
Putra berdiri di belakang pohon besar, saat ini dia mencari Kanaya Yang sudah pergi meninggalkan nya.
Langkah kaki Yang semakin dekat, Putra sangat yakin itu adalah langkah kaki Para Prajurit Yang sedang mencari diri nya, karena Kanaya meninggalkan nya sediri.
" Ini titik Yang di maksud, tapi dimana? " Ucap Aswin.
" Jangan - jangan jebakan." Ucap Sertu Ilham.
Putra mendengar suara Yang sangat dia kenali, lalu dengan tangan meraba pohon - pohon kecil di sekitar nya Putra berjalan mendekati mereka.
Sreekkk....
" Siapa itu? " Aswin dan Prajurit lain nya mengarahkan Senjata pada sumber suara Yang mereka dengar.
********
Plaakk....
Buugghhh....
Ennggghhhh....
Kanaya terkuyung ke tanah, wajah nya penuh luka hingga berdarah. Walaode marah, saat mengetahui adiknya telah membantu salah satu TNI Yang selamat.
" Kurang ajar kamu, sudah berani kamu mengkhiati saya." Bentak Walaode.
" Saya lebih memilih mengakhiri hidup Saya demi Negara ini, dari pada Saya mengikuti kalian Yang sudah menjadi musuh Negara bahkan dunia." Ucap Kanaya.
" Kurang ajar...!!!! " Bentak Walaode.
Plaakk...
Plaakk.....
Buugghhh.
" Cuih.... Saya akan hukum kamu." Bentak Walaode.
" Jangan hukum nona Kanaya Tuan."
" Benar Tuan, jangan hukum nona. Dia adik kandung Tuan, hukum lah kami." Ucap Bodyguard Kanaya.
" Oh.. bagus ya, sudah ada Yang berani membela Kanaya bahkan melawan saya."
Walaode berbalik, dengan mata memerah langsung berbalik badan kembali.
Sreeeetttt......
Sreeetttt.....
" Aaaahhhkkk.... " Kanaya berteriak sembari menutup matanya hingga darah dari tebasan Walaode kepala kedua Bodyguard Kanaya mengenai wajah Kanaya dan Walaode.
Dua Kepala menggelundung di depan Kanaya, hingga Kanaya Shock saat melihat dua Kepala di depan mata nya.
" Kakak...!!! " Ucap Kanaya dengan wajah Yang penuh amarah.
" Hey... kribo bawa anak buah mu, nikmati Yang ada di depan kalian sepuasnya." Ucap Walaode dengan senyum liciknya.
" Wah.. benar Bos, kami bisa menikmati setiap inci milik Kanaya." Ucap Kribo.
__ADS_1
" Hmmm....!! " Walaode keluar dengan menghisap rokok serutunya.
********
Didalam helikopter Putra di periksa oleh seorang Tenaga Kesehatan Militer karena saat di temukan Putra dalam kondisi tidak melihat.
" Bagaimana kondisi Kapten? " Tanya Aswin.
" Dia terkena Buta sementara akibat suatu hantaman benda keras mengenai Kepala nya." Jawab Letda Nugroho.
Kebutaan sementara atau amaurosis fugax adalah hilangnya penglihatan yang berlangsung sementara biasanya terjadi pada satu mata yang berlangsung dari beberapa detik hingga menit. Sering kali kebutaan sementara terjadi karena penurunan pasokan aliran darah ke organ mata.
********
Owaaaa.... owaaa......
Baby boy terus menangis, entah mungkin bayi mungil ini merasakan sedih karena Bunda nya belum juga sadar, hanya terkujur lemah dengan bantuan alat Yang terpasang di tubuhnya.
" Malang benar nasib kamu nak, Bunda kamu belum juga sadar." Ibu Mutia terus mendekap bayi mungil Yang terus menangis.
" Bangunlah Senja, apa kamu tidak mendengar anak mu menangis terus. Bangunlah nak, jangan terlalu menikmati mimpi indah terus." Ucap Ibu Mutia sembari meneteskan air mata nya.
*******
Putra langsung di larikan ke rumah sakit militer, untuk mendapatkan perawatan Yang lebih intensif terutama pada bagian mata nya. Dan Dokter pun mengecek luka di dada nya akibat tembakan Yang sudah mengering.
" Rapih sekali, siapa Yang merawat Kapten kita ini selama di hutan? " Tanya Dokter Iwan.
" Dia adalah malaikat penyelamat hidup saya." Jawab Putra singkat.
Lalu Putra merogoh kantongnya dan menyerahkan sebuah botol Yang berupa ramuan Yang di beri oleh Kanaya.
" Saya di beri ramuan ini, katanya obat untuk mata Saya. saat pertama pakai rasa nya begitu sangat perih."'Jawab Putra.
Dokter Iwan pun lalu mencium ramuan tersebut, tercium bau dedaunan yang khas untuk di pakai sebagai bahan obat - obat an.
" Ini obat orang jaman dulu, ini bagus herbal. Pak Kapten bisa memakainya tapi dalam pantauan saya."
********
" Bang." Sapa Andra
" Andra." Sapa Putra kembali sembari kedua tangan Putra mencari keberadaan Andra.
Andra lalu meraih tangan Putra, dan Putra pun meraih kedua pundak Andra.
" Saya senang Bang Putra kembali."
" Bagaimana keadaaan Senja?
" Tari sudah melahirkan seorang Bayi laki - laki, tapi.. " Ucap Andra yang sempat terputus.
" Kenapa Senja? " Tanya Putra dengan wajah yang sudah panik.
" Tari sekarang koma setelah dia koma beberapa hari, dia sadar sekarang dia tidak sadarkan diri kembali." Jawab Andra.
Putra seketika meneteskan air mata nya, dia tak kuasa menahan tangis, hingga kaki nya lemas dan terduduk di lantai.
" Anak saya bagaimana kondisinya?" Tanya Putra.
__ADS_1
" Dia sehat Bang, wajahnya mirip sama kamu Bang, mata nya seperti ibunya." Jawab Andra.
" Tolong bawa Saya bertemu bersama anak dan istri saya." Ucap Putra.
********
" Ya Allah Putra." Ibu Mutia langsung memeluk Putra yang berjalan di papah oleh Andra dan Aswin.
" Bunda." Putra memeluk tubuh Ibu Mutia.
Lalu Pak Wahyu pun memeluk tubuh Putra dengan erat yang sudah di anggap sebagai anak kandung nya sendiri.
" Ayah."
" Putra, kamu akhir nya kembali nak." Ucap Pak Wahyu sembari memegang kedua pipi Putra.
" Matamu Nak? " Tanya Ibu Mutia.
" Sementara Putra nggak bisa melihat, ini Buta sementara." Jawab Putra.
" Astaghfirullah Nak." Ibu Mutia tak kuasa menahan tangis.
" Bunda Ayah, antar kan Saya melihat anak dan istri saya." Pinta Putra.
***
" Ini anak kamu Putra." Ucap Ibu Mutia sembari menggendong Baby boy anak Putra dan Senja.
Putra meraba wajah anak pertamanya, mata Putra berkaca - mata saat Bayi kecil itu mengeliat.
Putra tersenyum bahagia, hingga dia meneteskan air matanya. Saat Bayi mungilnya mengeliat dan menggerakan tangan nya.
" Gendonglah." Ibu Mutia menyerahkan nya pada Putra untuk pertamanya kalinya dia menggendong anak pertamanya.
" Senja belum memberikan nama." Ucap Ibu Mutia.
" Kami sudah memiliki nama untuk anak pertamanya kami." Ucap Putra sembari menciumi kedua pipi nya.
" Siapa? " Tanya Ibu Mutia.
" Kavan Arrio Nagara. Kavan mempunyai arti Perang sedangkan Arrio berasal dari bahasa spanyol yang mempunyai arti seseorang yang tangguh di kala Perang sedangkan Nagara, Abang ambil dari nama belakang Abang." Jawab Putra .
" Kita panggil Avan." Ucap Putra.
" Nama yang bagus." Ucap Andra.
" Semoga kelak,kamu menjadi lelaki yang tangguh." Ucap Aswin.
*****
Putra di papah oleh Andra, dan Putra duduk di kursi samping ranjang dimana Senja terbaring dengan alat yang di pasang di tubuhnya.
Putra merasakan seperti apa saat ini, Putra tak kuasa sesak rasa dada nya saat tahu istrinya tak sadarkan diri.
" Sayang, bangunlah Abang pulang hiks.. hiks.. bangunlah Yank, jangan lama - lama tidurnya hiks.. hiks... "
Putra menangis sembari menciumi jemari Senja, dan terus menciumi nya rasa rindu yang sangat terpancar di wajah Putra namun mendung yang dia kini dia rasakan.
Tangis nya yang tak henti, membuat dia samar - samar terlintas cahaya di pandangan Putra.
__ADS_1