Why?

Why?
Balasan Dari Tuhan


__ADS_3

Setelah Melisa di bawa ke kantor polisi, media sosial semakin di ramaikan dengan banyaknya pertanyaan yang sekarang mulai tak terkendali. Sudah akan di gelar Minggu depan, dan Helena sudah menyatakan bahwa dia akan di dampingi oleh Martin yang selama ini di kenal dengan kemampuannya yang tidak menonjol. Tapi begitu Helena mengatakan jika selama ini Martin yah sudah banyak membantunya, menemukan bukti, mencari kesana kemari, bahkan karena Martin juga akhirnya dia bisa mengetahui jika kedua ginjal anaknya hilang, menangkap Dokter yang sudah melakukan itu, juga menangkap pelaku utamanya yaitu Melisa.


Banyak spekulasi yang muncul dari masyarakat, tapi pada akhirnya semua menjadi serangan untuk pengacara Jhon yang sudah menggembar-gemborkan bahwa dia dapat menangkap pelakunya. Awalnya pengacara Jhon di buat sangat bangga dengan ucapan dan sanjungan dari masyarakat, tapi kini semua sanjungan itu berubah menjadi makian. Bagaikan di buat terbang sampai ke angkasa, tapi di jatuhkan ke jurang berbatu tajam di dasar bumi hingga dia hanya bisa diam dan tidak mampu melakukan apapun.


Benar-benar cukup kacau, tapi sayangnya Helena masih belum merasa kalau ini cukup. Tuan Feto juga terlibat banyak hal, memberikan suap yang sangat banyak, juga pelaku utama yang telah membuat guru Vethie Jolie pergi untuk selamanya meninggal putranya yang tak bersalah, Ibu yang mencintainya. Manusia yang tidak dapat menghargai dan menghormati kehidupan orang lain, tentu adalah manusia sampah yang bahkan tidak layak untuk tinggal di tempat sampah.


"Saran ku lebih baik kita selesaikan ini sampai Melisa mendapatkan hukuman untuk apa yang dia lakukan. Bagiamana pun jika kita terlalu mencampuradukkan akan ada kekacauan bukan?" Tanya Martin kepada Helena yang kini duduk di hadapannya. Pagi tadi Helena datang untuk membicarakan tentang Melisa, dan kini mereka juga tengah berada di kantor.


Helena menghela nafasnya, bagaimanapun banyak sekali pihak yang terlibat. Memang akan sangat memusingkan, tapi kasus besar ini tidak akan bisa di lakukan seperti itu bukan? Helena memang tidak begitu terlalu paham hukum, tapi dia merasa akan lebih baik jika kasus ini segera tuntas walau butuh waktu yang cukup panjang.


"Menurut mu apakah kita segera menyeret Tuan Feto dalam kasus ini? Kau tahu bagaimana Melisa mengakui segalanya bukan?"


Martin mengangguk untuk mengiyakan apa yang di katakan Helena.

__ADS_1


"Iya, tentu saja. Itulah kenapa kita harus fokus kepada Melisa terlebih dulu. Kita hanya perlu membuktikan kesalahan yang sudah dia lakukan, dan apa yang dia akui jelas buktinya adakah bukti yang di adakan. Hanya dengan memancing Melisa untuk melakukan sedikit kesalahan, maka pada akhirnya kecurigaan akan mula timbul dan semakin lama akan semakin meyakinkan. Kau tidak perlu memikirkan yang lain, pengacara Jhon tidak akan bisa pergi kemanapun sebelum kasus ini selesai, dan dia terbukti tidak ikut campur, begitu juga dengan Tuan Feto. Aku sudah sampai sejauh ini, jadi kali ini serahkan saja padaku, aku akan melakukannya untukmu, dan juga untuk diri ku sendiri."


Helena tersenyum, sungguh dia benar-benar terharu dengan cara Martin memperlakukannya, juga bicara padanya. Pria itu seperti tahu bagiamana cara meluluhkan hati Helena, bahkan tanpa sadar Helena sudah merasa ketergantungan dan merasa cukup yakin untuk mempercayai apapun yang di lakukan dan di katakan Martin.


Martin membuang nafas kasarnya sebelum kembali menatap Helena.


"Berhentilah untuk menatap ku seperti itu, kau tahu aku akan kesulitan karena mu."


Helena kembali tersenyum karena dia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa, sementara Martin hanya bisa mencoba untuk tidak melihat ke arah wajah Helena.


Farah terdiam tak bersuara, tak menangis, tak mengatakan apapun, bahkan bergerak juga tidak. Sekarang ruang geraknya benar-benar terbatas sekali, kenapa? Karena dia sekarang berada di dalam kandang besi dan entah sampai kapan karena dia juga belum mendapatkan jadwal untuk sidang.


Sudah satu pekan dia berada di dalam sana, tak melihat matahari, tidak tahu siang atau malam. Dia benar-benar stress, tertekan hingga untuk membuka mulut saja dia tidak bisa melakukannya. Tidak ada keluarga yang datang kecuali kakak laki-lakinya yang mengirimkan makanan, Ibunya sedang drop begitu juga dengan Ayahnya. Adiknya memutuskan untuk berhenti kuliah karena malu dan juga tidak adanya biaya untuk melanjutkan meski dia tahu masih ada uang di tabungan Farah. Tapi mau bagiamana lagi? Obat untuk kedua orang tuanya cukup mahal, belum untuk biaya hidup juga yang jelas cukup besar.

__ADS_1


Entah kemana semua orang yang dulu begitu dekat dengannya, entah kemana dan bagaimana kabar Kakak ipar yang pernah menjalin hubungan dengannya. Seperti tak ada yang perduli sama sekali, tidak ada yang mengerti tidak ada yang mau menolongnya sesering apapun dia meminta dan berdoa kepada di Tuhan di dalam hati. Saat awal di penjara dia benar-benar tak hentinya menangis, memanggil kedua orang tuanya, bahkan berkali-kali meminta maaf kepada Helena untuk apa yang sudah dia lakukan. Tapi dia hanya mendapat kekecewaan hingga pada akhirnya dia menjadi putus asa dan menjadi seperti sekarang ini.


Di saat paling menyedihkan ini Farah jadi ingat dengan jelas kalau dulu dia selalu bersama dengan Helena. Pergi kemanapun juga bersama, begitu juga dengan Melisa. Entah sejak kapan mereka memiliki hati dan bakat untuk menyakiti Helena. Pertama Melisa yang merebut suaminya Helena, sekarang Farah yang merebut ginjal anaknya membuat Helena semakin trauma akan hubungan persahabatan yang seharusnya bisa bertahan lama sekali.


Di kantor lawyer (Firma hukum )


Pengacara Jhon meminta orang untuk memesankan tiket pesawat untuk membiarkan dia pergi ke luar negeri agar bisa lari dari keadaan yang semakin ricuh ini. Sekarang masyarakat bukan hanya menuntut perihal Helena saja, tapi mereka juga mulai menyuarakan perasaan dan tindakan tidak adil yang pernah di lakukan Pengacara Jhon padanya. Tentu saja sudah sangat banyak hal yang dia lakukan, memanipulasi kebenaran sehingga banyak pihak yang sebenarnya merasa jika dia adalah korbannya.


"Maaf Pak, anda sepertinya tidak dapat untuk ke luar negeri terlebih dulu. Nama anda ada dalam daftar hitam untuk sementara waktu ini hingga anda terbukti tidak bersalah." Ucap junior di firma hukum yang membuat pengacara Jhon benar-benar kesal dan berakibat sakit kepala.


"Sial! Ini pasti sangat sulit untuk membebaskan namaku, membersihkan namaku juga. Tapi aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan baik kalau keadaan nya terus begini." Gumam Pengacara Jhon setelah junior yang tadi menyampaikan pesan sudah meninggalkan ruangannya.


"Aku harus melemparkan ini semua kepada Tuan Feto, atau kalau tidak aku harus bisa menyingkirkan Helena saja."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2