
"Tuan dan Nyonya, jika memang ingin memilih perhiasan maka silahkan saja. Tempat ini cukup luas dan saya pastikan bahwa kulit anda dan kulit calon suami saya tidak akan bersentuhan." Ujar Helena membuat Win dan Yuri semakin tidak nyaman.
"Ibu........! Video ini sulit untuk di putar!" Ucap Sofia berlari kepada Helena dan Martin. Tapi begitu tatapan matanya bertemu dengan Yuri dan Win, Sofia langsung saja terdiam seperti orang bisu.
Helena tentu saja masih ingat benar bagaimana Sofia menceritakan tentang Ibu dan Ayah tirinya, jadi dengan segera dia meraih lengan Sofia dan membawanya mendekat. Martin juga cepat tanggap, dia membawa Sofia ke dalam gendongannya dan mengarahkan wajah Sofia ke pungungnya.
"So Sofia....." Panggil Yuri. Tentu saja dia merindukan putrinya, bagiamana pun dia tetaplah seorang Ibu, dia ingin memeluk dan mencium putrinya tapi dia tak bisa melakukan itu karena suaminya pasti tidak akan mengizinkannya bukan? Yuri ingat benar kalau belum lama ini Sofia merayakan ulang tahun yang ke empat, rasanya dia ingin mengucapkan selamat ulang tahun saja tapi kenapa Sofia terlihat takut dan mengindari tatapan matanya?
"Sofia, kemarin saat kau ulang tahun ibu tidak bisa datang, sungguh maafkan Ibu ya? Ibu sedang berada di luar negeri, Ibu juga tidak memiliki nomor Ayahmu sehingga Ibu tidak tahu bagiamana menghubungi mu." Ucap Yuri dengan tatapan matanya yang terlihat begitu sedih, juga begitu rindu, namu melihat Sofia yang seperti tak mendengar membuat Yuri kesal.
"Martin, kenapa kau membuat Sofia membelakangi ku? Aku adalah Ibunya, kau tidak boleh melakukan ini kepada kami berdua! Kau lihat dan dengar bagaimana dia berlari dan memanggil ku kan? kau jangan sok berkuasa hanya karena aku meminta mu untuk menjaganya!"
Martin menatap kedua bola mata mantan istrinya yang begitu tajam dan sinis padanya. Sungguh sebenarnya Martin tidak heran karena sejak pernikahan Yuri selalu saja menuntut banyak hal yang kadang di luar kemampuan Martin, kadang juga tidak melihat dulu bagaimana kondisi Martin. Sekarang Martin benar-benar di buat begitu merasa beruntung setiap waktu karena wanita seperti itu tak menyiksa nya terlalu lama.
"Sayang sekali, yang di panggil Ibu oleh Sofia bukanlah kau, tapi Helena. Dia adalah Ibunya Sofia, juga sebentar lagi akan menjadi istriku."
__ADS_1
Yuri terlihat terkejut, marah, dan tak terima. Dia menatap Helena dan memperhatikan dengan seksama. Selama ini dia hanya melibat berita saja dan mengaggap Helena cukup cantik, tapi ternyata kalau di lihat secara langsung Helena benar-benar sangat cantik. Wajahnya yang memiliki garis jelas, ketebalan alis yang tak membutuhkan sentuhan penebal warna, bibirnya yang berisi tapi tidak berlebihan, bulu matanya yang tebal dan lentik, juga postur tubuhnya yang sangat bagus, bukankah dia jauh kalau di bandingkan Helena?
"Kalian belum menikah tapi kau meminta Sofia memanggilnya Ibu? Martin bukankah itu terlalu kekanakan? Ibunya Sofia selamanya adalah aku, kau tidak boleh melakukan ini kepada wanita yang telah melahirkan anak mu!"
Helena tersenyum miris, dia menatap Yuri dengan segala pemikirannya. Rasanya dia ingin menjelaskan bagaimana bisa Sofia memanggilnya Ibu, tapi sepertinya wanita yang ada di hadapannya itu tidak akan mengerti. Dari sorot matanya dia terlihat tidak rela minat Martin akan menikah dengan wanita lain, dia juga tidak rela Sofia memanggil wanita lain dengan sebutan Ibu. Dia merasa Martin dan Sofia adalah milik nya, tapi dia juga tidak bisa melepaskan pria yang memiliki banyak uang, dan kekuasaan. Bukankah itu terlalu arogan? Mungkin ini terdengar biasa, tapi si pemilik sifat arogan pada akhirnya memang tak akan mendapatkan apapun selain kekecewaan yang jauh lebih besar dari pada yah di bayangkan.
"Sofia benar-benar tidak mirip seperti anda ya, Nyonya? Sofia adalah anak yang sangat ceria dan aktif sekali berinteraksi. Dia tidak pernah mengatakan kalimat yang buruk, dia juga anak yang pengertian sekali. Nyonya, aku benar-benar tidak menyangka kalau akan ada seorang Ibu yang rela jauh dari putrinya di banding pria asing yang belum lama menjadi pasangan anda. Karena Sofia akan tetap tinggal bersama dengan Martin, aku juga pastikan kalau aku akan benar-benar berusaha menjadi Ibu yang baik untuk Sofia."
Yuri mengalihkan pandangannya, rasanya dia seperti merasakan dadanya yang panas tak terima Karen apafa akhirnya Martin akan mendapatkan wanita yang lebih darinya. Tapi begitu matanya melihat ke arah Win, Yuri benar-benar tidak bisa menahan perasaan yang begitu campur aduk di hatinya. Sepertinya sejak tadi Win terus memperhatikan wajah Helena, dan tatapan Win itu seperti tatapan yang tidak biasa. Dia seperti menginginkan Helena, dia seperti memiliki minat yang cukup besar untuk merebut Helena dari Martin.
"Sayang, bagiamana kalau kita memilih perhiasan saja dulu?" Ajak Yuri mencoba untuk menarik lengan Win dan terus saja hingga mereka cukup memiliki jarak yang lumayan jauh dari Helena dan Martin.
Helena menghela nafasnya, menepuk pelan punggung Martin meminta agar Martin fokus saja dengan apa yang akan mereka lakukan.
"Karena wanita itu adalah masa lalu, maka perhatikan saja dia sewajarnya. Jangan membuat aku kehilangan minat dan membatalkan rencana pernikahan kita."
__ADS_1
Martin tersentak, dia segera mengikuti ucapan Helena dan sama sekali tidak lagi memperdulikan Yuri dan Win. Martin dan Helena sibuk dengan memilih perhiasan, tapi Yuri dan Win justru tidak bisa tidak memperhatikan Martin dan Helena.
"Apa kau suka yang ini, Martin?" Tanya Helena menunjuk satu cincin yang simple dan tentu saja Martin suka karena itu adalah pilihan Helena sendiri.
"Aku suka karena itu kau yang memilihkannya."
Helena tersenyum, terkekeh dan akhirnya dia membulatkan keputusannya untuk memilih sepasang cincin untuk pernikahan mereka dengan desain yang simpel, di tambah juga cincin berlian yang Martin ingin belikan untuk Helena.
"Hari ini kau benar-benar banyak membuang uang, Martin." Ucap Helena begitu Martin sudah membayar semua perhiasan yang dia beli.
Martin mencium kening Helena dan tersenyum setelahnya. Rupanya hal itu di lihat langsung oleh Yuri dan Win yang pada akhirnya membuat mereka kesal sendiri.
"Uang itu mana bisa di bandingkan dengan kesediaan mu untuk menikah denganku?" Ujar Martin membuat Helena benar-benar merasa cukup bersyukur karena memiliki Martin di sisinya.
Yuri terus memperhatikan mereka berdua dengan membatin,
__ADS_1
Martin, seharusnya aku kan yang ada di posisi wanita itu?
Bersambung.