Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)

Ujung Timur (Penantian Sang Prajurit)
Kembali nya Belahan Jiwa


__ADS_3

Danke banya lai Tuhan


Su kasih dia par beta


Inikah tulang tusuk


Yang Tuhan ambel dar beta?


Bahagia sio nona e


Beta bahagia, sayang


Danke banya sayang e


Mau hidop deng beta, selamanya, ho-oh


Beta janji, beta jaga


Ale untuk selamanya


Beta janji akan setia


Hanya untuk satu cinta


Ini cinta yang beta punya


Dari relung hati jiwa


Cuma par ale sajalah


Cinta ni abadi s'lamanya, ho-wo-ho


Oh-uh-oh, cinta ni abadi s'lamanya


Beta janji, beta jaga


Ale untuk selamanya


Beta janji akan setia


Hanya untuk satu cinta


Ini cinta beta punya


Dari relung hati jiwa


Cuma par ale sajalah


Cinta ni abadi s'lamanya


Beta janji, beta jaga


Ale untuk selamanya


Beta janji akan setia


Hanya untuk satu cinta, oh


Ini cinta


(Beta punya) Beta punya


(Dari relung hati jiwa) Hu-hu


Cuma ale, nona

__ADS_1


(Cuma par ale sajalah)


Cuma ale, nona


Cuma par ale sajalah


Cinta ni abadi (cinta ni abadi)


Selamanya


Dahlia memutar lagunya dengan memasang di headset nya saat setelah mengantar Putra dan Jhon di Bandara. Kini tinggal dirinya menghitung hari untuk kembali ke Tanah air.


" Tunggu Saya pulang sayang."


Senyum mengembang Dahlia di balik jendela Mobil yang membawa nya kembali ke tempat pengungsian.


*******


Kinan dengan menggendong bayi mungilnya dan Avan yang dia gandeng bersama Ibu Persit lain nya menunggu kedatangan suami mereka yang di kirim ke Negara XX untuk misi bantuan pengiriman pasukan.


Saat sebuah Mobil berhenti di hadapan mereka, tampak senyum mereka Kinan saat melihat Andra melangkahkan kali nya menghampiri anak dan istri nya.


" Apa kabar istri Abang dan putri kesayangan Papi."


Andra mencium kening Kinan dan pipi putri kecilnya.


" Alhamdulillah baik Bang, Saya kangen sama Abang." Ucap Kinan.


Avan mencari sosok Ayah nya namun tak terlihat, tampak mata Avan sudah berkaca - kaca.


" Halo anak papi , apa kabar? " Andra mencium kedua pipi gembul Avan.


" Baik Papi, Ayah mana? "


Sebelum Andra menjawab nya Putra datang dengan berlari kecil ke arah Avan.


" Ayah.. hiks.. hiks.. hiks.. kangen." Isak Avan sembari mengalungkan kedua tangan di leher Putra.


" Sama Ayah kangen."'Putra sembari mengusap air mata Avan.


" Hiks... hiks... hiks... Avan nangis takut Ayah nggak pulang hiks.. hiks.. "


" Sekarang kan Ayah sudah ada di depan mata Avan, jadi jangan nangis." Putra terus mengusap air mata Avan yang terus keluar.


" Ada kabar bahagia buat Abang Avan."


" Apa Yah? "


" Ayah di sana ketemu sama Bunda Dahlia."


" Benar Ayah, tapi kenapa Ayah nggak bawa pulang Bunda? "


" Bunda masih ada tugas di sana, tinggal menghitung hari nanti Bunda pulang."


*******


Dimana tiba saat nya Relawan Tim Medis kembali ke Tanah Air, Dahlia , Dokter Hilman dan beberapa relawan Tim Medis lain nya sedang berada di Bandara menunggu pesawat membawa mereka kembali pulang.


" Akhirnya Dokter, kita kembali ke rumah." Ucap Dahlia.


" Seneng nya sampai Sana langsung nikah."


" Satu tahun Dokter, kami menahan rindu dan rindu terobati saat suasana genting. "


" Sakitnya menahan rindu."

__ADS_1


" Pak Kapten... I coming...!!! " Teriak Dahlia hingga beberapa orang di sekitarnya melihat tingkah Dahlia.


*******


" Bang sudah tahu belum kabar kembali nya di Medis ke Tanah Air." Ucap Andra.


" Belum, kan minggu depan." Ucap Putra.


" Abang bener nih nggak tahu, nggak lihat berita."


" Nggak memang ada apa? "


" Dahlia tiba hari ini, tadi menteri kesehatan menyambut kedatangan mereka.'


" Serius??? "


" Serius Bang makan nya lihat berita terupdate."


" Berarti sekarang dia sudah di Bandara dong."


" Bukan Bandara Bang, sudah menuju pulang."


Putra langsung berlari keluar dari ruangan nya, meninggalkan Andra yang masih berada di ruangan nya.


" Bang Mau kemana? " Teriak Andra.


" Menjemput nyonya Putra."


****


Sebuah Mobil berhenti tepat di depan rumah Dahlia, dimana Pak Lutfi keluar bersama dengan Dahlia.


Mata Dahlia tertuju pada sosok yang berdiri tepat di depan mata nya, sosok lelaki yang selama ini dia rindukan. Dengan seragam PDH nya Putra dengan gagah menyambut kekasih hati nya.


" Bang Putra."


Putra langsung mendekat dan memeluk Dahlia, hingga dia lupa Pak Lutfi Ada di samping nya.


" Ekhm... bisa di tunda mesra - mesra an nya? "


Putra dan Dahlia tersenyum malu di hadapan Pak Lutfi, karena rasa rindu yang sangat berat.


" Kalau Ayah lihat berpelukan lagi, sore ini Ayah nikah kan kalian."


" Wah.. boleh Pak, kita nikah sore yuk..!! " Ucap Putra dengan terkekeh.


********


" Abang senang bisa seperti ini lagi, jangan pergi lagi untuk waktu yang lama."


" Apakah Bang Put, juga sama bisa untuk tidak pergi waktu yang lama? "


" Rindu itu sakit bila di tahan, Abang benar - benar kangen."


" Sama Bang, Dahlia juga kangen sama Abang."


Sebuah ciuman mendarat di bibir Dahlia, sebuah senyum merekah Dahlia pun lalu membalas ciuman calon suami nya dengan lembut.


" Bersiap - siap dalam waktu dekat Abang akan menghalalkan kamu."


" Dahlia sudah siap Bang, mau hari ini kita nikah hayu, besok juga nggak apa - apa."


" Benar." Putra mendekatkan lagi wajahnya hingga kening mereka saling menyatu.


" Iya, dari kemarin - kemarin Dahlia sudah siap."

__ADS_1


" Ok siapa takut."


Sebuah kecupan kecil di kening Dahlia mendarat, meraka pun saling berpelukan dimana melepaskan rindu.


__ADS_2