
" Bang!! " Putra menoleh ke arah sosok yang memanggilnya.
" Hey.. Andra." Sapa Putra.
" Dari kemarin Saya lihat latihan gabungan sama Abang benar - benar dari dulu Top deh, bahkan setiap di medan perang Abang selalu di garis depan." Ucap Andra.
" Akh.. kamu bisa saja."
" Bang, setelah selesai latihan gabungan Saya akan bergabung di kesatuan Abang."
" Oh.. ya, berarti kita sering ketemu lagi nanti, terakhir kita tugas bareng saat satgas luar negeri 4 tahun yang lalu ya, terus kamu tugas di Papua ya." Ucap Putra.
" Iya Bang, sudah lama banget ya." Ucap Andra.
*****
" Sudah dapat berapa usia kandungan nya?" Tanya Ibu Sarif.
" Sudah masuk 6 bulan bu." Jawab Senja.
Saat ini Senja sedang mengikuti arisan bulanan bersama Ibu persit lain nya, dan tak terasa para suami mereka yang mengikuti latihan gabungan akan segera kembali.
" Hamilnya bagaimana Ibu Putra, nggak ada Bapak nggak rewel kan? " Tanya Ibu Ismail.
" Alhamdulillah Bu, paling kalau merasa sakit mungkin iya." Jawab Senja.
***
Sore hari mobil yang membawa para prajurit yang telah mengikuti latihan gabungan telah tiba, mereka menyambut kedatangan para suami mereka.
Senja berdiri sembari memegang pinggang nya, mencari sosok suami nya yang belum kelihatan.
" Bang, suami saya mana? " Tanya Senja pada Arya.
" Seperti nya mobil nya belum sampai." Jawab Arya.
" Oh gitu ya." Ucap Senja lalu kembali berjalan menuju pulang ke rumah nya.
" Nggak mau menyambut Abang sayang."
Senja menoleh ke arah sumber suara tersebut, Senja tersenyum saat melihat sosok yang sangat dia rindunkan.
" Abang..!! "
Senja berjalan mendekati suami nya dan langsung mencium punggung tangan Putra lalu memeluk nya.
" Bunda kangen nggak sama Ayah? " Bisik Putra.
" Kangen banget Ayah, Bunda kangen."
__ADS_1
Putra lalu berjongkok dan mencium perut buncit sang istri, dan mengusap nya dengan pelan.
" Kita pulang yuk, pasti Ayah capek." Ucap Senja.
" Hayu, Ayah juga pengen di pijat sama Bunda kangen sama sentuhan Bunda." Ucap Putra dengan wajah mesum nya.
********
" Selamat bergabung di Kesatuan kami " Ucap Danyon pada Andra yang sudah berpindah tugas di Kesatuan yang sama dengan Putra.
" Selamat datang!! " Ucap Putra menyambut Andra.
" Akhirnya kita bareng lagi Bang." Ucap Andra.
" Halo.. adik letting Abang, kita bertemu lagi." Ucap Arya.
" Apa kabar Bang." Ucap Andra.
" Alhamdulillah baik, sekarang sudah punya pendamping belum nih, dengar - dengar dulu mau menikah." Ucap Arya.
" Nggak jadi Bang, Abang sendiri juga bagaimana masih jomblo saja.", Ucap Andra.
" Enak saja Jomblo, sudah punya tapi nggak ada disini." Ucap Arya.
****
" Ayah katanya ada Anggota baru yang pindah kemari?" Tanya Senja saat sedang berada di ruang keluarga.
" Dari om - om yang tadi pada lewat, terus Ibu - Ibu biasa bergosip katanya tampan." Ucap Senja sembari memainkan mata nya.
Langsung Putra menatap tajam mata istri nya, dan menjitak kepala Senja.
" Auw.. sakit Bang." Ucap Senja sembari cemberut memegang kepala nya.
" Kalau ada barang bagus saja langsung pada peka, ini di depan Bunda apa masih kurang." Ucap Putra.
" Kan sekali - kali Ayah, Bunda juga pingin cuci mata."
Senja memainkan alisnya, sehingga membuat Putra yang melihat nya kebakaran jenggot.
******
" Bund, nanti sore ikut lihat Ayah tanding sepak bola ya Biar Ayah semangat." Ajak Putra.
" Siap ayah, Bunda nanti kasih support buat Ayah." Ucap Senja.
Sore pun tiba Senja pun ikut melihat pertandingan sepak bola dan duduk di atas tribun bersama dengan para istri prajurit lain nya. Di lihat dari jauh, sangat tampan dan gagah sang suami menggiring bola, hingga memasukan beberapa kali bola ke gawang.
" Wah, Pak Kapten hebat Bu sekali nendang langsung gool." Ucap Salah satu istri Prajurit.
__ADS_1
Senja hanya membalas dengan senyuman, namun mata nya terus memamdang ke arah lapangan.
Namun Senja melihat sosok seperti yang dia kenal, saat sosok tersebut sedang menggiring bola.
" Masa dia, apakah dia?? " Senja melihat dari kejauhan sosok yang dia lihat.
***
" Capek Ayah!! " Senja sembari menyodorkan botol minum kepada Putra.
" Capek Ayah hilang kalau sudah ada Bunda disini." Ucap Putra sambil membuka botol minumannya.
" Ayah mau nanya, Anggota baru yang pindah kesini nama nya siapa?" Tanya Senja.
" Memang kenapa?" Tanya Putra kembali.
" Ya nggak apa - apa, nanya saja." Jawab Senja.
" Namanya Andra winyoko, adik letting Ayah." Ucap Putra sambil menselonjorkan kedua kakinya di tribun.
Angin semilir di atas tribun, membuat Senja membelak kaget saat mendengar nama tersebut, seketika jantung Senja berdetak sangat kencang.
" Sekian lama, setelah kejadian itu saya bertemu kembali denganmu Bang."
" Memang ada apa sih tanya - tanya tentang dia, Abang curiga deh sama istri - istri Prajurit disini. Kirain istri Prajurit lain yang kesemsem sama Andra, eh istri sendiri juga sama." Ucap Putra dengan muka masamnya.
" Ih.. Abang apaan sih, cuman tanya doang."
********
Senja berjalan menuju sebuah mess dia mencari seseorang yang selama ini dia cari. Senja berjalan melewati mess, dengan menoleh kesana kemari.
" Sedang apa disini?"
Senja tersontak kaget, saat melihat Aswin yang berada di belakangnya.
" Abang, anu saya sedang jalan - jalan saja." Ucap Senja sedikit gugup.
" Jalan - jalan." Ucap Aswin dengan menaikan satu alisnya.
" Kalau begitu saya permisi Bang."
Senja pun berjalan meninggalkan Mess dan menuju kembali ke rumah nya.
" Kenapa saya harus melihat kamu kembali disini, apakah dengan cinta pertama kamu sudah di pertemukan? Sakit hati saya bila mengingat kejadian itu kembali. "
" Sampai saat saya masih mengingatnya Tari, sampai saat ini saya masih sendiri karena masih menyimpan rasa itu, dan takut untuk kembali menjalin sebuah hubungan."
" Semoga Abang memaafkan kesalahan saya, maafkan kesalahan saya yang terbesar. Maaf Bang maaf. "
__ADS_1
" Cinta pertama memang tidak bisa di lupakan, selama nya hanya ada dia yang selalu di hatiku."
Mereka berguman bersamaan di dalam hati mereka masing - masing.