
" Tolooonggg....!!!
Kinan terus berlari hingga dia berhenti saat sebuah mini van hitam berhenti tepat di depan nya.
" Cepat ambil bayi nya." Teriak salah satu pria bertopeng.
" Jangan.. tolong... jangan... " Kinan terus memberontak mempertahankan Avan dari pelukan Kinan .
Dua pria bertubuh kekar itu terus menarik paksa Avan, hingga Avan menangis sangat keras.
" Cepat serahkan anak ini." Bentak salah satu pria bertopeng.
" Jangan tolong jangan." Ucap Kinan berusaha untuk mempertahankan Avan.
Buugghh...
" Aarrggghhh... "
Kinan di pukul di area punggungnya, hingga Avan yang ada di gendongan Pun akhirnya terlepas dan Avan pun di bawa oleh pria bertopeng tersebut masuk ke dalam sebuah mini van.
" Avan... hiks... hiks... ya Allah ini bagaimana hiks.. hiks.. Avan..!! "
****
" Kinan... Avan... " Teriak Putra saat memasuki rumah dinas nya namun dia tidak menemukan Kinan dan Avan.
" Ada apa Bang? " Tanya Andra menghampiri bersama dengan Hanum.
" Lihat anak Saya nggak sama Kinan? " Tanya Putra kembali.
" Nggak Bang, kami nggak lihat." Jawab Andra.
" Kemana mereka, jangan sampai mereka pergi dari Batalyon. " Ucap Putra yang sudah sangat frustasi.
Lalu Putra melihat Kinan berjalan dengan wajah yang kusut dan terisak menangis.
" Kinan, Avan mana? " Tanya Putra.
" Hiks.. hiks.. hiks.. maaf Bang, maaf hiks.. hiks.. " Jawab Kinan langsung bersujud di kedua kaki Putra.
" Avan mana?? " Bentak Putra.
Andra terus menatap Kinan dengan lekat, dan memperhatikan dengan seksama.
" Maaf Bang.. hiks.. hiks.. Avan di culik."
" Apa...!!! Ya Allah Kinan.. Abang sudah bilang jangan keluar dari Batalyon, kenapa Keluar jadi ini bagaimana dengan Avan anak Abang ya Allah Avan.....!! Putra yang sudah meluap emosinya langsung menampar pipi Kinan.
Plaaakkk...
" Ini untuk kamu yang sudah melanggar aturan." Bentak Putra.
Saat akan menganyunkan tangan nya kembali, Andra dengan cepat memegangi tangan Putra.
" Dia memang salah, tapi ingat dia wanita. " Ucap Andra.
__ADS_1
" Saya tahu di wanita, tapi kamu tahu gara - gara dia anak saya di culik." Bentak Putra.
Hanum lalu membawa Kinan masuk ke dalam rumah, sedangkan Putra mengamuk di depan rumah dinas nya sehingga membuat para Anggota berlarian menghampiri nya.
" Avan.... hiks... hiks... Avan..... aarrrggghh... "
****
" Abang kemana saja saat di hubungi, Avan susu nya habis dia Mau minum susu." Isak Kinan.
" Tapi kan bisa tunggu Abang, nggak harus keluar." Bentak Putra.
" Memang nya apa yang kalian rahasia kan, kalau kalian tidak merahasia kan nya tidak seperti ini." Ucap Kinan membela diri.
" Kamu tahu, mereka itu adalah kelompok Bulan Sabit yang menginginkan Abang, karena Abang yang berhasil selamat dan masuk perangkap mereka, kini Avan adalah Korban nya ." Ucap Putra.
" Hiks.. hiks.. hiks..Avan hiks... hiks.. " Isak Kinan.
******
" Saya Mau minta pasukan untuk membebaskan anak Saya yang di culik oleh kelompok Bulan Sabit." Ucap Putra pada Danyon.
" Iya tapi kita harus pakai strategi jangan gegabah."
" Saya nggak habis pikir kalau mereka menganiaya anak saya." Ucap Putra dengan Mata yang sudah memerah.
" Kelompok mereka adalah terhubung dengan jaringan international, dan kamu memiliki peta dan struktur organisasi tersebut , ini memang Umpan untuk menarik pasukan kita masuk ke sarang mereka, dan dampaknya pada negara kita bila semua pasukan tewas di tangan mereka." Ucap Danyon.
*******
Kina menangis di bawah pohon mangga belakang rumah dinas Putra, dan saat di belakang rumah Dinas ada Sebuah pekarangan
luas yang di tanami oleh macam - macam sayuran dan buah - buahan.
" Dek..!!! "
Kinan mengadahkan wajah nya saat seorang pria menghampiri nya yang sedang menangis.
" Abang...!!! "
******
" Hiks... hiks... Avan, maafkan Ayah. Senja maafkan Abang yang nggak bisa menjaga Avan dengan baik. Maafkan Abang sayang, hiks.. hiks... tunggu Ayah sayang akan membebaskan kamu."
Putra meringkuk di kamar dimana dia dulu tidur bersama Senja, Putra sangat bersedih saat ini anak pertama nya telah di culik.
Sembari meringkuk di atas tempat tidur, Putra menangis sambil memeluk photo Avan yang ada di figura.
Di balik pintu, tak sengaja Hanum melihat Putra menangis. Rasa itu sungguh sangat menyayat hati saat melihat orang yang mereka sayang pergi.
" Saya juga merasakan apa yang Kapten rasakan."
*******"
Owaaaaa.... owaaaaaa...
__ADS_1
" Diam kamu...!!!
Owaaa..... owaaaa.....
Owaaaa.....
" Diam...!!! "
" Sudah jangan di bentak, anak kecil seperti dia tidak salah."
" Benar anak ini tidak salah, tapi orang tua nya yang salah. Saya baru tahu kalau yang di selamat kan itu adalah Kapten Putra suami dari Senja.Dia sudah meninggal Saya akan balas pada anak nya untuk menyiksa Putra, Saya kehilangan cinta dari suami yang karena hanya seorang Senja."
" Dan ingat, saudara kamu juga sangat mencintai Kapten itu, kita tinggal tunggu saja peta dan struktur organisasi itu akan membawa dia dan pasukan nya di samping dendam pribadi, kita juga bisa hancurkan Negara ini dengan Prajurit yang masuk dalam perangkap kita.
***
Para pasukan terpilih berada di sebuah ruangan, mereka sedang mempelajari Peta dan struktur organisasi yang berasal dari salah satu anggota Bulan Sabit yang di berikan kepada Putra.
" Misi ini benar - benar misi yang sangat besar, Menteri Pertahanan pun mengetahui dan akan bekerja sama dengan Prajurit dari luar negeri untuk membantu menumbangkan akar inti." Ucap Panglima yang memimpin langsung pertemuan tersebut.
" Maaf, boleh Saya bicara." Ucap Hanum.
" Silahkan Letda Hanum." Ucap Panglima.
" Saya curiga dengan aksi mereka, permasalahan dengan Negara, tapi mereka menculik anak dari Kapten Putra. Apakah ini bukan masalah pribadi yang di kaitkan dengan Negara."
Putra lalu menatap ke arah Hanum, dia mencerna apa yang di bicarakan nya.
" Masalah pribadi? " Ucap Putra.
" Mungkin punya masalah dengan salah satu anggota nya."
" Saya hanya di tolong saja, lalu di bebaskan begitu saja. "
" Apakah yakin? "
" Iya saya yakin." Ucap Putra.
" Seorang musuh tidak mungkin mengasih cuma - cuma tentang data mereka kecuali sebuah jebakan, dan di culik nya anak Kapten Putra ada hubungan nya dengan Kapten." Ucap Hanum.
*******
" Sayang, kasihan sekali kamu nak. sungguh kejam perlakuan kalian, anak kecil yang tidak berdosa kalian culik."
Dia mendekap tubuh mungil yang gembul dengan selimut hangat, Mata yang sembab karena menangis.
" Hiks.. hiks.. semoga Ayah kamu cepat menjemput kamu sayang, kamu jangan sampai merenggang nyawa di tangan mereka."
###########
Setelah melow kita sedikit tegang, biar alurnya naik turun tapi cenderung spot jantung kayak roller coaster 😁😁😁
Yang nggak suka bisa skip...!!!
Yang Suka lanjut...!!!
__ADS_1
Karena banyak kejutan di setiap Part nya, doakan Saya sehat selalu agar bisa menyuguhkan cerita - cerita yang ngena banget di setiap Part nya.