
" Dok, sudah tidak ada pasien lagi kita tutup sekarang atau nanti? " Tanya seorang perawat yang bekerja di klinik milik Dahlia.
" Tutup saja, terus besok pagi - pagi sekali Saya ada jadwal operasi." Ucap Dahlia.
" Baik Dok, Saya ke depan untuk beres - beres."
" Iya, nanti jangan lupa lemari obat kamu kunci."
Braaakkk.....
" Akh. .. tolong....!!! "
" Diam... mana Dokter nya..!! "
Dahlia langsung ke luar dari ruangan nya saat terdengar suara jeritan Nia seorang perawat yang bekerja di klinik milik Dahlia.
" Nia..!! "
Dahlia kaget saat melihat tujuh orang berbadan tegap tinggi dengan memegang senjata tajam dan satu orang terluka di bagian perutnya yang masih tertancap sebuah tombak.
" Cepat selamat kan teman kami, kalau kamu menolak Saya habisi nyawa perawat ini." Ucap Salah satu pria bertubuh besar dengan samurai di tangan nya.
" Maaf dia terluka sangat parah,dia harus di larikan ke rumah sakit." Ucap Dahlia yang sedikit takut.
" Tidak bisa, dia tidak bisa di bawa ke rumah sakit, kamu harus tolong dia." Bentak Salah satu teman korban luka tersebut.
" Tapi ini sangat beresiko." Ucap Dahlia Panik.
" Kamu jangan banyak bicara, cepat kamu tolong teman kami." Bentak nya kembali.
" Ba - baik. Saya akan tolong teman kalian, tolong bawa teman kalian ke ruangan Saya dan tidur kan di blankar. " Ucap Dahlia.
Tubuh kekar yang terluka itu di baringkan di atas blankar, dengan darah yang terus mengalir.
" Tolong Nia kamu tekan agar berhenti." Ucap Dahlia.
" Baik Bu." Ucap Nia menekan bagian perut yang berdarah dengan tombak yang masih menancap di perut nya.
" Saya akan kasih obat agar tidak terjadi infeksi." Ucap Dahlia pada Salah satu teman nya.
" Lakukan yang terbaik, agar teman kami selamat." Ucap nya.
Setelah menyuntik kan obat melalui selang infus, Dahlia mencoba untuk melihat tombak yang menancap nya.
" Hey.. manis jangan pandangi saja, cepat kamu cabut tombak nya. " Ucap Korban yang terkena tombak.
" Pak, Saya tidak asal menarik tombak ini. Saya juga perlu Perhitungan dan sudah bilang untuk ke rumah sakit bukan klinik."
" Kamu jangan banyak bicara, kalau kamu tidak senjata ini meletus di kepala kamu." Salah satu penjahat tersebut mengarahkan senjata nya tepat di kepala Dahlia.
__ADS_1
******
" Malam Pak." Sapa Putra saat melewati rumah Pak Lutfi.
" Malam." Balas Pak Lutfi sesekali melihat ke arah selatan menuju sebuah gerbang.
" Maaf Bapak sedang menunggu seseorang?" Tanya Putra.
" Dahlia sudah tengah malam belum pulang dari kliniknya."
" Biasa nya jam berapa pulang? "
" Jam 9 malam dia sudah sampai dan ini sekarang menunjukkan pukul 11 malam, saya coba hubungi nya namun tak di angkat."
" Klinik nya jauh dari sini? " Tanya Putra.
" Klinik nya di perbatasan menghubungkan jalan kabupaten dan provinsi karena dekat dengan rumah sakit dia bekerja." Jawab Pak Lutfi.
" Dengan dengan hutan dan daerah itu rawan sekali. " Ucap Putra.
" Saya sangat khawatir dengan Dahlia."
Lalu tiba - tiba Andra datang menghampiri Putra dan Pak Lutfi.
" Lapor telah terjadi baku tembak antara perampok dan Anggota kita saat sedang melintas mereka di hadang namun kejadian itu di ketahui Salah satu warga hingga warga menolong nya hingga baku hatam, mereka kabur ke arah jalan perbatasan dengan ciri Salah satu penjahat itu telah tertancap tombak saat melawan dengan warga sekitar.
****
Dahlia pun tampak ragu untuk melepaskan tombak tersebut, tombak bambu yang sudah terpotong setengah hingga tinggal satu meter.
" Saya akan mencabutnya tapi alat disini minim kemungkinan dia akan banyak mengeluarkan darah."
" Hey.. Dokter, kamu itu seorang Dokter masa tidak bisa menolong teman saya." Ucap seorang penjahat yang membawa senjata Api.
" Kalian tahu ini klinik bukan rumah sakit, kondisi dia parah, kalau terjadi apa - apa itu resiko kalian dari awal kan saya sudah bilang harus ke rumah sakit ini beresiko." Ucap Dahlia membela diri.
*******
" Sudah hubungi pihak ke polisian se tempat? " Tanya Putra pada Salah satu anak buah yang menjadi korban perampok tersebut.
" Sudah, mereka dengan ciri - ciri membawa senjata Api dan samurai. Kami di hadang di tengah - tengah jalan dengan modus minta tolong Salah satu teman nya bersimpah darah lalu setelah kami turun mereka Menyerang dan tidak mengetahui bahwa kamu adalah seorang Anggota disini terjadi perkelahian mereka mencoba Menyerang kita dan datang pertolongan warga mereka panik, baku tembak terjadi mereka lari dan Salah satu warga ada yang melemparkan tombak pada perampok tersebut namun berhasil lari." Ucap Anggota yang manjadi korban perampok kan.
" Tombak, mereka habis apa? " Tanya Putra.
" Mereka bilang habis dari hutan berburu." Jawab Anggota.
" Sisir sekitar tempat kejadian, pasti ada jejak yang tertinggal dan Andra tolong pimpin saya akan ke klinik Dahlia karena titik lokasi dekat dengan klinik Dahlia, beberapa Anggota ikut lindungi saya dari jauh karena kemungkinan mereka melakukan perlawanan."
" Siap laksanakan Kapten..!!! "
__ADS_1
Dengan mobilnya dan beberapa Anggota yang ikut di dalam mobil menuju klinik Dahlia, malam itu tengah pukul 12 malam.
" Kenapa perasaan mendadak kepikiran Dahlia, rasa cemas yang begitu besar."
Putra fokus duduk di kursi samping pengemudi menatap jalanan yang sepi.
*******
" Cepat cabut...!!! " Bentak Salah satu perampok.
Dahlia tampak ragu dan dia yakin ini sangat beresiko mencabutnya dengan secara manual tombak yang tertancap begitu sangat dalam.
Dahlia menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskan nafasnya, dengan hati - hati Dahlia mencabut tombak tersebut.
Aaarrrgggghhhh.....
Darah mengalir deras dari tubuh nya, Dahlia dan Nia mencoba untuk menghentikan pendarahan tersebut.
" Kamu bisa tidak, lihat teman kami pendarahan." Bentak perampok tersebut.
" Ini resiko yang Saya bilang, jangan Salah kan Saya karena Saya sudah melakukan yang terbaik dan kalian yang meminta dengan ancaman." Ucap Dahlia.
Dahlia yang di bantu Nia dengan alat se adanya berhasil menangani pendarahan hebat namun Perampok tersebut tewas di atas blankar.
" Kamu membunuhnya..!!! "
" Tidak... Saya tidak membunuhnya dia tidak kuat dengan luka yang dalam dan akibat pendarahan hebat." Ucap Dahlia gemetar sembari berpegangan tangan dengan Nia yang sama - sama gemetar.
Aarrgggghhhh....
Dooorrr....
Perampok tersebut menembak Nia tepat di kepala nya, Dahlia shock melihat teman nya tertembak tepat di depan matanya.
" Kamu harus mendapat kan hukuman yang setimpal apa yang telah kamu lakukan. " Bentak perampok yang menembak Nia.
" Iya kamu Dokter yang telah menghilangkan nyawa teman kami." Bentak Salah satu perampok .
Dahlia masih Shock dan gemetar dengan memandangi jasad Nia.
" Habisi juga Dokter itu, sebelum habisi kita hukum dia dengan bermain - main dengan nya."
Senyuman membunuh terpampang di wajah mereka dan menarik paksa Dahlia ke sebuah ruangan di sebelahnya.
" Tolooonggg....... "
Dahlia mencoba berteriak dan berusaha memberontak saat tangan - tangan kekar itu menarik paksa tubuh Dahlia.
Sreeeeekkkk...
__ADS_1