Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Mencoba belajar Membuka Hati


__ADS_3

" Terima Kasih untuk hadiah jam tangan nya." Ucap Putra memperlihatkan jam tangan yang sudah di pasang di pergelangan tangan nya.


" Sama - sama, saya bingung mau kasih kado apa, dan kesukaan kamu apa." Ucap Dahlia.


" Jujur Saya nggak tahu kemarin hari ulang tahun Saya, sebenarnya ini adalah kejutan terindah yang pernah Saya rasakan."


" Memang nya ulang tahun kemarin - kemarin tidak indah gitu? "


" Banyak hal yang tak bisa di lupa kan, tidak mungkin merayakan di saat masalah datang bertubi - tubi."


" Hmmm... maaf sebelum nya barang kali lancang, takut istri Pak Kapten marah." Ucap Dahlia.


Putra se akan menahan tawa nya, dan ada rasa getir juga di saat kata istri terdengar di telinga nya.


" Nggak akan ada yang pernah marah sama Saya, walau dekat dengan seribu wanita. Kecuali anak Saya Avan." Ucap Putra sembari tersenyum.


" Memang istri nya kemana? "


" Dia sudah meninggal di sini dia hembuskan nafasnya, di sini kita bertemu selama 20 tahun kita berpisah, di sini kita memulainya di disini juga awal sebuah malapetaka hingga membawa luka." Ucap Putra mengingat masa itu.


" Maaf..!! "


********


" Ayah menurut Ayah Kapten Putra gimana orang nya? " Tanya Dahlia di sela - sela makan nya.


" Baik orang nya, dia tegas memang kenapa? "


" Hmmmm... nggak apa - apa sih Yah, cuman penasaran aja sama orang seperti dia."


*******


" Wah jam baru Bang? " Sindir Andra saat Putra datang ke rumah Dinas Andra setelah pulang Dinas untuk menjemput Avan.


" Iya dong."


" Wuih.. ini Mahal, selera nya boleh juga." Ucap Andra memegang pergelangan Putra.


" Di kasih sama Dahlia."


" Dahlia??? "


" Anak dari Pak Lutfi Mayor."


" Yang katanya Dokter? "


" Iya, kemarin dia kasih kado buat saya."


" Wiihhhh... jangan - jangan dia naksir Abang."

__ADS_1


" Emang nya kalau kasih kado naksir gitu?"


" Perempuan kasih kado tiba - tiba buat cowok,kalau nggak punya perasaan apa coba."


" Kesempatan Bang, bukalah hati Abang untuk wanita lain, kasihan Avan dia butuh sosok seorang ibu."


*****


" Apakah Saya harus memulai lagi dengan seorang wanita? " Ucap Putra pada photo Senja.


" Abang jujur masih takut memulai nya lagi, karena bayangan kamu masih melekat."


Putra mengusap photo Senja yang tengah berpose tersenyum bergelayut manja di lengan Putra.


" Apa kamu ijinkan Abang bila hati ini untuk wanita lain, Abang bingung untuk mencoba membuka hati tapi sedikit demi sedikit Abang berusaha bangkit."


********


" Avan... jangan lari - lari dong, mami nggak kuat buat ngejar Avan." Teriak Kinan dengan nafasnya yang sudah tersengal.


Avan terus berlari saat dirinya makan dengan di suapi oleh Kinan.


" Mami... ayo kejar Avan, Ahk.. kaya kura jalan nya lambat." Teriak Avan.


" Aduh ya ampun ini sudah nggak kuat, mami menyerah buat jalan jauh lagi."


Lalu Kinan menghubungi Putra , dan panggilan nya tak kunjung di angkat.


" Ya Allah Avan, kamu kemana." Kinan lalu melanjutkan jalan nya kembali, dan saat sedang berjalan Sebuah motor berhenti tepat di depan nya Andra dan Putra menghampiri Kinan.


" Mau kemana? " Tanya Andra.


" Ngejar Avan, nggak tahu anak itu hilang kemana Saya sudah nggak kuat dari tadi kejar Avan." Jawab Kinan.


" Avan kemana Kinan?" Tanya Putra dengan nada yang sedikit tinggi.


" Saya tadi coba hubungi Abang buat kejar Avan, di suruh makan malah lari saya suruh kejar dia. "


" Bang Saya antar Kinan pulang, Abang cari Avan dia nggak bakalan keluar dari Asrama karena penjagaan pintu depan ketat, dan pintu samping pun juga sama." Ucap Andra.


" Ya sudah Saya cari anak itu dulu."


Putra pun lalu berjalan mencari Avan, dan menanyakan pada setiap anak buah nya yang berpapasan.


" Kemana anak itu, kecil - kecil lari nya cepat padahal tubuh dia gemuk."


Putra terus berjalan hingga langkah nya terhenti saat melihat Avan sedang duduk berada di sebuah tangga teras Aula sambil memakan sebuah roti di tangan kanan, dan Sisi kotak di tangan kiri, dan yang lebih menarik pemandangan adalah Avan tengah bercanda dengan Dahlia.


" Seandainya itu kamu Senja."

__ADS_1


Putra pun melangkah kan kaki nya mendekati mereka berdua yang sedang mengobrol entah pembicaraan apa antara jarak usia yang terpaut sangat jauh.


" Bang..!! "


" Ayah..!! " Ucap Avan sembari mengunyah makanan nya.


" Tadi kamu kerjain mami ya, jangan begitu kasihan mami sedang hamil." Ucap Putra lalu duduk di samping Avan.


" Mami?? " Ucap Dahlia refleks.


" Istri nya Letda Andra, Kinan sejak kecil Avan deket sama mereka." Ucap Putra.


" Ohh.. kirain siapa." Ucap Dahlia.


" Siapa apanya. . " Ucap Putra.


" Nggak apa - apa kok." Ucap Dahlia sedikit kikuk.


" Aduh kenapa jadi grogi gini sih kalau dekat sama Pak Kapten." Dahlia bergumam dalam hatinya.


****


" Terima kasih Dahlia sudah temenin Avan, maaf kalau anak Saya suka merepotkan banyak orang karena tingkah nya." Ucap Putra sembari menggendong Avan yang tengah tertidur karena kekenyangan.


" Nggak masalah malah Saya suka sama Avan, lucu bikin Saya tertawa." Ucap Dahlia.


Putra pun tersenyum pada Dahlia, wanita berkulit hitam manis yang eksotis itu membuat pertama kalinya Putra bisa tersenyum setelah Senja.


******


" Ikh..... kok saya jadi senyum - senyum terus gini sih.. Akh....!! " Dahlia berguling kesana kemari di atas tempat tidurnya, lalu dia membuka ponselnya terpampang wallpaper di ponselnya photo Kapten Putra.


" Ini loh.. senyum nya duh bikin gemes."


" Ups..!! " Dahlia menutupi mulutnya dengan tangan nya.


" Dahlia kamu kenapa sih, kok jadi kayak gini."


*******


" Kok jadi saya bisa tersenyum bebas begini ya sama Dahlia, padahal selama Senja tiada Saya nggak pernah bisa tersenyum lebar. Apalagi dengan Hanum, Saya pernah merasakan getaran itu kembali pada Hanum, tapi tidak seperti ini."


Putra memandang ke atas langit yang berhias dengan bintang - bintang sembari duduk di bangku halaman belakang rumah Dinas nya.


" Hanum apa kabarnya kamu?? "


Sambil nunggu UP ujung timur ( penantian sang Prajurit) Mampir ke karya ke 3 yang belum baca mampir yuk... 😁😁


Jadikan Favorite di rak baca Readers semua nya.. Satu Cinta Untuk 2 Prajurit

__ADS_1



Semua rasa jadi satu.... 😁😁😁


__ADS_2