
Door...
Door....
Suara tembakan Yang berasal dari Senjata laras panjang Walaode terus mengarahkan ke sasarannya.
Kanaya berlari dengan terus mendekap Avan, begitu dengan Hanum hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah ujung bukit.
Mereka berhenti saat mereka ada di ujung bukit, dengan jurang Yang sangat curam di bawah dengan arus sungai Yang sangat deras.
" Hahahaha... Mau kemana kalian semau." Ucap Walaode dengan mengacungkan Senjata nya.
" Menyerah lah, sebentar lagi wilayah kalian akan di kepung." Ucap Hanum.
" Hahahaha.... Tentara Negara ini tidak akan pernah bisa mengalahkan Bulan Sabit bahkan Jaringan Hitam International." Ucap Walaode.
" Kakak, menyerah lah pada Negara ini. Kakak sudah terlalu jauh merusak Negara kita dengan porak poranda dimana kita di lahir kan dan di besarkan." Ucap Kanaya.
" Cuih.. adik kurang ajar, kamu tidak sadar kamu bisa makan dan seperti sekarang bukan mereka Yang membiayai tapi Jaringan Hitam International." Bentak Walaode.
" Saya rela di hukum sesuai dengan hukum berlaku di Negara kita, karena Saya sudah merasa mengkianati Negara tercinta ini." Ucap Kanaya.
Hanum melirik ke belakang pinggang Kanaya, terdapat sebuah pistol di balik pakaian nya. Hanum menggeser perlahan kakinya, saat kedua saudara itu berdebat.
" Menyerah lah kamu Kanaya, di tangan ku kamu harus mengakhiri hidup kamu." Walaode terlihat menarik pelatuk dan Hanum dengan sigap mengambil pistol di balik belakang pakaian nya dengan mendorong Kanaya kesamping Yang masih mendekap Avan.
Door....
Door....
__ADS_1
Door....
Aaaarggghhhhh.....
Bruuuummmmm
*******
Buugghh
Buughhhh...
Putra dan Selir Wangi saling adu jotos, mereka pun sama - sama bapak belur.
Putra memukul perut Selir Wangi hingga terhuyung jatuh, Selir Wangi pun meringis kesakitan.
Putra menendang wajah Selir Wangi hingga hiding nya mengeluarkan darah.
" Cuih.. ternyata kamu kuat juga, ingin mencoba mengalahkan saya rupanya." Ucap Selir Wangi.
" Menyerahlah, dosa mu sudah terlalu besar." Ucap Putra.
" Saya tidak akan pernah menyerah sebelum bisa menguasai Negara ini."
Dengan sigap dari balik punggungnya nya, terselip sebuah pisau yang tajam siap untuk menghunus.
Aaarrrgggghhhh.....
Jleeeebbb....
__ADS_1
Door...
Door....
********
Presiden yang di dampingi oleh Menteri Pertahanan pun melakukan rapat mendadak dengan para petinggi militer.
Pasukan bantuan pun sudah di kirim sebagian membantu Pasukan Khusus yang di pimpin oleh Kapten Putra Nagara.
" Pasukan sudah menduduki markas besar Jaringan international, dan Wilayah Bulan Sabit. Mereka adalah inti dari sebuah kejahatan dunia." Ucap Jendral.
" Walau sangat alot mengalahkan mereka namun dengan pantang menyerah dan semangat jiwa pratiot Pasukan kita berhasil menduduki wilayah mereka dan menumbangkan Pimpinannya." Ucap Kembali Jendral.
Lalu Seorang Ajudan Jendral menghampiri nya, dan berbisik hingga Mata Jendral tersebut membelak kan Mata nya. Terlihat Mata nya langsung memerah dan berkaca - kaca.
" Ada sebuah info yang baru Saya dapatkan barusan. Dan mungkin ini sangat membuat pribadi Saya shock dan tiba - tiba kaki nya menjadi lemas."
Jendral tersebut terdiam sejenak, dan sehingga menimbulkan sebuah perhatian bagi semua yang hadir. Termasuk Menteri Pertahanan dan Presiden.
" Apakah ada sesuatu hal buruk terjadi? " Tanya Menteri Pertahanan.
" Benar, jangan bikin kita semua yang ada disini ikut menjadi penasaran." Ucap Presiden.
Jendral pun menarik nafasnya dan mengeluarkan nya dengan kasar, dengan kedua tangan yang bertumpu di atas meja.
" Saya ingin memberitahukan bahwa, ada sesuatu hal.... "
Maaf hari ini Up ke 2 sedikit, karena Saya sedang keluar kota jadi Up sedikit sesempat Saya di waktu luang untuk bisa tetap Up 🙂🙂🙂
__ADS_1