
Rasa itu sampai sekarang masih ada
Bahkan suara khas manja mu masih terngiang di telinga.
Raga ini bahkan masih merasakan aroma wangi tubuhmu.
Walau raga kita tak lagi bertemu
Walau raga kita tak lagi saling menyentuh.
Kamu tetaplah selalu ada di hati.
" Apakah Mas punya hubungan dekat Hanum?" Tanya Kanaya tiba - tiba saat Putra tengah bermain dengan Avan.
" Kenapa tanya seperti itu? " Tanya Putra kembali.
" Saya hanya penasaran saja dengan hubungan kalian berdua." Jawab Kanaya.
" Apa urusan mu ingin mengetahui kehidupan pribadi saya. Kamu disini hanya mengurus anak Saya, bukan untuk mengurusi pribadi saya." Ucap Putra yang sudah mulai kesal.
" Saya mencintai mu mas, pertama saat melihat kamu Saya sudah jatuh cinta." Ucap Jujur Kanaya.
Putra lalu berdiri dari duduk nya sembari menggendong Avan yang sedang memegang mainan.
" Kanaya, terima kasih kamu telah menyelamatkan Saya. Dan terima kasih untuk perhatian nya, tapi maaf untuk masalah hati Saya tidak bisa. Karena hati Saya hanya untuk Almarhumah istri Saya, dan sekarang Saya hanya ingin fokus dengan Avan." Ucap Putra.
__ADS_1
****
" Hiks... hiks... hati Saya sungguh sakit mendapatkan penolakan. Jujur Saya baru pertama kali jatuh cinta, dan cinta Saya bertepuk setelah tangan hiks.. hiks... "
Kanaya terus memeluk bantal guling di kamar nya, setelah dia mengungkapkan perasaan nya pada Putra dia langsung memasuki kamar nya.
" Saya akan berusaha mendapatkan cinta Mas Putra, Saya Akan membuat Mas Putra jatuh cinta sama saya."
******
Putra duduk di kursi panjang dekat lapangan futsal di Batalyon sembari melihat Para Prajurit bermain futsal.
" Nggak ikut main? " Tanya Aswin menghampiri Putra saat setelah bermain Futsal.
" Kenapa Put, kayaknya bete banget."
" Nggak kenapa - napa."
" Jangan bohong Saya yakin ada sesuatu."
" Saya kangen Senja."
" Dia sudah bahagia disana Put, dia juga sudah ikhlas kamu juga harus ikhlas dan saat nya untuk belajar membuka hati."
*******
__ADS_1
" Ya Allah hamba masih belum bisa untuk membuka hati, di saat ada seseorang yang ingin menaruh hati ya pada hamba mu. Ya Allah hamba belum bisa melupakan cinta pertama hamba mu ini, bantu lah hamba mu ini di kala dengan hati yang seperti ini."
Putra berada di Masjid Batalyon, setelah menunaikan sholat Isya seperti biasa dia panjatkan doa - doa.
Setelah selesai Putra pun melipat sajadahnya, dia melihat Hanum dengan masih menggunakan mukena nya sedang menangis saat sedang berdoa. Putra hanya melihat sepintas namun terdengar sangat menyentuh.
" Ya Allah sekian lama hamba kehilangan nya, hamba setiap hari merindukan nya. Hiks.. hiks.. rasa ini masih terasa sakit, rasa ini masih menyimpan salah yang terbesar. Dan hamba mu memohon semoga hamba bisa terbebas dari semua beban ini. hiks.. hiks.. hiks.. "
Punggung Hanum bergetar terisak dan saat itu suasana masjid sangat sepi hingga tidak ada yang melihat hanya Putra yang saat itu masih melihat dari jauh memastikan bahwa Hanum tidak terjadi apa - apa.
" Apakah dia pun mempunyai masalah yang begitu rumit, sehingga menjadi beban di hidupnya." Guman Putra dalam hatinya.
******
" Pagi Mas..!! "
" Kanaya, ngapain pagi - pagi ke sini? " Tanya Putra saat melihat Kanaya dengan Avan datang ke Batalyon.
" Saya bawa kan sarapan untuk Mas." Tunjuk Kanaya pada rantang yang di tentengnya.
" Terima kasih, tapi tidak perlu repot - repot seperti ini, terus kamu naik apa tadi kesini bawa Avan? "
" Naik ojeg mas."
" Hai.. Kanaya!!! Sapa Hanum mendekati Putra dan Kanaya sehingga senyum Kanaya yang tadinya ceria berubah dengan senyuman masam.
__ADS_1