Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Dia Ada di Sekitar Kita


__ADS_3

" Bunda... Ayah...!!! " Teriak Putra saat memasuki kediaman Ibu Mutia dan Pak Wahyu.


Putra dengan wajah cemasnya, mencari semua orang yang ada di rumah namun tidak dia temukan.


" Avan... Bunda... Ayah...!!! " Putra berteriak kembali memanggil mereka namun tidak ada.


" Kemana mereka, Ya Allah jangan sampai terjadi apa - apa terhadap mereka." Ucap Putra yang masih mencari nya di setiap sudut ruangan.


" Abang...!!! "


Putra menoleh ke arah sumber suara tersebut, dan saat melihatnya wanita yang tampak dewasa dan berbeda tersenyum kepadanya.


" Kinan!! " Putra melihat Kinan dari atas sampai bawah dan memutari tubuhnya.


" Ih.. Abang kenapa sih liatin Kinan kayak gini."


" Kamu Kinan kan? " Tanya Putra.


" Ish.. yaiya Bang Saya kinan." Jawab Kinan.


Dan Putra lalu mencari Ibu Mutia, Avan dan Pak Wahyu kembali namun masih belum menemukan nya.


" Abang cari siapa? "


" Bunda sama Ayah mana? Avan kemana? "


" Bunda sama Ayah lagi keluar, Avan sama Kak Hanum duduk di taman belakang."


" Hanum?? "


Lalu Putra berjalan ke arah taman belakang, dan melihat Avan begitu nyaman duduk di pangkuan seorang wanita dengan rambut pendek sebahu.


" Siapa dia? " Tanya Putra pada Kinan saat berdiri di samping Kinan.


" Katanya dia dulu anak panti sini, setelah di adopsi oleh pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, dia baru ke sini lagi." Jawab Kinan.


Putra lalu melangkahkan kakinya mendekati wanita yang sedang duduk memangku Avan yang tampak nyaman berada di pangkuan nya.

__ADS_1


" Avan..!! " Sapa Putra.


Wanita yang bernama Mentari itu lalu menoleh ke arah suara yang memanggil nama anak kecil yang di pangkunya.


" Eh ada om Tentara yang manggil nak." Ucap nya.


" Saya Ayahnya." Ucap Putra dingin lalu mengambil alih Avan dari pangkuan nya.


" Maaf Saya kira bukan Ayahnya." Ucap Hanum sembari tersenyum namun Putra begitu cuek tak menanggapi nya dan memilih pergi meninggalkan Mentari.


" Itu orang dingin banget, baru kali ini ada Pahmud alias Papah muda kayak gitu." Gerutu Hanum.


***


" Bund, Avan saya bawa ke Asrama. Bila perlu Bunda dan Ayah pun ikut." Ucap Putra.


" Memang nya ada apa Put, kami tidak bisa meninggalkan anak - anak." Ucap Ibu Mutia.


" Iya nak, kalau kamu ingin bawa Avan, bawalah dengan pengasuh." Ucap Ibu Mutia.


" Saya akan cari Bund."


Putra langsung melirik ke arah Kinan, dan langsung membuang mukanya.


******


" Kamu kenapa sih maksa Mau minta jagain Avan, ingat ya walau Senja sudah meninggal Saya tidak akan pernah suka sama kamu." Ucap Putra kesal.


" Bang, Saya ini bukan Kinan yang dulu, ada sebuah misi yang harus Kinan selesaikan."


" Misi apa? Mau PDKT sama Abang."


" Ih.. geer banget, Kinan ada misi Bang."


" Terus kuliah kamu gimana?"


" Berhenti, saat di kirim ke Australia Kinan mutusin nggak kuliah."

__ADS_1


" Ya ampun Kinan, kamu mau jadi apa nanti."


" Makan nya, Kinan kerja jadi Baby sister nya Avan."


" Ingat jagain Avan, bukan godain Abang. Dan Abang bakalan tidur di mess."


" Iya Bang tenang saja."


Saat berkendara Putra melihat di kaca spion, ada sebuah mobil yang terus mengikuti nya. Putra mencoba cepat, mobil yang di belakang pun ikut cepat. Saat pelan mobil yang mengikuti pun ikut pelan.


" Kinan, mobil kamu sudah di Asuransikan?"


" Iya memang nya kenapa?"


" Jaga Avan peluk dengan benar."


Putra pun lalu menancapkan gas dengan kecepatan tinggi mempercepat laju kemudinya.


" Abaaangggg..... apa mau kita celaka..!! "


" Diam..!!! "


" Nikmati saja seperti di film Fast Farious."


Dengan kecepatan tinggi, salip menyalip membuat jantung Kinan berdegup kencang. Dan Avan pun mulai menangis kencang, saat mobil yang di kemudikan Ayahnya melaju kencang.


" Abaaangggg.. kalau nggak suka sama Kinan, jangan bikin Kinan celaka, Kinan belum nikah Bang hiks... hiks... Kinan belum ketemu sama jodohnya Kinan hiks... hiks... " Ucap Kinan sembari memeluk erat Avan.


" Bisa diam nggak...!!! " Bentak Putra yang sembari melirik ke arah spion mobil.


Owwwa..... oowaa.....


Avan pun menangis keras saat mendengar bentakan Ayahnya.


" Abang liat Avan nangis gara - gara Abang hiks... hiks... "


Putra saat ini tak menghiraukan ocehan Kinan, dia hanya fokus berkendara untuk menghindari mobil yang mengikuti nya.

__ADS_1


Namun saat sedang kejar - kejaran tiba - tiba ada sebuah motor yang menyalip di tengahnya dengan memberi kode dari sebuah lampu cahaya motor, dan Putra pun mengetahui tanda dari cahaya lampu tersebut. Dan langsung menancapkan gas nya mempercepat kecepatan mobil nya.


__ADS_2