Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Ku Temui Kamu Di Tanah Gersang


__ADS_3

Aarrrggghhhh.....


" Hold the pain. I'll take a bullet in your stomach ( Tahan sakitnya saya akan cabut peluru di perut kamu ) " Setelah menyuntikan obat kedalam tubuh Jhon yang tertembak akan mencabut peluru yang menembus perut nya.


" Severe haemorrhaging, we need some blood bags ( pendarahan hebat, kita perlu beberapa kantong darah) " Ucap Dokter Hilman.


" What's your blood type? ( golongan darah kamu apa? ) " Tanya Dahlia sambil menekan darah yang keluar.


" B. " Ucap Jhon.


" Darah saya golongan B, ambir darah saya dan minta tolong untuk beberapa Tentara yang memiliki golongan darah B juga. " Dahlia memberi perintah pada salah satu perawat.


" Baik Dok."


" Dahlia, can I be honest with you? ( Dahlia bolehkah saya jujur sama kamu? ) " Ucap Jhon dengan suara terbata.


" What Jhon? " Tanya Dahlia.


" I honestly liked you the first time I met you. ( Jujur saya menyukai kamu saat pertama kali bertemu, saya mencintai kamu.) "


Dahlia menatap lekat kedua mata Jhon yang tengah menahan sakit.


" I'm donating my blood to you. you have to hold on and go back to your country. like when you first left, there was a family. ( saya akan mendonorkan darah saya untuk kamu, kamu harus bertahan dan pulang ke negara kamu seperti saat pertama kamu pergi, ada keluarga kamu menanti di sana, dan agar kita masih bisa berteman, kamu mau kan masih tetap berkomunikasi dengan saya? ) " Ucap Dahlia yang sedang bersiap - siap untuk di ambil darah nya dengan berbaring di samping Jhon.


Sedangkan Dokter Hilman dengan peralatannya bersiap untuk mengangkat peluru yang ada di dalam perut Jhon.


Dahlia menatap ke arah Jhon, Dahlia menggenggam tangan Jhon begitu sangat erat, saat Jhon mulai tertidur akibat obat bius yang di suntikan Dokter Hilman.

__ADS_1


" Forgive me, jhon, I just consider you a friend, there's a heart in there waiting for me, and I have to get back to her arms, and if we love each other there's no way we can be together. The more beautiful we are only friends, you have to be strong someday you will find a woman of your choice who loves you.( maafkan saya Jhon, saya hanya menganggap mu teman, ada hati disana yang sedang menanti saya, dan saya harus kembali kepada pelukan nya, dan bila kita saling mencinta tak mungkin kita akan bisa bersatu. Lebih indah kita hanya berteman saja, kamu harus kuat Jhon suatu saat kamu akan menemukan wanita pilihan mu yang mencintai kamu.) "


*******


Tentara Indonesia berangkat menuju Negara Xx dengan pesawat Hercules akan membawa mereka untuk membantu para Tentara yang sedang berjibaku dengan tembakan dan bomb


" Ya Allah baru punya anak, saya harus berpisah Bang dengan Kinan dan bayi saya yang belum genap satu minggu." Ucap Andra saat sudah dalam pesawat.


" Berdoa saja semoga kita pulang selamat, saya pun berharap bisa bertemu dengan Dahlia dimana hujan asap melanda disana." Ucap Putra.


Putra pun mencoba memejamkan mata, agar bisa tidur dan cepat sampai disana. Karena rasa rindu yang telah lama di pendam kini akan terobati dimana Putra akan bertemu dengan Dahlia walau harus mencari di sebuah Negara yang dengan luas milyaran kilo meter.


********


Tuuuuiiiunnngg booooomm.....


Dokter Hilman terus menjahit luka tembak pada perut Jhon, dan Dahlia memantau kondisi Jhon yang sempat menurun.


Tuuuuiiiunnngg booommm....


Dahlia dan Dokter Hilman berusaha melindungi tubuh Jhon saat sebuah rudal tepat dekat di area sekitar mereka.


" Bagaimana ini, kita sudah tidak aman? " Dahlia dengan wajah yang sangat cemas.


" Kita bertahan dulu dan tidak mungkin kita membawa pasien lari seperti ini bisa membahayakan nyawanya. " Ucap Dokter Hilman dengan melanjutkan menjahitnya.


Tuuuuiiiunnngg booommm

__ADS_1


Booommm....


Door...


Door...


" Dokter... tembakan itu di luar tenda bagaimana ini? " Teriak Dahlia.


" Tenang Dokter, nyawa pasien kita lebih penting." Ucap Dokter Hilman dengan peluh yang sudah membasahi tubuh nya.


" Dokter ada yang datang kemari? " Bisik Dahlia saat mendengar suara langkah sepatu.


" Dokter, semakin mendekat." Ucap pelan Dahlia.


Dokter Hilman hanya diam dan terus berkonsentrasi menutupi luka Jhon.


Mata Dahlia terus mengawasi pintu tenda yang yang mereka gunakan sebagai tempat untuk mengoperasi Jhon.


" Hands up and don't move ( Angkat tangan dan jangan bergerak)"


Door...


Door..


Door...


NB : Untuk Alur cerita yang berada di luar negeri saya akan menggunakan bahasa Inggris plus terjemahan nya biar Readers pas baca bisa berfantasi interaksi antara tokoh yang ada di Novel ini.

__ADS_1


__ADS_2