
" Seperti nya ada pergerakan masuk."
" Kita serang,jaga posisi belakang dan samping kanan kiri kemungkinan besar pelaku bisa Kabur dari Sisi itu. "
" Masuk.. bravo...!!!
Semua Polisi sudah mengepung rumah kediaman Mike, dan satu persatu anak buah Mike di lumpuhkan. Putra dan Arya pun yang ikut dalam penangkapan Mike, mereka atas izin pihak berwajib yang bersangkutan ikut dalam penangkapan Mike dan menggunakan senjata mereka.
putra dan Arya serta di lindungi beberapa Polisi masuk ke dalam rumah besar milik Mike, dan tak lupa anak buah Mike melawan.
" Angkat tangan..!! " Bentak salah satu Polisi.
Doorrrr....
Dooorrr....
Buuugghhh...
Buuugghhh....
Beberapa anak buah Mike berhasil di lumpuhkan, dan Arya serta Putra mendengar suara tembakan dari lantai atas.
Dooorrr...
Dooorrr...
" Put dari atas... !!! " Ucap Arya dan Putra lalu berlari ke arah atas dan di ikuti oleh beberapa Polisi.
" Dari arah kamar Arya..!! " Putra berteriak dan berlari dengan senjata yang dia pegang.
Dooorrr....
Dooorrr....
Sreeeettt.....
Praaanggg....
__ADS_1
Buuugghhh...
" Arrrgggghhhh.... "
" Senjaaa....!! " Putra berlari memasuki kamar Mike namun mereka berdua terjun bebas dari atas kamar melewati jendela kamar.
" Cepat hubungi Tim kesehatan ada dua korban. " Teriak salah satu Polisi.
Putra berlari menuruni anak tangga, pikiran nya pun kalut melihat Senja jatuh bersamaan dengan Mike dari lantai 3. Dan saat sampai tepat di depan Putra melihat dua manusia terkapar, Mike yang meninggal di tempat dengan darah yang keluar dari perut akibat tembakan dan kepala.
Begitu pun dengan Senja, darah keluar dari kepala dan mulut yang begitu banyak.
" Hiks... hiks... sayang... bangun... jangan kamu pergi tinggalkan Abang lagi, hiks... hiks... "
Putra menyandarkan kepala Senja pada dada nya, hingga pakaian Putra penuh noda.
" Bangun.... jangan tidur, bangun sayang.. hiks.. hiks... "
" Put, seperti nya korban masih ada denyut nadinya namun lemah."
**
" Hiks... hiks... Senja, Abang mohon jangan tinggalkan Abang, mohon.. Senja hiks.. hiks.. " Putra pun merosot ke bawah dengan bersandar di depan pintu operasi.
" Sabar Put, kita sama - sama berdoa agar Senja selamat." Ucap Arya.
" Sungguh Saya nggak akan sanggup bila, Saya harus kehilangan Senja untuk selamanya." Ucap Putra menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
Sudah 4 jam para Tim media menangani Senja di dalam kamar operasi, membuat Putra semakin kacau dan pikiran yang tidak menentu.
" Tekan biar tidak terjadi pendarahan."
" Dokter, pasien semakin menurun kondisi nya."
" Terus tekan saja, jangan sampai kita kehilangan. "
" Dok, seperti nya kondisi pasien semakin menurun. "
__ADS_1
Diluar Putra dan Arya tampak gelisah, lalu lalang keluar masuk perawat dari ruang operasi membuat Putra tampak Panik.
" Suster gimana kondisi istri saya?" Tanya Putra.
" Istri Bapak kondisi nya sangat menurun." Jawab seorang perawat pada Putra.
Kaki Putra begitu lemas, saat mengetahui kondisi Senja yang semakin memburuk.
" Arya, apakah saya akan kehilangan istri Saya?" Tanya Putra dengan tubuh yang sudah lemas.
" Senja pasti kuat, Saya yakin dia kuat." Jawab Arya.
" Hiks... hiks... hiks.. jangan tinggalin Abang sayang, hiks... hiks... " Putra menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Dan Arya pun memeluk sahabatnya yang sedang bersedih.
" Kita berdoa saja, semoga Senja bisa melewati masa kritisnya.
**
" Kondisi sudah mulai stabil Dok."
" Alhamdulillah, luar biasa pasien bisa melewati masa kritisnya, tapi sayang akibat benturan kondisi rahim nya sangat sulit untuk nanti bisa mengandung apalagi dia kondisi hamil mudah dan janin nya tidak bisa di selamatkan."
******
Semua alat terpasang pada tubuh Senja, bunyi alat EKG pun menggema di ruang ICU tempat Senja di rawat.
" Sayang, tidur nya jangan lama - lama ya, Abang sendirian nggak ada teman mengobrolnya." Ucap Putra sambil mengusap wajah Senja yang pucat.
Putra pun keluar dari ruang ICU dan duduk di samping Arya, dan nampak wajah Putra yang kusut dan mata yang sembab.
" Dia masih tidur, nggak bisa membuka mata nya." Ucap Putra lirih.
" Senja sudah melewati masa kritisnya, kita tinggal menunggu Senja sadar." Ucap Arya.
" Apakah memang cinta kita sungguh sangat sulit untuk di satukan,hingga banyak sekali rintangan yang kita hadapi. Sekian lama kita berpisah, dan sekian menit kita bersama dan kini kamu pun terbaring lemah dan tak berdaya."
Putra berguman dalam hatinya, dengan tatapan mata yang kosong.
__ADS_1
" Seandainya Senja adalah jodoh hamba, dan akan menemani hamba hingga menua nanti ijinkan hamba bersama nya sekali lagi, dan seandainya memang kita harus berpisah sekarang Saya ikhlas melepaskan sekarang."
Tiiiiittt..........