
Putra mengemudikan mobil Milik Dahlia setelah selesai acara Bakti sosial Putra dan Dahlia pulang bersama.
Dahlia sedari tadi sembari duduk nya di miringkan ke arah Putra yang sedang menyetir, tanpa henti menatap nya.
" Kenapa terlalu ganteng, sampai nggak bisa berpaling? " Sindir Putra.
" Iya.. terlalu ganteng..!!! " Tanpa sadar Dahlia mengucapkan nya hingga Dahlia salah tingkah.
" Jujur banget ya kamu." Putra tertawa saat melihat tingkah Dahlia.
" Akh.. Bang Put sudah akh jangan ledekin terus." Ucap Dahlia.
Putra sebelah tangan nya mengusap kepala Dahlia, lalu memegang tangan ya dan Putra cium punggung tangan Dahlia.
" Selalu seperti ini Yank, jangan pernah lepaskan lagi tangan yang sudah saling menggenggam."
**********
" Tante Om, mau kan melamar kan seorang wanita untuk menjadi pendamping hidup Putra?"
" Kamu mau menikah dengan wanita pilihan yang mana? " Tanya Toni yang sedang memangku Avan.
" Putra mencintai Dahlia, dia seorang Dokter yang telah memporak - porandakan hati Putra, Insya Allah dia yang telah Putra mantapkan."
" Tante sama Om, bahagia akhirnya kamu bisa membuka hati." Ucap Wika.
__ADS_1
" Saya juga harus lihat ke depan, tidak mungkin untuk selalu hidup di masa lalu terus."
********
" Begini Pak, kedatangan kami ini sebagai keluarga dari Putra ingin mempunyai niat baik melamar putri Bapak Dahlia untuk Putra." Ucap Toni saat mendatangi rumah Pak Lutfi.
" Dan maaf mungkin kedatangan kami tiba - tiba dan tanpa ada persiapan apapun." Ucap Toni.
" Terima kasih, Saya sangat senang kalian bisa bersilahturahmi ke rumah Saya dan mempunyai tujuan yang sangat mulai. Saya juga bahagia, bahwa putri saya ada yang menyukainya, Saya sebagai orang tua menyambut baik niatan nak Putra. " Ucap Pak Lutfi.
" Dahlia Abang datang bersama dengan keluarga Abang ingin berniat mengajak Dahlia ibadah, Abang sudah memantapkan hati ini memilih kamu sebagai pendamping hidup dunia akhirat Abang dan menjadi Ibu sambung untuk Avan, maukah Dahlia menjadi Istri Putra Nagara Duda beranak satu." Ucap Putra sambil menatap Dahlia.
Dahlia memerah wajah nya, senyum merekah memandang wajah Putra yang sangat begitu tampan dengan memakai baju batik model mega mendung sangat begitu gagah.
" Dahlia mau jadi Istri Bang Putra." Ucap Dahlia sembari menunduk.
Putra pun lalu menyematkan sebuah cincin di jari manis Dahlia, tampak raut wajah bahagia di antara mereka berdua.
" Mulai saat ini hanya kamu yang ada di hati Abang, hati ini sudah mantapkan memilih kamu."
*******
Setelah acara lamaran, Putra membawa Dahlia menuju makam Senja. Putra mengeratkan genggaman nya saat tepat duduk di depan pusara Senja.
" Sayang, Abang datang mungkin kedatangan Abang saat ini sangat berbeda." Putra mengatur nafasnya yang sangat sesak untuk menahan agar air mata tidak tumpah.
__ADS_1
" Sayang, maaf kan Abang bila hati ini Abang dua kan, tapi kamu akan tetap selalu selamanya di hati ini. " Putra mengadakan sebentar wajah nya ke atas lalu menatap kembali pusara Senja.
" Ini adalah Bidadari Abang yang telah Abang pilih, dia yang akan mendampingi Abang bersama Avan, sekarang Dia lah masa depan Abang, Abang sangat mencintai nya seperti cinta Abang sama kamu Senja. Terima kasih Allah telah mendatangkan wanita yang seperti kamu, namun kamu tetap lah kamu, dan dia tetap lah dia. Terima kasih untuk semuanya sayang, kamu selamanya akan tersimpan di hati."
***
" Abang sangat mencintai Almarhumah mba Senja ya, terlihat saat di depan makam mba Senja." Tanya Tasya saat berada di dalam mobil yang masih terparkir di area makam.
" Dia wanita yang selama 20 tahun menjaga hatinya untuk Abang, walau sebuah cinta datang mewarnai hatinya hanya Abang lah yang dia sayang, begitu pula dengan Abang sangat mencintai nya. Bagaimana waktu itu sesuatu hal terjadi pada nya, dia meminta untuk meninggalkan nya, Saya nggak mau memenuhi keinginan nya karena cinta Abang sangat lah besar. "
Dahlia melihat ada sedikit air mata yang akan terjatuh dari sudut kelopak matanya, lalu refleks Dahlia mengusap nya.
" Saya percaya cinta Abang begitu sangat besar hingga sekarang, apakah cinta Abang sama Dahlia sama besarnya seperti Bang Put mencintai Mba Senja."
Putra lalu duduk menyamping ke arah Dahlia, lalu menangkup wajah Dahlia dengan kedua tangan nya.
" Jangan pernah sedikit pun mempunyai rasa cemburu terhadap Senja, dia adalah masa lalu Abang yang sangat begitu indah, Abang tidak akan pernah menghapus jejaknya, tapi akan Abang simpan rapat - rapat di hati Abang. Dan sekarang dan ke depan nya hanya ada kamu, Cinta Abang sama besarnya seperti Cinta Abang ke Senja."
Dahlia memeluk tubuh Putra, dan Putra pun membalas pelukan Dahlia, wajah Dahlia telusupkan di dada bidang Putra.
" Terima kasih Bang, sudah memantapkan hati Bang Put memilih Dahlia."
Maaf kalau telat Up karena saya di dunia nyata beberapa hari ini sangat sibuk, tapi saya tetap usahakan up setiap harinya.
Dukung terus karya - karya Saya, terima kasih yang sudah kasih vote, hadiah, dan komentar nya sehingga membuat semangat Saya.
__ADS_1
Salam Sahabat Puspa....