Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Kamu Tetaplah Istriku


__ADS_3

" Bapak akan membawa istri Bapak dengan kondisi kejiwaan istri Pak Putra seperti ini." Ucap Dokter yang menangani Senja.


" Tapi Saya harus bawa dia, kembali ikut dengan Saya suami nya Dok?" Ucap Putra mengotot.


" Apa Babak mau menanggung resiko di perjalanan nanti?" Tanya Dokter tersebut.


" Kamu pikirkan lagi Put!! " Ucap Om Toni yang selalu mendampingi Putra.


**


" Biar Senja sama Om dan Tante yang merawat dia ini, kamu kembali saja ke Jawa. Banyak tugas yang kamu tinggalkan." Ucap Om Toni.


" Tapi Om, Senja sudah bisa menerima Putra selain Putra dia tidak mau. Biar Putra bawa Senja, Putra jamin dia akan baik - baik saja di perjalanan."


" Tapi kamu TNI bila tugas luar, bagaimana dia nanti, sama siapa dia? Alangkah baiknya biar kami rawat dia, atau kamu mau masukan dia ke rumah sakit jiwa?" Tanya Om Toni.


" Saya nggak habis pikir Om, manusia seperti apa dia hingga memperlakukan istri Saya jadi seperti ini." Ucap Putra sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


******


" Senja Abang harus kembali, nggak mungkin Abang disini terus." Ucap Putra.


Mata Senja berkaca - kata, dan langsung memeluk tubuh Putra, Putra pun membalas pelukan Senja.


" Abang jahat mau meninggalkan Senja untuk orang jahat hiks... hiks... hiks... " Ucap Senja.


" Sayang dengerin Abang, nggak mungkin Abang bawa kamu dengan kondisi seperti ini." Ucap Putra.


Senja melepaskan pelukan nya, dan memandang wajah Putra dengan mata sembab.


" Bawa Senja Abang, dari kota ini, Senja takut."


*******


Senja bolak balik di dalam kamarnya, rasa gelisah terus melanda dia, takut dan serasa di hantui terus dengan bayang - bayang orang yang telah membuat nya seperti ini.


" Suami Saya... dimana dia, Saya butuh dia.. tapi dimana Saya harus bertemu dia."


Senja terus bolak balik, hingga dia tidak sadar ada seorang perawat wanita masuk.


" Maaf Bu Saya mau cek kondisi Ibu sekarang ya?" Ucap Perawat tersebut.


Senja mundur, dengan wajah ketakutan hingga dia menabrak sebuah nakas.


" Jangan mendekati Saya, stop disitu jangan mendekat." Ucap Senja.


" Maaf Bu, Saya hanya mau mengecek kondisi Ibu hari ini." Ucap Perawat tersebut yang terus mendekati.


" Stop.. Saya bilang stop disitu." Bentak Senja.


Praaangggg....


Praaannggg....


" Bu sabar bu... Saya nggak ngapa - ngapain Ibu.. " Teriak Perawat tersebut.

__ADS_1


" Pergiiii..... kamu pergi.... Abang... Abang... tolong.... Abang.....!!! " Teriak Senja.


Terdengar suara teriak an Senja membuat security berlarian dan beberapa perawat laki - laki.


" Lepaskan Saya... tolong... Abang.... kamu kemana Bang....!!!


Senja terus meronta, sehingga membuat semua orang kewalahan.


Putra berlari menelusuri lorong rumah sakit, dia mendapatkan kabar bahwa Senja berulah kembali.


" Sayang..!! "


Putra mendekati Senja dengan kedua tangan yang terikat.


" Abang... hiks... hiks.. mereka menyiksa Senja lagi hiks.. hiks.. Senja mau Abang jangan pergi tinggalin Senja."


Putra melihat Senja dengan kondisi miris, wanita yang selama ini dia cintai bukanlah lagi Senja yang normal.


" Abang akan bawa kamu sayang." Ucap Putra sambil mencium kening Senja.


******


" Saya putuskan hari ini Senja keluar Dok, biar Saya bawa ke Jawa." Ucap Putra.


" Baik Pak, tapi Saya sarankan dia di rawat di rumah sakit jiwa karena melihat kondisi nya yang seperti itu." Ucap Dokter tersebut.


" Saya minta surat keterangan dari rumah sakit, untuk perjalanan kami."


" Baik Pak Putra Saya bikin kan."


*******


" Kita ke Bandara, pulang ke Jawa." Jawab Putra.


" Senja nanti minta cari suami Senja, buat dia talak Saya secepatnya." Ucap Senja.


Om Toni dan Tante Wika menoleh kebelakang saat Senja meminta Putra untuk mentalak nya.


" Iya, nanti kamu jangan berulah di pesawat. Ada Abang nggak ada yang beraninya, melukai kamu." Ucap Putra dengan wajah yang tiba - tiba datar.


**


Di dalam pesawat, Senja merasa sangat cemas apalagi melihat orang di sekitarnya. Putra yang tahu akan kondisi Senja saat ini, dia langsung menggemgam tangan Senja dengan erat.


" Kalau kamu takut coba lah untuk tidur, Abang nggak akan kemana - mana." Ucap Putra.


Senja pun menyandarkan kepala nya, di bahu Putra, dengan melingkarkan tangan nya di lengan Putra.


Setelah beberapa jam perjalanan, Senja dan Putra menuju Panti Bunda Mutia, setelah sampai disana Bunda Mutia dan Ayah Wahyu dan Kinan menyambut kedatangan mereka berdua.


Senja, yang saat turun dari Taksi dia langsung mengeratkan tangan nya di lengan Putra.


" Jangan takut, mereka keluarga kita." Ucap Putra.


" Senja sayang...!! " Ibu Mutia langsung memeluk Senja, namun Senja langsung berontak dan bersembunyi di belakang punggung Putra.

__ADS_1


" Maaf Bund, Senja stress!! " Ucap Putra.


" Astagfirullah!!! " Ibu Mutia menutup mulutnya saat mengetahui kejadian yang menimpanya membuat dia seperti itu.


" Akh.. Stress?? Cantik -cantik kok kurang waras!! " Ucap Kinan yang langsung dapat cubitan dari kakeknya.


" Senja yuk masuk." Ajak Bunda Mutia.


Putra menggandeng tangan Senja, hingga menuju ruang tamu. Senja melihat ruangan yang asking, membuat dia terasa cemas kembali.


" Jangan takut, ini rumah kamu sekarang." Ucap Putra.


" Nak, kami ini keluarga kamu jangan takut." Ucap Pak Wahyu.


Senja masih memeluk erat lengan Putra, dengan wajah dia tutupi di lengan suami nya.


*******


" Nek, itu nggak Salah istri Abang seperti itu?" Tanya Kinan.


" Memang kenapa Kinan? " Tanya kembali Ibu Mutia.


" Nggak waras Bund, kenapa nggak di tinggalin menyusahkan." Jawab Kinan.


" Cinta tidak memandang fisik orang, kalau orang itu sangat tulus mencintai nya." Ucap Ibu Mutia sambil mengiris sayuran.


" Tapi Bund, Abang itu ganteng mana ada suami bakalan tahan dengan kondisi istri nya seperti itu." Ucap Kinan sambil membantu Neneknya mengiris sayuran.


" Sudah, jangan urusin rumah tangga orang. Nenek juga paham maksud kamu. Awas saja kalau kamu macam - macam sama mereka." Acam Ibu Mutia.


*******


Senja masih duduk di Sisi tempat tidur milik Putra, dia merasakan sangat gelisah dan takut. Putra yang saat baru keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


" Sayang, kamu nggak mandi?" Tanya Putra.


" Jangan dekati Saya, tolong jangan!!! " Jawab Senja sambil beringsut memeluk kedua kakinya.


Putra dengan tenang mendekati Senja, dam mencium kening istri nya.


" Ini Abang, jangan takut.!! " Ucap Putra.


Senja lalu menatap lekat wajah Putra, yang masih terkena tetesan air sehingga membuat Senja terus menatap wajah suami nya.


" Abang!!! "


" Iya ini Abang, suami kamu."


" Abang bukan suami Senja." Ucap Senja sambil memalingkan wajah nya.


" Baik lah, Abang akan bersabar untuk mengingat Abang ini siapa." Ucap Putra terus beranjak menuju lemari pakaian nya.


Dan saat memandang ke arah Putra yang sedang memakai kaosnya, Senja melihat sebuah figura Photo pernikahan dan photo dirinya serta Putra dengan mengenakan seragamnya


Senja, sekilas mengingat sesuatu, dan siapa yang dia lihat saat ini.

__ADS_1


" Hiks.. hiks... Talak Saya Bang Putra...!!!


__ADS_2