga membasahi pipi Senja.