
" Halo... Bang Assalamualaikum...!! " Sapa Dahlia saat sudah sampai di sebuah pusat kota.
" Walaikumsalam, sayang kamu kemana saja baru kasih kabar? " Tanya Putra dari seberang.
" Sinyal hilang Bang, tidak ada jaringan apapun semua nya terputus. Saya sekarang di sebuah kota untuk bisa menghubungi Abang."
" Syukurlah kalau kamu baik - baik saja, Abang disini khwatir saat belum menerima kabar dari kamu."
" Dahlia dan teman - teman lain nya Alhamdullilah baik semua, kita tiba disini sudah di sambut dengan suara ledakkan dan percikan api."
" Jaga diri, I love you."
" I love you too."
****
" Thank you very much for driving me ( Terima kasih banyak sudah mengantar saya) " Ucap Dahlia saat keluar dari sebuah wartel.
" l' am happy to be able to help you if something else comes up ( sama - sama saya senang bisa membantu kamu, kalau ada sesuatu hal lagi bisa hubungi saya ) "
" Thank you very much, sorry for the inconvenience ( Terima kasih banyak, maaf merepotkan) "
" It was all right to make new friends ( Tidak apa - apa saya malah senang bisa punya teman baru ) "
*******
Putra memandang jam dinding pukul dua belas malam setelah selesai menerima panggilan telepon dari Dahlia, perbedaan waktu 18 jam antara disana dan disini.
" Alhamdullilah, Abang lega bisa dengar suara kamu, semoga Allah selalu melindungi kamu sayang dimana pun kamu berada Amin. "
Putra pun memasuki kamar nya, dan berbaring di samping Avan yang tertidur dengan posisi nya sesuka hati.
*******
" Dari mana kamu Dahlia? " Tanya Dokter Hilman.
" Habis dari Kota." Jawab Dahlia setelah berpamitan dengan Jhon.
" Kamu bisa jalan dengan Tentara dari America? "
" Saat saya sedang cari sinyal, dia menawari saya ke kota untuk bisa menghubungi keluarga di Indonesia."
" Awas jatuh cinta, lihat dari tatapan nya tadi dia kayak nya suka sama kamu." Ledek Dokter Hilman.
__ADS_1
" Ih... Dokter, kenal aja baru terus nih lihat saya sudah ada yang punya." Ucap Dahlia sembari memperlihatkan cincin di jari manis nya.
********
Door....
Door....
Buuummmmm.....
" Cepat bawa semua pengungsi dari sini, terutama anak - anak." Teriak salah satu relawan di tempat pengungsian.
Serangan mendadak terjadi di sekitar daerah dimana Dahlia dan Tim medis lain nya tinggal. Suara ledakkan Bomb dan tembakan terjadi secara membabi buta.
" Cepat semua nya lari." Teriak Dahlia.
Tuuuuiiiunnngg...
Buuuuummmmm...
Semua berhamburan untuk menyelamatkan diri masing - masing.
Huaaaaa.... huuuuaaaaa... hiks... hiks...
" mana kedua orang tua kamu sayang." Dahlia sembari melihat kanan kiri keberadaan orang tua balita tersebut.
Buuummmmmm
Dahlia segera melindungi nya setelah serangan terus berlanjut hingga dia berlari mencari sebuah perlindungan.
Door...
Door...
Akkhhhh..... help... help... me....
Dahlia di serang sebuah tembakan yang mengarah pada nya saat Dahlia tengah berlari sambil memeluk dan melindungi bagian kepala balita tersebut.
Door....
Door...
Tembakan terus meleset, Dahlia terus berlari sangat kencang, lalu dari arah depan sebuah tembakan perlindungan untuk dirinya datang beberapa Tentara melindungi nya.
__ADS_1
Door... Door...
Baku tembak pun terjadi, Dahlia di tarik kesebuah gedung yang hampir hancur untuk berlindung.
" You okay? You okay? ( kamu tidak apa - apa?)"
" Yes I'm okay." Ucap Dahlia dengan nafas yang masih naik turun dan sedikit shock karena pertama kali dirinya di serang dengan senjata yang seperti di film perang.
" Look at me, dahlia. you're safe here. you must be in shock ( lihat saya Dahlia, kamu aman disini, kamu pasti shock) "
Dahlia menatap Tentara yang menolong nya, Jhon yang telah menolongnya dari tembakan yang mengarah pada Dahlia dan balita yang dia selamat kan.
" Thank you Jhon." Ucap Dahlia dengan tubuh yang sangat lemas karena masih merasakan gemetar.
" Relax you're safe now ( Tenang kamu sudah aman sekarang) " Ucap Jhon sembari membelai rambut Dahlia.
*******
" Ya Allah itu daerah Dahlia dimana dia tinggal, serangan dadakan berhasil menghancurkan dengan sekejab." Ucap Putra saat melihat berita international yang menayangkan serangan mendadak di mana tempat Dahlia tinggal.
Bahkan tidak hanya di daerah tersebut saja, tapi di daerah lain nya di Negara xx, hingga menewaskan banyak warga sipil dan Tentara yang melakukan baku tembak dengan musuh.
" Apakah sudah ada kabar Tentara kita di kirim kesana? " Tanya Putra pada Andra.
" Sementara ini belum ada kabar untuk mengirim Tentara tambahan." Jawab Andra.
" Ya Allah lindungilah Dahlia, semoga dia baik - baik saja."
********
Di sebuah gedung para pengungsi berlindung, dimana jenazah salah satu keluarga mereka terbaring berjejer dengan jenazah lain nya hingga kabut kesedihan mewarnai hari ini.
Sebagai Tim Medis pun dengan di bantu oleh Para Tentara mengobati warga sipil dan Tentara yang terluka.
Sedangkan Dahlia dan Jhon terus mencari kedua orang tua balita yang telah di selamatkan oleh Dahlia.
" Sabar sayang, mamah Papah kamu belum ketemu, semoga mereka masih hidup." Ucap Dahlia sambil mencium pipi balita yang anteng saat di gendong oleh Dahlia.
" No one in the whole refugee group confessed, which means both parents are dead ( Dari seluruh pengungsi tidak ada yang mengaku , berarti kedua orang tua nya sudah meninggal )" Ucap Jhon setelah menanyai para pengungsi.
" Oh God, I pity that jhon, the child as small as he has to be separated from his parents, and they would look for him if he were alive. ( Ya allah, Saya kasihan dengan nya Jhon anak sekecil dia harus berpisah dari kedua orang tuanya, pasti mereka mencarinya juga seandainya masih hidup.) " Ucap Dahlia sambil memeluk erat balita tersebut.
" While we treat him first ( Sementara kita rawat dulu dia ) " Ucap Jhon sembari mengusap punggung balita tersebut.
__ADS_1