
Senja terus menunduk sambil memegang kedua kakinya, dengan tubuh bergetar. Dan terus mengucapkan kata - kata memohon, sehingga membuat Putra sangat sakit hatinya.
" Tolong.. jangan sentuh Saya, tolong jangan sentuh saya!! "
Senja terus mengucapkan kan kata - kata itu, sejak Putra datang menemuinya.
" Senja, ini Abang. Suami kamu sayang, coba kamu lihat wajah Abang." Ucap Putra.
" Jangan dekat - dekat, Saya mohon jangan dekat - dekat." Ucap Senja yang masih memalingkan wajah nya.
" Ini Abang sayang, suami kamu Bang Putra."
Putra mencoba mendekati Senja, di pengangnya tangan Senja namun segera Senja tepis.
" Saya mohon jangan paksa Saya, jangan dekati saya." Senja mundur menjauh menghindari Putra.
Putra sangat sakit melihat kondisi sang istri yang depresi berat bahkan dengan dirinya pun tak mengenalinya.
" Abang mohon, ingatlah Abang ini suami kamu."
*******
" Bagaimana Put, kondisi Senja.? " Tanya Om Toni.
" Dia tidak mengenali Saya om, yang dia ingat masa pahitnya." Jawab Putra.
" Kamu akan bawa dia ke Jawa dengan kondisi seperti itu? "
" Iya Om, Saya akan obati dia disana."
" Ingat dia juga punya Asma, kamu juga harus dekati dia pelan - pelan. " ucap Om Toni.
" Iya Om." Ucap Putra.
******
Senja turun dari atas tempat tidur, dia mendekati Putra yang sedang terlelap di atas sofa panjang. Di pandangnya wajah Tampan yang lelah dalam tidur nya, Senja sambil berjongkok terus memamdangi wajah suami nya.
Saat Senja masih menatap wajah Putra, saat Putra membalik badan nya ke samping, Putra mengeliat dan mengerjapkan matanya saat Senja ada di samping nya.
" Sayang!!! " Ucap Putra dengan suara khas orang bangun tidur.
" Kamu siapa?" Tanya Senja.
Putra lalu bangun dari tidur nya, dan memposisikan duduk nya menyamai dengan posisi jongkok Senja.
" Kamu nggak ingat Abang?" Tanya Putra.
__ADS_1
" Tolong Saya, bawa pergi dari orang jahat." Jawab Senja sembari berbisik.
" Mau pergi kemana?" Tanya Putra mengikuti alur yang terjadi pada Senja.
" Saya ingin mencari suami Saya." Jawab Senja.
" Suami kamu, Kamu sudah menikah?" Pura - pura Putra bertanya.
" Hiks.. hiks... sa - saya hiks.. hiks.. ingin minta cerai sama dia hiks.. hiks... " Ucap Senja sambil menangis.
Hati Putra terasa terhunus pedang, dia terduduk lemas sambil berhadapan dengan Senja.
" Kenapa kamu ingin bercerai?" Tanya Putra.
" Hiks.. hiks.. sa - sa-saya tidak bisa jaga dari, kerhormatan Saya sudah di renggut oleh orang, dia tidak pantas mendapatkan istri seperti Saya hiks... hiks... Saya kotor... hiks... hiks... " Jawab Senja dengan isak tangis yang keras.
Putra lalu menarik tubuh Senja ke dalam pelukan nya, Senja terus terisak di pelukan Putra.
" Tolong...bawa saya ke tempat suami saya hiks.. hiks... tolong saya." Ucap Senja yang masih dalam pelukan Putra.
" Abang akan cari tahu siapa yang membuat kamu seperti ini."
********
" Om apakah aman kondisi seperti ini Saya bawa dia naik pesawat?" Tanya Putra.
" Saya ingin bawa dia, dan mengobatinya disana." Ucap Putra.
" Kamu harus sabar, dan ikhlas menerima dia dengan keadaan yang berbeda."
" Saya ikhlas om menerima dia kembali, mungkin dia bukan Senja yang yang dulu yang Saya kenal."
" Orang yang terkena pelecehan seperti Senja, akan sulit dan banyak trauma nya. Jadi kamu harus bisa benar - benar membuat Senja nyaman.
********
" Bang...!!! "
Putra menoleh saat dia sedang meracik obat untuk Senja.
" Iya..!! "
" Kapan Abang bawa Saya pergi dari sini? " Tanya Senja.
" Abang akan bawa kamu ke jawa." Jawab Putra.
" Menemui suami Saya?" Ucap Senja dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
" Iya menemuinya." Ucap Putra.
" Abang tahu nama Saya Mentari Senja Timur."
Putra menganggukkan kepala nya, dan mengusap pucuk kepala Senja.
" Kamu ingat siapa yang ada di depan kamu?" Tanya Putra mencoba untuk Senja belajar mengingat.
" Senja tidak ingat siapa Abang, yang hanya Senja ingat, bahwa Saya sudah menikah." Jawab Senja.
" Kamu tidak ingat yang di depan kamu ini adalah suami kamu? " Tanya Putra dengan memegang kedua pipi Senja.
Senja tersenyum, dan lalu air matanya pun tumpah, dan dengan segera menutupi kedua wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
" Kenapa Sayang? " Tanya Putra
" Hiks.. hiks... hiks... Abang.. saya kotor, hiks... hiks.. saya sudah ternoda.. hiks.. hiks... " Jawab Senja.
" Sssttt... jangan bicara seperti itu, kamu tetaplah wanita suci di mata Abang."
Putra lalu menarik tubuh Senja ke dalam dekapan nya, Putra pun sudah tidak tahan dengan sesak di dadanya begitu pula air matanya pun jatuh dari kedua sudut kelopak matanya.
*****
"Dok, Saya ingin melanjutkan pengobatan istri Saya di jawa, jadi Saya ingin membawa dia pulang." Ucap Putra pada Dokter spesialis kejiwaan yang menangani Senja.
" Bisa Pak, nanti Saya akan rujuk ke Dokter yang Saya rekomendasikan. Bapak temui dia, dan bertugas di rumah sakit xxx, dia adalah Spesialis Dokter kejiwaan yang terkenal." Ucap Dokter tersebut.
" Terima kasih Dok."Ucap Putra.
******
" Asrrrggghhhh.... tidaakkk.... tolong.... Saya tolong......!!! "
Braakkkkkk......
" Hahaha hahaha......!!!! "
Putra langsung berlari menuju kamar Senja, disana sudah ada perawat dan seorang Dokter yang akan menyuntikan kan obat penenang, namun Senja terus memberontak.
" Ada apa?? " Tanya Putra.
" Pasien, berteriak histeris Pak." Jawab seoarang perawat.
" Hahahahaha..... Abang... hi hi hi hi.... lihat mereka, masa Senja mau di apa - apain lagi sama mereka. Eh.. kalian, jangan pernah sakiti Saya, dia akan melindungi Saya tahu.. hi.. hi... " Senja terus mengoceh dan tertawa yang tidak jelas hingga dia seperti orang yang benar - benar sudah tidak lagi sehat.
Putra mendekap tubuh Senja, yang masih terus mengoceh yang nggak jelas, dan kadang tertawa.
__ADS_1
" Suntikan dia Dok? " Ucap Putra dengan suara pelan.