
" Besok lusa kalian semua harus berangkat latihan gabungan selama 2 bulan, nama - nama yang sudah di tunjuk tidak bisa di ganti." Ucap tegas sang Danyon.
" Apakah ada pertanyaan? " Tanya Danyon.
" Siap, tidak ada terima kasih." Jawab serentak para Tentara.
" Baik terima kasih, persiapkan semua perlengkapan kalian mulai hari ini."
Putra, Arya dan Aswin berjalan bersama saat setelah mendengarkan instruksi dari Danyon mereka.
" Nama Saya nggak kebawa." Ucap Aswin.
" Mau tukeran sama saya? " Tanya Putra.
" Kalau boleh nggak apa - apa, istri kamu kan sedang hamil yang ekstra hati - hati." Jawab Aswin.
" Sudahlah Put, jangan banyak di pikirkan istri kamu insya Allah baik - baik saja." Ucap Arya.
***
" Assalamualaikum Ayah." Sapa Senja saat bersamaan datang sekembalinya mereka menjalankan tugas masing - masing.
" Walaikumsalam." Balas Putra sambil mengusap pucuk kepala Senja saat mencium punggung tangan nya.
" Baru pulang Bund." Tanya Putra sambil melihat jam di tangan nya.
" Iya Bang, tadi habis ngasih jam tambahan ke anak - anak." Jawab Senja.
Putra dan Senja lalu masuk ke dalam kamar, mereka berganti pakaian Dinas nya dengan pakaian rumahan.
" Abang, Senja masak dulu ya." Ucap Senja sembari melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.
" Nanti lagi saja masaknya, Bunda masih capek. Biar Ayah saja yang masak, Bunda istirahat saja. " Ucap Putra sambil memeluk tubuh istri nya yang kini tambah berisi.
" Ya sudah, Bunda ke dapur dulu bikinin minum buat Ayah." Ucap Senja.
" Ok sayang!! "
Setelah Senja membuat sirup untuk Putra, lantas menuju ruang keluarga, Putra sedang duduk di lantai beralas karpet sambil menonton televisi.
" Ayah, ini sirup nya. " Ucap Senja sambil menyerahkan gelas berisi sirup pada suaminya.
" Sayang, lusa Ayah mau berangkat latihan gabungan selama 2 bulan. Bunda gimana disini sendirian, dan nggak mungkin kan harus balik ke panti." Ucap Putra.
Raut wajah Senja, dari ceria menjadi masam seketika. Disaat kehamilan yang sudah menginjak 4 bulan Senja selalu ingin berada di samping suami nya.
" Bunda sedih? " Tanya Putra saat melihat wajah istri nya.
" Nggak Ayah, ini adalah tugas. Menjadi seorang istri dari prajurit harus rela di tinggal. Walau egoisnya Bunda tidak mau di tinggal, tapi ini adalah kewajiban untuk seorang Abdi Negara dan Bunda menikah dengan Ayah sudah siap segala nya." Jawab Senja.
******
Putra sudah bersiap akan berangkat mobil yang akan membawa nya sudah menunggu di depan, di peluknya sang istri dan di ciumnya perut istri nya yang sedang hamil.
" Jangan bikin Bunda susah ya nak, Ayah cari uang dulu buat kalian." Ucap Putra sambil mengecup perut istri nya.
" Hati - hati Yah, jangan lupa berkabar."
" Iya sayang!! "
" Ayah pergi dulu, jaga diri baik - baik. Kalau ada apa - apa bisa hubungi Aswin." Ucap Putra.
" Iya Bang." Ucap Senja.
Putra pun lalu pergi meninggalkan Senja dia langsung berlari menuju mobil yang akan membawa nya.
Senja melihat suami nya sudah berada di mobil, lambaian tangan suami nya dan senyuman manisnya akan di rindukan Senja selama dua bulan.
Setelah mobil yang membawa Putra hilang dari pandangan Senja, air mata nya pun tumpah belum ada tiga puluh menit Putra pergi Senja sudah merindukan suami nya.
__ADS_1
" Sudah jangan menangis, Putra pasti sering kasih kabar. Dia tidak sedang berperang, dan bukan di daerah konflik pasti sering berkabar." Ucap Aswin saat mengetahui istri dari sahabatnya menangis.
" Benarkah Bang, walau sedang latihan gabungan suami Saya masih bisa berkomunikasi? " Tanya Senja.
" Iya Bu Putra." Jawab Aswin sambil tersenyum.
******
Sudah 3 hari Putra menjalankan latihan gabungan, saat selesai shalat isya dia melakukan panggilan video call dengan Senja.
" Assalamualaikum istri solehah nya Ayah, sedang apa nih? " Sapa Putra.
" Walaikumsalam Ayah, Bunda sedang di kamar habis sholat isya pengen langsung rebahan pinggang Bunda sakit, kalau ada Ayah pasti sudah di elus. " Ucap Senja dari seberang.
" Maafkan Ayah yang nggak bisa apa yang Bunda mau, sabar ya sayang."
" Iya Ayah, sudah makan? "
" Sudah, Bunda juga jangan lupa makan banyak istirahat kasihan debay nya."
" Iya sayang."
" Bunda, Ayah kangen." Ucap Putra sembari berbisik.
" Sama Ayah, Bunda juga kangen." Ucap Senja.
" Bund, ayah boleh lihat Bunda bukan penampilan kayak gini? " Ucap Putra sembari memainkan alis nya.
" Ih... Ayah, masa di barak."
" Ayah ke kamar mandi dulu ya, Bunda siap - siap gih." Ucap Putra dengan wajah mesumnya.
**
" Habis ngapain? "
" Kagetin aja kamu." Ucap Putra pada Arya.
" Tadi Saya dengar di dalam kayak ada suara ******* ya, sama kaya suara apa itu." Ucap Arya.
" Apaan sih, nggak ada kok." Putra pura - pura nggak tahu.
" Tapi kayaknya Saya nggak tuli deh, soalnya ada suara Arrgghhh.... lega.. makasih sayang. " Ucap Arya menirukan suara tersebut.
Putra langsung pergi meninggalkan Arya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi sembari tertawa.
" Dasar.. nasib.. nasib...!! " Ucap Arya.
*******
" Hiks.. hiks... Abang Senja kangen!!! "
Senja terisak sembari memeluk photo suami nya dengan berseragam lengkap sembari memegang senjata.
" Senja kangen di peluk sama Abang, Senja kangen ciuman Abang, ini dede sudah pengen di tengok sama Ayahnya hiks.. hiks.."
Senja terus memeluk Photo suami nya hingga dia tertidur di sofa ruang tamu.
********
" Seraaaannngggg.....!!! "
Teriak Arya sembari berlari membawa senjata yang di tembakan ke arah musuh.
Buuummmm.....
Putra melemparkan sebuah bom asap berwarna merah ke arah lawan.
Door.... Door...
__ADS_1
" Akh...!! "
Arya meringis kesakitan saat peluru Karet mengenai kakinya.
" Akh.. payah!! " Ucap Putra dengan nafas yang ngos - ngos an.
" Maaf nggak fokus." Ucap Arya sembari mengusap kakinya yang terkena peluru Karet.
*******
Angin... sampai kan pesan ini untuk suamiku yang jauh disana. Titip rindu yang mendalam, karena ada hati yang selalu menanti 🥰🥰
Putra membaca pesan yang dikirim oleh Senja, dengan tersenyum Putra pun membalas pesan istri nya.
Angin terima kasih sudah mengantarkan rindu yang mendalam, disini sangat ingin berharap dengan hati yang selalu di rindukan ❤❤❤
Senja yang sedang berada di teras depan rumah nya tersenyum saat membaca balas an pesan yang dikirim oleh suami nya.
Senja pun menatap indah nya langit malam dengan dihiasi indah nya kelap kelip bertabur bintang.
" Serasa dejavu kalau sedang menatap bintang, teringat dulu sama Abang kita melewati malam di padang savana. Kapan kita kesana lagi Bang, Senja kangen padang savana."
" Tambah cantik saja istri Abang, kamu sudah membuat Abang jatuh cinta selama nya hingga tak bisa berpaling dari kamu sayang." Ucap Putra sembari memandang photo Senja di wallpaper ponsel nya.
Putra pun lalu melakukan panggilan video call pada istri nya, dan Senja di seberang sana tersenyum sembari memberikan ciuman jarak jauh.
" Bunda Ayah nyanyi ya, sambil mainkan gitar." Ucap Putra sembari memegang gitar.
" Lagu apa Ayah? " Tanya Senja.
" Lagu mengungkapkan isi hati Ayah yang sekarang." Jawab Putra.
Putra pun memetik gitar, hingga sangat merdu di dengar oleh Senja dari jauh.
Mantong teusimpan di dalam hate
Mantong teu uke syae cinta
Keu gata sayang, gata bohate
Gata yang sabe lon puja
Masih tersimpan di dalam hati
Masih terukir syair cinta
Untukmu sayang, buah hatiku
Kamu yang selalu ku puja
Mantong teusimpan di dalam hate
Mantong teu uke syae cinta
Keu gata sayang, gata bohate
Gata yang sabe lon puja
" Ayah kangen sama Bunda, tunggu Ayah beberapa minggu lagi."
" Bunda tunggu Ayah, 2 bulan di tinggal serasa sewindu." Ucap Senja sembari tersenyum.
" Moment seperti ini yang membuat jantung berdegub kencang, kita terpisah lama dan di persatukan dalam ikatan sebuah pernikahan dan telah hadir calon buah hati kita. Hamba mohon Ya Allah, jangan pisahkan lagi hamba dengan nya."
Putra berguman dalam hatinya, yang masih terhubung dengan panggilan video call bersama Senja.
" Abang... nanti kalau si dede sudah lahir kita ke padang savana ya Bang, Senja kangen dimana kita deklarasikan hubungan kita." Ucap Senja pada Putra.
" Ok sayang, Abang juga kangen suasana di Ujung Timur sana."
__ADS_1