
" Hey.. Kamu!! " Bentak Putra berjalan mendekati Prajurit yang telah membuat kacau latihan menembak mereka.
" Tahu etika dan aturan tidak saat berada di lapangan yang sedang di gunakan." Bentak Putra.
Seketika Senjata yang dia pegang di arahkan tepat di kepala Putra.
" Maju sedikit pelatuk ini saya akan tarik." Ucap nya.
Putra tersenyum dengan berkacak pinggang dengan memandang ke arah Prajurit yang akan menembak nya.
" Tarik saja pelatuk nya lebih baik saya mati di tangan Kamu dari pada mati di tangan musuh." Ucap Putra.
" Oh iya, ok saya tarik pelatuk nya."
Putra masih terus tersenyum ke arah nya, dan benar Prajurit itu sedikit jarinya akan menarik pelatuk nya, seketika saat pelatuk itu di tarik dia pun tembakan ke arah Putra. Semua yang melihat di lapangan pun sedikit cemas dan hampir ingin merebut senapan tersebut namun Putra memberi kode untuk tetap diam di tempat.
ceettaaasss....
Hanya angin yang mengarah ke Putra, dan semua Prajurit pun sampai merasakan Dag Dig Dug.
" Akh.. sial peluru nya habis." Senapan tersebut dia serahkan pada Putra.
Putra tersenyum saat Prajurit yang di depan nya segera membuka masker yang akan menutupi wajah nya.
" Apa kabar?? " Sapa Putra.
" Baik Bang, apa kabar juga? " Ucap Hanum.
" Alhamdulilah baik, Saya nggak menyangka bisa bertemu lagi disini." Ucap Putra
" Iya Bang, sekarang kita satu kesatuan." Ucap Hanum.
*******
" Bang, saya sudah cerai dengan Mario." Ucap Hanum.
" Kok bisa?? " Ucap Putra.
" Ayah yang membantu hingga kami bercerai, Ayah melihat Mario saat itu bersama wanita lain." Ucap Hanum.
" Sekarang Mario tugas dimana?"
__ADS_1
" Dia di tugaskan di NTT. "
" Bang." Ucap Hanum.
" Ya. " Ucap Putra.
" Saya kembali ingin memulai lagi Kisah kita."
********
Putra duduk bersandar di sandaran kursi, Putra memikirkan kembali nya Hanum adalah mengulang Kisah mereka.
" Saya tidak menyangka Kamu kemari hanya ingin melanjutkan nya, seandainya saat itu Kamu memilih Saya, mungkin cerita nya tidak seperti ini."
Putra memijat kedua pelipisnya Putra pun merasakan sangat pusing saat tahu Hanum masih mencintai nya
*******
" Hanum. " Ucap Putra.
" Iya Bang." Ucap Hanum.
" Saya tahu saat itu Abang juga takut untuk hubungan ini, Bang Put harus tahu Saya disini untuk Bang Put Saya ingin mengulang Kisah kita dulu Bang."
" Hanum, jujur Saya sangat sayang sama kamu, memang Saya sangat mencintai kamu rasa itu memang ada tapi.. "
Hanum mencium bibir Putra tiba - tiba dan Putra pun terbelak kaget saat Hanum mencium bibir Putra.
Saat itu Dahlia melihat Putra dan Hanum berciuman, sesak dada Dahlia apa yang dia lihat dan segera pergi meninggalkan mereka berdua.
***
" Tidak ada Kisah itu lagi, semua nya sudah berakhir." Ucap Putra.
" Kenapa Bang? "
" Saya mencintai wanita lain maaf..!! "
" Kenapa dengan saya Bang, apa Abang saat itu tidak berfikir untuk memperjuangkan saya." Ucap Hanum dengan Mata berkaca - kaca.
" Seandainya kamu saat itu memilih saya mungkin Saya akan perjuangkan, tapi Saya sadar kamu tidak pantas untuk saya perjuangkan karena kamu milik orang walau saat itu rumah tangga kamu di ujung tanduk tapi saya kembalikan lagi, bahwa mungkin suatu saat akan berubah dan saya juga tidak ingin menyakiti hati Mario." Ucap Putra.
__ADS_1
Hanum diam berdiri mematung dengan air Mata yang sudah keluar dari sudut kelopak Mata nya.
******
Hiks... hiks... hiks...
" Ternyata pria yang kamu perjuangkan adalah Bang Put, kamu rela di tugaskan disini rupanya demi Bang Put."
Dahlia menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya, air mata pun tumpah setelah menahan sesak di dada.
******
Putra terus mencoba menghubungi Dahlia namun tak kunjung di angkat, hingga beberapa kali chat pun tak di balas.
" Apa sedang ada operasi, biasanya juga bilang kalau mau operasi."
Me
Kamu dimana?
Abang telepon nggak di angkat.
Me
Yank...
Me
Ada dimana?
Me
Angkat..
Me
yank..
Me
Yank...
__ADS_1