Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Gugur Bunga


__ADS_3

Special Kata - kata Selipan dari teman Satu Instansi , beda profesi, Satu perjuangan yang sudah memberi ijin mengisi beberapa hasil karya nya di Novel saya ini. Terima kasih untuk semua kata - kata puitis nya.


Rasa yang entah bahkan tanah basah


tempat kita bijak pun bertanya.


Mengapa kita tak lagi melewati nya...


Semenjak semak perdu itu memutik lalu gugur


Di musim kering kita tetap saling bergeming.


Hingga pancaroba berikutnya


lalu di suguhkan nya hujan.


Kita masih saling diam....


Mungkin kah tanda itu berlalu dari dadamu?


Hingga debu jalanan merubahnya menjadi lumpur.


Kau tetap mengulur hati untuk tidak merindui


Apakah rindu yang dulu menghangatkan jiwamu itu pergi atau hadir mengusik sekedar berbisik di ceruk dadamu.


Mengajarkan arti gemuruh nya rindu seperti waktu tempo itu.


Tempo dulu sebelum kita saling menjauh.


Aku masih berlari menyusuri lorong - lorong mati, menghidupkan lilin di tengah gelapnya diri.


Bukan rembulan ataupun senyuman sang pangeran itu datang.


Aku tetap lah kosong , hanya sunyi dan segudangnya risaunya hati.


Andra sudah mendarat sempurna, kini dia beserta Pasukan nya menelusuri jalanan hutan yang setapak.


" kita berhenti sejenak, sekitar 4 kilo lagi kita sampai di gua yang akan kita tuju." Ucap Andra memerintahkan Pasukan nya.


Sedangkan Aswin telah sampai di wilayah para gerombolan tersebut, Aswin dengan teropongnya memantau pergerakan musuh.


" Pasukan semua menyebar, kuasai setiap sudut." Perintah Aswin.


" Siapkan beberapa Sniper untuk melindungi Saya, Dan pasangkan Bom di setiap sudut, Saya akan masuk kedalam memasang Bom."


" Siap!!! " Ucap salah Satu Prajurit.


********


" Makan dulu nak, kasihan anak kamu." Bujuk Ibu Mutia.


" Senja nggak lapar Bund, Senja ingin Abang."


Senja terus berbaring, hingga air matanya mengering dan mata yang memerah.


" Tapi kamu harus makan, ingat anak yang sedang kamu kandung, kalau Putra tahu dia pasti sangat marah."


" Lebih baik Saya mengakhiri saja dari pada Saya disini tidak bisa melihat wajah Abang lagi."

__ADS_1


" Astaghfirullah, Senja istighfar kita berdoa semoga Putra tidak termaksuk dalam Jenazah itu Nak. Bunda juga sangat sedih, apa yang sedang kamu rasakan juga."


" Saya hanya ingin Abang." Ucap Senja lirih.


*******


Setelah istirahat sejenak, Andra beserta pasukan nya melanjutkan perjalanan mereka. Hingga akhirnya mereka sampai di mulut gua, aroma menyengat darah begitu menusuk hidung, hingga beberapa Prajurit merasakan mual.


" Nyalakan senter." Perintah Andra.


Para Prajurit memasuki gua tersebut, semakin dalam aroma darah begitu sangat menusuk hidung.


Hoekk....


Hooeekk....


Putra menoleh ke arah belakang melihat beberapa Prajurit yang sudah mantan, hingga kelelawar pun berterbangan.


" Kalau ada yang tidak kuat masuk, berjaga di mulut gua awasi pergerakan musuh yang datang tiba - tiba. Mungkin saja mereka juga sedang memancing kita." Perintah Andra.


" Pak lebih baik Saya berjaga di mulut gua." Ucap Salah Satu Prajurit.


" Saya juga Pak, maaf tidak kuat." Ucap Salah Satu Prajurit lagi .


" Baik, Saya perintah kan 6 orang berjaga. Bila ada pergerakan kasih kode."


Andra pun melanjutkan perjalanan nya, di ikuti oleh 10 Prajurit yang berjalan di belakang nya. Dan saat tiba dimana Para Prajurit di tembaki secara brutal, Mereka melihat darah dimana - mana dan mayat yang tanpa busana hingga wajah mereka sudah tak dikenali lagi, akibat hantaman sebuah benda.


Andra terjatuh lemas saat melihat para Sahabat nya telah gugur, dan dengan jasad mengenaskan. Dan saat melihat Jasad di depan mata dengan cincin melingkar di jari manisnya dan Dog Tag dengan bertulisan nama yang dia kenal.


" Aaarggghh..... hiks.. hiks.. hiks.. kalian semua kejam.... kalian harus di hukum mati.. Aaaarggghh.... " Teriak Andra historic saat melihat kondisi para Prajurit tewas mengenaskan.


***


Aswin menempelkan Bom di setiap sudut dinding, dan dia pun sudah mengaktifkan timer mundur. Namun saat akan berbalik, ujung senapan laras panjang mengarahkan pada leher nya.


" Angkat tangan kamu!! " Bentak Salah Satu Anggota gerombolan.


Aswin mengangkat tangan nya dan membalikkan badan nya secara perlahan, dan saat sudah berhadapan dengan musuh Aswin menarik sudut bibir nya untuk tersenyum.


" Kita pesta...!! "


Door...


Door...


Sebuah tembakan di arahkan pada titik tertentu dimana para musuh berdiri, Sedang kan Aswin menendang Sisi tengah lawan hingga Senjata apa laras panjang jatuh ke tanah dan Aswin segera merebutnya.


Door... Door...


Aswin berlari dengan mengarahkan tembakan nya ke segala arah, dan dia pun melihat Pimpinan yang menjadi musuh Negara keluar dengan perlindungan para anak buah nya.


" Lindungi Saya, target di depan mata. " Ucap Aswin melalui earpiece nya.


Door... Door..


Aswin mengarahkan tembakan nya ke arah para anak buah yang berlari sembari melindungi pimpinan mereka.


Baku tembak pun terjadi, dan terdengar suara helikopter yang menembaki dari atas dan pasukan bantuan pun datang.

__ADS_1


Booommmm....


Booommmm...


Suara ledakan Bom Satu persatu telah meledak, musuh sebagai mati tertembak dan mundur hingga saat semua anak buah yang melindungi pimpinan nya tumbang Satu persatu.


" Menyerahlah, dengan menyerah Negara akan mengurangi hukuman kamu." Teriak Aswin dengan penuh emosi.


" Saya tidak akan menyerah pada Negara ini, Saya akan berjihad untuk negeri ini." Bentak pimpinan gerombolan.


" Kamu bukan berjihad, tapi kamu menuju pintu neraka." Ucap Aswin.


" Hahahahaha.... kamu hanya seorang Prajurit, yang tidak mengetahui seperti apa Negara yang kamu Abdi, bergabung lah dengan kami, Pengabdian kamu pada Negara tidak akan pernah di anggap. "


Boommmmm........


Booommmmmm....


Suara ledakan pun sangat terdengar, hingga sarang mereka Satu persatu hancur.


" Kalian sungguh keterlaluan..!!! "


Andra langsung mengarahkan senjatanya, dan menarik pelatuknya.


Door.....


Aswin menembak pas lutut kaki nya hingga sang pemimpin tersebut jatuh dengan Satu kaki nya yang tertembak.


" Ini Untuk Negara yang kamu ingin hancur kan."


Door....


Aswin menembak nya pada perut nya, hingga tersungkur.


" Ini Untuk semua teman seperjuangan kami, yang kamu akhiri hidup mereka."


Door...


Aswin menembak kembali tepat pada dadanya, hingga mengerang kesakitan.


" Ini hukuman untuk kamu, nyawa di bayar nyawa."


Dooorr.....


Sang pemimpin tersebut tumbang, tergeletak darah pun mengalir dari kepala nya dengan mata yang melotot.


Door...


Booommmm....


Booommmm...


Suara ledakan kian keras, benteng pertahanan musuh pun runtuh, Aswin dan beserta pasukan lainnya lari meninggalkan markas musuh yang telah di hancurkan.


****


Jenazah Satu persatu di masukan dalam kantong Jenazah, dengan medan yang sangat sulit, Jenazah yang akan di bawa oleh helikopter harus di bawa tandu dengan berjarak sekitar 2 km.


" Lapor pak, Jenazah dengan total 18 orang, sisa 2 hilang." Ucap Salah Satu Prajurit.

__ADS_1


Andra menoleh ke arah Jenazah yang sedang di bawa oleh beberapa Prajurit.


" Tolong buka kantung Jenazah milik Kapten Putra? "


__ADS_2