Why?

Why?
Jangan Datang Lagi!


__ADS_3

Di sisi lain.


"Nak Martin, aku datang kemari setelah melihat banyak berita tentang kasus ini, kau adalah pengacaranya Helena bukan? Jadi, bisakah aku memohon pada mu untuk menyarankan kepada Helena agar dia berhenti sebelum bertindak semakin jauh?"


Martin mengeryitkan dahi menatap Ibunya Helena yang kini duduk bersebrangan meja dengannya. Menghentikan kasus ini? Sungguh sangat mengejutkan, tapi kalau di ingat kembali bahwa selama ini Helena nampak berjuang tanpa keluarga pasti hubungan Helena dan keluarganya memang tidak harmonis sama sekali.


"Nyonya, sudah sejauh ini langkah kami kenapa anda meminta Helena dan saya berhenti? Ini adalah keadilan yang begitu di perjuangkan oleh Helena untuk cucu anda bukan?" Martin tak banyak memberikan reaksi, dia juga tak sama sekali menatap heran apalagi sinis. Entah apakah Ibunya Helena mendapatkan suap atau tidak, intinya isi kepala Ibunya Helena benar-benar sulit untuk di mengerti. Dia seperti melihat kekhawatiran di mata seorang Ibu, tapi kenapa ucapannya seolah dia menganggap bahwa kasus besar ini bukanlah apa-apa? Semain Martin memikirkannya Martin justru merasa begitu tidak mengerti dan heran sendiri.


"Tahu, tentu saja aku tahu betapa anak ku begitu bekerja keras tak kenal sakit, tak merasakan apakah lapar atau tidak. Helena juga tidak merasakan apapun saat kakinya menginjak pecahan kaca atau batu Kolar yang tajam. Tapi, aku adalah seorang Ibu yang memilki banyak kekhawatiran, aku tidak bisa mengatakan bagaimana dan apa alasannya, tapi aku bersungguh-sungguh bahwa aku hanya tidak ingin putriku terluka. Ada banyak ketakutan sebagai seorang Ibu, dan itu benar-benar membuatku tidak bisa merasakan tenang batang sedikit pun." Ibunya Helena memegangi dadanya, ucapannya itu benar-benar terlihat begitu tulus tapi Martin masih tidak mengerti apa maksud sebenarnya Ibunya Helena.


"Nyonya, di banding siapapun, bahkan di banding anda yang Ibu kandungnya sendiri, aku seperti merasakan jika tidak ada yang mampu memahami Helena di banding diriku. Aku benar-benar merasa sangat yakin kalau Helena mendengar apa yang anda katakan ini, dia akan sangat kecewa sekali. Helena seperti terlihat kuat, dia Ibu yang baik, tapi dia juga terlihat begitu lemah dengan luka yang begitu banyak. Entah luka seperti apa saja selain kehilangan Velerie, tapi aku bisa merasakan Helena seperti putus asa sekali, dan seandainya tidak ada Velerie, dia mungkin sudah mengakhiri hidupnya sejak dulu. Hingga saat ini Helena bahkan masih ingin mengakhiri hidupnya seandainya saja semua ini berakhir. Tolong, jangan menghancurkan Helena dengan alasan kekhawatiran anda sebagai seorang Ibu, karena aku yakin sekali Helena bahkan tidak akan merasa rugi jika harus mati untuk ini."


Ibunya Helena menyeka air matanya yang jatuh, tentu saja dia tahu sekali, tapi semua ini dia lakukan demi kebaikan Helena dan yang lainnya.

__ADS_1


"Maka dari itu aku mengatakannya padamu, aku ingin kau saja yang memberikan pengertian kepada Helena agar dia berhenti. Jangan lanjutkan lagi demi kemanan kita bersama, hentikan dan relakan saja toh apapun yang dia lakukan tidak akan mengembalikan Velerie, membuat Velerie hidup lagi kan? Dia juga pasti sudah lelah, dia pasti akan menyerah hanya saja tidak ada yang mempu memberikan pengertian selain kau, pengacara Martin." Ucap Ibunya Helena yang membuat Martin jutsru tersenyum karena benar-benar bingung dan tidak memahami bagaimana bisa otak seseorang, terutama otak seorang Ibu, seorang Nenek bekerja selayaknya dia peran itu.


"Bagaimana bisa aku memberikan pengertian kepada Helena di saat aku saja tidak mengerti apa yang anda bicarakan, Nyonya? Ini terdengar menyakitkan, tapi aku merasa anda adalah Ibu dan juga nenek yang kejam. Di banding meminta Helena untuk berhenti, bukankah akan lebih baik jika anda berada di sisi Helena, menguatkan dirinya dan membuat dia merasa di anggap sebagai anak dan merasa tidak seorang diri? Saat ini dia membutuhkan orang lain yang bisa menyentuh hatinya dan menguatkannya, bukan untuk mematahkan hatinya."


Ibunya Helena terdiam sebentar, mulutnya terasa gatal ingin terus menjawab apa yang di katakan Martin dengan begitu arogan tapi, bagaimana bisa dia bicara seperti itu kepada seorang pengacara?


"Aku sudah mengatakan kepada Helena untuk datang jika dia membutuhkan ku, aku sudah melakukan itu."


Martin tersenyum seraya menggelengkan kepala karena dia merasa keheranan dengan Ibunya Helena yang begitu mudah menjawab ucapan darinya tapa menyadari jika kalimat yang dia katakan benar-benar terdengar menguatkan dugaan Martin sebelumnya.


Ibunya Helena terdiam tak bisa lagi mengakan apapun. Tidak, niatnya datang bukan untuk di tekan seperti ini, dia tidak datang untuk dihakimi, dia datang untuk meminta batuan pengacara Martin, tapi kenapa malah jadi seperti ini? Pembicaraan itu terasa begitu menghakimi dirinya sekali.


"Kembalilah, Nyonya. Maafkan aku karen tidak dapat memenuhi keinginan anda, harap mengerti bahwa kadang apa yang anda anggap terbaik nyatanya tidak di rasa sama seperti yang di rasakan oleh orang yang bersangkutan. Untuk kedepannya mohon jangan datang kepada ku jika tujuannya sama, karena apapun yang terjadi aku akan bersama Helena menyelesaikan semua ini hingga tuntas."

__ADS_1


Tak dapat mengatakan apa lagi, Ibunya Helena bangkit dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan kecewa yang tidak dapat dia ucapkan lagi dengan kata-kata.


Di sisi lain.


"Jadi Ibu pergi lagi? Apa dia pergi untuk mengurus masalah Helena?" Tanya kakaknya Helena yang bernama Freya kepada adik bungsunya yang bernama Kath.


Kath menghela nafas, lalu mengangguk.


"Menang kemana lagi? Sejak kejadian Erie dia benar-benar sibuk tidak jelas, bahkan sering tida membuat sarapan juga makan malam harus sering makan mie dan telur saja." Ujar Kath mengingat bagaimana sebalnya dia harus melewati hari di mana yang dia makan adalah makanan yang jelas tidak sehat.


"Anak cacat itu sudah mati aku pikir keluarga kita akan tenang, ternyata tidak juga? Dulu Helena selalu saja bersikap dingin karena kita menolak untuk menjaga Erie, sekarang masih saja meninggalkan masalah?" Ujar Freya.


Kath menjauhkan makanan kaleng yang sejak tadi dia makan.

__ADS_1


"Kalau saja Erie itu bisa mengontrol air liurnya, bisa membersihkan kotorannya sendiri, bisa makan dan ganti baju sendiri, aku mungkin masih mau menjaga dia. Tapi kakak tahu kenapa kita menolak kan? Menjada dua anak kak Freya sama kami sudah kesalahan, di tambah Erie bisa mati berdiri kami di rumah. Ditambah lagi Erie itu bisa tiba-tiba sesak nafas, mana mungkin sanggup menjaga dia?" Ujar Kath sembari terlihat sebal.


Bersambung.


__ADS_2