
"Benar-benar wanita yang malang, padahal memiliki harta dan latar belakang keluarga yang bagus, tapi seumur hidup tak bisa mendapat apa yang selama ini di inginkan. David sangat dekat denganmu, kalian bahkan sudah melahirkan anak, tapi dia tetap terasa sangat jauh. Aku benar-benar kasihan sekali denganmu, bahkan lihatlah kau yang sekarang. Kau sampa mendatangiku dan sok mengancamku padahal aku tidak merasakan kalau aku harus memenuhi keinginanmu."
Melisa bangkit dari duduknya, membuat Helena merasa puas dan lega karena tempat duduk putrinya tak lagi di duduki oleh wanita gila yang sifatnya sepeti anjing. Anjing yang suka mengoyak tubuh mangsanya, menggonggong tidak karuan.
"Kau benar-benar sangat kurang ajar, Helena!"
Helena terkekeh geli mendengar apa yang di katakan Melisa barusan.
"Kurang ajar? Tentu saja itu benar, sifat kitab ajar ini aku peroleh karena pernah berteman denganmu."
Melisa mengapa Helena dengan dingin, sepertinya dia merasa kalau Helena memang tidak akan mengikuti apa yang dia katakan tadi, jadi dia pikir akan lebih baik jika dia menggunakan cara yang sedikit kasar kepada Helena.
"Jangan menatapku seperti itu, Melisa. Aku benar-benar tidak tahan melihatnya, tidak tahan untuk menikam mu, membunuh mu dengan brutal, lalu setelah itu akan aku keluarkan kedua ginjalmu untuk menggantikan ginjal anakku yang hilang."
"Sinting!" Melisa sontak menjauhkan tubuh Helena darinya, menatap dengan tatapan tajam dan nafasnya yang menderu membuat Helena menjadi begitu ingin terus menekan Melisa.
"Kau pikir aku tidak bisa melakukannya?"
Melisa terlihat begitu terkejut, di tambah lagi tatapan mata Helena yang terlihat tidak main-main sangat jelas terlihat seolah apa yang dia ucapkan tadi tidak akan segan-segan dia lakukan saat dia merasa itu penting untuk di lakukan.
"Dasar kau gila! Kalau anak mu sudah mati kenapa harus begitu sok repot? Berhentilah berpura-pura menjadi Ibu yang baik, kau saja dengan teganya membuat anakmu lahir cacat."
__ADS_1
Helena tersenyum miring, tatapannya benar-benar terasa begitu menekan dan terasa dingin. Tai percayalah, Helena masih akan tetap mempertahankan emosinya untuk dia redam dan jangan sampai kehilangan kendali. Sejak dulu Melisa memang paling anti kritik dan dia sangat gila pujian dan sanjungan dari orang lain, Melisa juga selalu menganggap dirinya benar dengan menonjolkan kekurangan orang lain. Sekarang yang dia hina adalah Velerie, meski memang benar Velerie lahir, tapi Helena benar-benar bukan Ibu yang tega membuat anaknya lahir dengan kondisi yang tidak normal.
"Jadi, apakah aku harus mengingatkan bahwa kau melahirkan putrimu yang penyakitan? Ups! Maaf, aku benar-benar tidak seharusnya bicara begitu, apalagi sekarang putrimu sedang dalam masa pemulihan, juga pemantauan karena tubuhnya harus menyesuaikan dengan ginjal barunya, iya kan?" Helena terkekeh setelahnya padahal jelas dia bisa melihat bahwa Melisa seperti begitu tidak nyaman dengan apa yang sedang di bicarakan oleh Helena.
"Terserah kau saja, bicaralah sesuka hatimu, aku sudah memperingati untuk tidak menganggu keluargaku, menjauh dari David dan akan lebih baik untuk menjaga mulutmu kalau kau masih ingin hidup."
Helena menghela nafas, dia benar-benar tidak menunjukkan sedikit saja rasa takut membuat Melisa keheranan dengan cara Helena menyikapi peringatan darinya yang jelas tidak main-main.
"Lakukan saja yang bisa kau lakukan padaku, mungkin kau akan meminta orang untuk membunuhku, oh! Atau kau akan menabrak ku, lalu mencuri organ di tubuhku sebagai cadangan kalau saja nanti kau butuh?"
Melisa tak bisa lagi bicara, dia memilih untuk meraih tasnya dan segera beranjak pergi dari sana.
Segera setelah kepergian Melisa, mimik wajah Helena berubah menjadi dingin, dan juga penuh kecurigaan. Reaksi Melisa saat sulit untuk di tebak walaupun beberapa kali dia mencoba untuk memancingnya, tapi jika saja Melisa tidak melakukan apapun, Melisa yang biasanya pasti akan mengatakan dengan suara lantang bahwa dia sudah bersalah. Jadi, kemungkinannya memang belum begitu besar, tapi Helena tidak akan pernah kehilangan akal untuk bisa membuktikan keterlibatan Melisa atas apa yang menimpa putrinya.
Martin kini tengah mendatangi apartemen Helena untuk menyampaikan kabar terbaru mengenai apa yang sedang di selidiki Martin dan juga temannya.
"Ada semua mobil yang melintas dan kamera dasbor miliknya merekam kejadian itu. Aku sudah mendapatkan plat nomor mobil yang menabrak Velerie, dan ternyata mobil itu tidak terdeteksi siapa pemiliknya. Sangat aneh, tapi ini justru semakin membuatku merasa ada banyak hal yang sedang dia coba ingin sembunyikan." Ujar Martin lalu menghela nafas karena seharian ini dia sudah cukup lelah, tapi tetap saja tidak akan ada kata menyerah dalam menangani kasus ini.
Helena terdiam sebentar, lalu menatap Martin dengan tatapan yang penuh keyakinan.
"Tidak, dia tidak sedang menyembunyikan banyak hal, tapi sedang melindungi orang yang sangat penting. Bus jadi penabraknya, atau bahkan dirinya sendiri yang ingin coba dia lindungi."
__ADS_1
Martin mengangguk setuju, tapi sial dia juga tidak tahu harus mengatakan apa karena dia benar-benar sudah sangat lela hari ini.
"Martin, aku harap kau terus mencoba untuk mencari bukti, sementara itu aku akan bergerak dengan caraku sendiri."
Martin mengeryitkan dahi, menatap Helena dengan tatapan penuh tanya.
"Apa yang akan kau lakukan?"
Helena terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan dari Martin.
"Memastikan sesuatu, sekaligus melampiaskan perasaan yang begitu menggebu di otak dan hatiku. Aku merasa aku harus memfokuskan diri kepada orang itu, dia berbahaya, tapi aku pastikan bahwa aku jauh lebih berbahaya." Helena benar-benar terlihat tidak main-main, dan Martin jelas tidak akan bisa mengatakan tidak setuju bukan?
"Jangan lupa kalau masih ada aku, kalau kau mengalami kesakitan, kau benar-benar tidak boleh lupa kalau aku pasti akan membantumu."
Helena tersenyum menatap Martin, iya memang begitu lah Martin yang dia kenal. Entah apakah dengan klien lain Martin sebaik ini atau tidak, intinya Helena benar-benar sangat berterimakasih badan berharap orang seperti Martin masih begitu banyak dunia yang mulai di kuasai oleh manusia pengkhianat dan penjahat besar.
"Helena, aku lupa mengatakan padamu bahwa, aku menemukan fakta baru tetang istri mantan suamimu. Ini mungkin tidak penting, tapi aku ingin memberitahukannya padamu. Sepertinya dia mengalami gangguan pada rahimnya, setelah melahirkan putrinya dia di diagnosis tidak akan bisa memiliki anak lagi karena rahimnya sudah tidak memproduksi sel telur lagi. Bahkan, sel telur yang sebelumnya juga sudah tidak bisa di buahi."
Helena terdiam sebentar, apakah dia harus senang? Tidak, dia benar-benar tidak perduli sama sekali.
"Menurut mu, keluarga sekaya dia, dan sangat terkenal apakah salah melakukan segala cara untuk melindungi dan mempertahankan satu-satunya penerus kandung?"
__ADS_1
Bersambung.