Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Demi Suami


__ADS_3

Kriiiinngggggg......


Suara bell tanda belajar telah usia, anak - anak membereskan semua buku pelajarannya. Senja kini telah kembali beraktifitas mengajar di sebuah sekolah dasar, setelah hampir 1 tahun dia cuti karena sesuatu hal.


" Jangan lupa PR nya di kerjakan di rumah ya, nanti besok di kumpulkan." Ucap Senja pada siswa dan siswinya.


" Baik Bu...!!!! " Ucap mereka serentak.


Senja pun, lalu melirik waktu jam makan siang, dan sebelum pulang dia membeli makanan untuk suami nya.


Namun saat Senja sedang membeli makanan, terlihat Putra sedang bersama seorang wanita sedang makan siang bersama dimana Senja membeli makanan.


Ada rasa cemburu di hati Senja, namun ada rasa getir di hatinya juga hingga dia berpikir yang tidak - tidak.


***


" Assalamualaikum." Sapa Putra saat baru pulang Dinas.


" Walaikumsalam Bang." Balas Senja sembari mencium punggung tangan suami nya.


" Yank, jangan sediakan makan lagi, Abang masih kenyang tadi siang makan banyak sama teman." Ucap Putra sambil melepaskan ikat pinggang nya.


" Iya Bang." Ucap Senja dengan air Mata yang menetes.


Senja menuju dapur nya, dia pun lalu makan sendiri menahan lapar sejak tadi karena ingin makan bersama dengan suami nya.


Senja menutup mulutnya, agar isak tangis nya tidak di dengar oleh Putra yang sedang berada di dalam kamar.


" Yank!! " Sapa Putra.


Senja langsung menghapus air mata nya, dan dengan wajah dibuat ceria.


" Iya Bang!!! "


" Maaf, hari ini nggak makan bersama. kamu nunggu Abang ya? " Tanya Putra sambil mengambil sendok yang ada di tangan Senja.


" Iya Bang, tapi yasudah nggak apa - apa." Jawab Senja.


Putra lalu menyuapi Senja makan, dengan penuh perhatian Putra menyuapi istri tercintanya.


***


Senja menutup tubuhnya, saat Putra telah selesai menjalankan tugasnya. Dengan seperti biasa, Senja menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.


" Bang, rumah tangga kita hambarnya nggak sih? " Tanya Senja sembari meremas selimut yang menutupi tubuh polos nya.


" Hambar kenapa? " Tanya Putra sembari memeluk tubuh Senja dari belakang.


" Kita belum punya anak juga." Jawab Senja.

__ADS_1


" Sudah, jangan di pikirkan. Punya anak atau tidak, yang penting kita selalu bersama." Ucap Putra.


" Abang masih sayang kan sama Senja?"


" Pertanyaan macam apa itu? Kayak orang baru kenal saja." Ucap Putra mengeratkan pelukan nya.


" Abang nggak akan tinggalin Senja sekarang kan? Tanya Senja.


" Ya Allah Sayang, kamu ngomong apa sih." Jawab Putra melonggarkan pelukan nya.


" Senja nggak bisa punya anak Bang hiks.. hiks.., kita melakukan hubungan suami istri hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis kita saja." Ucap Senja terisak sembari menahan rasa sakit dan nyeri.


" Abang boleh nikah lagi, kalau memang Abang sudah punya." Ucap Senja.


" Senja..!!! " Bentak Putra hingga membuat Senja kaget dan langsung menyembunyikan wajah nya di atas bantal.


" Kamu kenapa bicara seperti itu, Abang tidak pernah menuntut kamu untuk hamil , Abang paham kondisi kamu, tapi ingat tak akan pernah Abang berpaling sama kamu."


*******


" Kenapa wajahnya di tekuk terus? " Tanya Arya.


" Senja, nyuruh Saya nikah lagi." Jawab Putra.


Uhuk.. uhuk...


" Apa!! " ucap Arya kaget.


" Si Sandra masih suka hubungi kamu?" Tanya Arya.


" Masih, dia kan cuman teman nggak lebih." Jawab Putra.


" Hati - hati, Sandra adalah bumerang bagi rumah tangga kalian." Ucap Arya.


******


" Dok, bagaimana kondisi rahim saya?" Tanya Senja.


" Di angkat saja ya, karena sikon kamu setiap setelah melakukan hubungan suami istri kamu mengalami sakit yang luar biasa. Rahim kamu bermasalah." Ucap Dokter special kandunga.


" Saya nggak Mau di angkat, saya masih berharap akan ada mujizat buat saya menjadi seorang Ibu. " Ucap Senja.


" Misal benar datang nya mujizat itu, nyama kamu taruhan nya." Ucap Dokter kandungan.


" Saya siap pertaruhkan nyawa Saya untuk kebahagiaan suami Saya." Ucap. Senja.


********


" Lancar nih yeee...!!! " Ledek teman Sandra.

__ADS_1


" Lancar dong, tinggal shoot aja." Ucap Sandra.


" By the way selama kenal dia sudah cerita apa saja?"


" Dia menceritakan kehidupan rumah tangga nya, dan dia belum punya anak bahkan istrinya nggak mungkin hamil. Dan Saya akan dekati dia terus, hingga dapat." Ucap Sandra.


*******


Saat Putra sedang bermain Game di ponsel nya dia duduk di atas tempat tidurnya dengan sangat konsentrasi.


Senja mendekati Putra, dengan memakai lingerie warna merah dan rambut yang tergerai. Senja menaiki atas tempat tidur, dan mengambil ponsel milik Putra dan meleparnya ke samping tempat tidur.


" Sayang, kamu lagi menggoda Abang ya?? " Tanya Putra sambil menelan ludah karena melihat ke seksian istri nya.


" Abang suka kan, lihat istri Abang menantang seperti ini?" Tanya Senja dengan suara manjanya dan tangan nya yang sudah bermain di seluruh tubuh Putra, hingga sang pemilik badan sudah merasa tegang.


Senja mengecup bibir Putra, lalu mencium kembali dan ********** dengan penuh meminta lebih dari sang pemilik bibir.


Putra pun membalas nya, dengan tangan yang mengusap halus punggung istri nya, dan perlahan tangan nya menurunkan lingerie yang di pakai Senja.


" Biar Senja yang main Bang." Bisik Senja di telinga Putra, dan lalu menjelajahi leher suami nya dengan sentuhan lembut dari lidahnya.


Malam panjang, Putra dan Senja melakukan penuh cinta hingga terasa terbang ke atas langit ke tujuh. Hingga mereka lakukan hingga beberapa ronde, dan Senja pun lupa akan sakit yang dia rasa kan.


********


Dengan peluh membasahi wajah nya, Senja sengaja mengelap dan menutupi dengan bedak padat yang dia pakai. Rasa sakit dia tahan, dan dibuat senja enak mungkin agar suami nya tidak khawatir.


" Ini demi Abang, Saya rela sakit hanya untuk Abang walau nyawa taruhan nya." Ucap Senja dalam hatinya.


" Semoga kamu hadir sayang di perut Bunda, walau taruhan nya nyawa Bunda ingin membuat bahagia Ayah dan selalu akan ingat Bunda dari hadir nya kamu." Ucap Senja sembari mengusap perut nya yang masih rata.


********


Acara senam sore di laksanakan di lapangan Batalyon, para istri anggota TNI pun mengikuti senam sore rutin yang di adakan dua kali dalam seminggu.


Senja pun mengikuti Senam, dengan gerakan kanan kiri, maju mundur mengikuti arahan dari instruktur.


Namun tiba - tiba Senja merasakan sakit kembali di bagian seperti biasanya.


" Eeennnggg!!!


" Ibu kenapa? Tanya Ibu saleh .


" Nggak apa - apa Bu." Jawab Senja sambil meremas perut nya.


Namun rasa sakit yang luar biasa mebuat Senja tidak tahan lagi hingga membuat Senja pingsan..


Bruuuugghhh....

__ADS_1


" Ibu Putra!!! " Teriak salah satu istri Anggota.


" Cepat panggil kan pak Putra kalau istri nya pingsan." Teriak nya kembali Saat melihat Senja pingsang.


__ADS_2