Why?

Why?
Kail Di Gigit Ikan


__ADS_3

David membuang jaketnya, membanting ponselnya ke lantai untuk melampiaskan kekesalan yang begitu besar dan memenuhi otak serta dadanya. Sekarang ini dia benar-benar sedang di tahap yang sangat hancur dan sulit mengendalikan diri. Selalu saja saat dia dan istrinya cekcok, entah Ibu mertua atau Ibu kandungnya pasti akan membela Melisa, menyalahkan dia tidak pernah perduli dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga pertengkaran di antara dia dan Melisa terjadi.


Sebenarnya masalah yang selalu memicu kekesalan di antara mereka adalah ego mereka masing-masing. David yang tidak bisa terus diam menerima saat Velerie di hina, apalagi pernah saat membawa Velerie ke rumah, Ibunya akan terus melirik tajam kepada Velerie, memasang wajah jijik kepada Velerie yang memang sulit untuk menutup bibirnya. Sedangkan Melisa, dia juga selalu saja mengatakan sumpah serapah, kata-kata yang tidak baik, bahkan sampai meracuni pikiran Denise sehingga Denise menjauhi kakaknya dengan alasan jijik.


" Tidak mau dekat Erie, dia jelek! Mulutnya kadang meneteskan air liur, matanya aneh karena bergerak tidak sejajar. Dia gendut, aku tidak suka! Pokoknya aku tidak mau kalau ada Erie, aku takut terkena air liurnya, aku takut tertular penyakitnya! "


Hati Ayah mana yang tidak sakit mendengar satu putrinya menggunjing putrinya yang lain? Tidak mungkin kan Denise bisa mengatakan kalimat menyakitkan itu jika bukan karena pernah mendengar nenek dan Ibunya? Atau bahkan jelas bukan tidak mungkin kalau sebenarnya kalimat yang di katakan Denise sengaja di ajarkan padanya agar Velerie tidak lagi sering datang kesana?


" Sebenarnya sejauh apa lagi aku harus berkorban? Apa semua ini masih tidak cukup? Aku lelah, lelah sekali...... "


David mengusap wajahnya dengan kasar, sebab dia bisa menjadi seperti sekarang, frustasi dan marah besar adalah karena tekanan dari mertuanya, atau orang tua Melisa. Mereka selalu saja menekan David, mengancam David seenaknya tidak perduli siapa yang salah sebenarnya dalam permasalahan yang terjadi. Parahnya lagi adalah, David sudah hidup bagai robot semenjak menikah dengan Melisa. Mengikuti tradisi keluarga Melisa yang sangat ketat, menunduk setiap waktu seolah dia tidak bisa di bandingkan dengan mereka, bahkan di tuntut untuk terus membahagiakan Melisa, wajib menyenangkan Melisa, bahkan setiap kali cekcok, David adalah orang yang paling harus, wajib merendahkan diri, membuang ego, meminta maaf kepada Melisa padahal dia yakin benar dia tidak salah saat itu.


Bukan hanya harus bisa menjalankan usaha keluarga David sendiri, David juga harus lebih mengutamakan anak serta Melisa di banding apapun kalau sampai itu di langgar, orang tua Melisa akan mengungkit hal-hal yang sudah lalu, mencemooh David dan keluarganya, bahkan tidak ragu memaki David hanya karena dia adalah orang yang memiliki status tinggi di masyarakat, orang tua Melisa adalah seorang pembisnis yang merangkap menjadi pejabat kota.


Di sis lain.

__ADS_1


Martin kini tengah kebingungan karena Sofia terus saja menangis sejak pagi. Ibunya, dia adalah adik diri Ibunya Martin, yang sudah dia anggap Ibu sendiri hingga terbiasa memanggil Ibu juga. Dia terus menghubungi Martin karena Sofia masih saja tidak mau diam.


" Martin? "


" Iya? "


Martin yang tersentak segara bangkit dari duduknya, menyambut datangnya senior yang masuk ke ruangannya. Masih dengan sopan Martin membiarkan dan mempersilahkan seniornya masuk, dan dia adalah Senior yang sering sekali memarahi dan memaki Martin di firma.


" Bagaimana dengan kasus yang sedang kau tangani? Sampai di mana? Apa semua berjalan lancar? Aku melihat berita, sepertinya klienmu adalah sumber beritanya."


Tak ingin terlihat takut, tak ingin juga di merendahkan. Martin kembali menatap pengacara senior yang di kenal sebagai pengacara Jhon. Pengacara Jhon adalah pengacara yang jasanya sering di gunakan oleh para kalangan pejabat, aktris, aktor, pengusaha kaya, juga para sultan. Caranya berbicara, memainkan kosa kata, mempengaruhi lawan bicaranya, cara dia membaca pikiran orang yang ada di hadapannya bisa di bilang cukup jitu. Tapi, Martin juga sudah banyak berlatih dari seringnya dia terjatuh dan di khianati oleh sesama temannya. Martin tidak akan membiarkan terus menerus dirinya di tekan, di jadikan boneka dan diam saja saat matanya melihat ketidakadilan.


Martin membalas senyum itu dengan tatapan polos.


" Syukurlah, sejak unggahan itu naik dan menjadi salah satu berita trending, aku menemukan beberapa titik terang meksipun banyak sekali bukti yang hilang dan jelas itu adalah hal yang ganjal. Satu persatu orang yang berkonspirasi mulai ada di daftar kami, jadi pengacara Jhon, mohon doakan aku agar bisa menguak dan mendapatkan keadilan untuk putrinya klienku. " Martin kembali tersenyum, dan ucapan Martin barusan benar-benar membuat raut wajah Pengacara Jhon sedikit masam.

__ADS_1


" Sepertinya ini hanyalah kasus tabrak lari biasa saja, pelakunya jelas adalah orang mabuk, atau kalau tidak ya pasti pengendara yang baru saja belajar mengemudi. "


Martin kembali tersenyum, membuang nafasnya dengan pelan.


" Entahlah, aku ingin berpikir sederhana seperti itu, tapi tetap saja aku merasa terheran-heran bagaimana bisa ya semua bukti dan saksi menghilang begitu saja? Anda memikirkan hal yang sama seperti aku pikirkan kan Pengacara Jhon? "


Pengacara Jhon terlihat menahan kesal, hebatnya dia benar-benar hebat dalam menyembunyikan perasaan kesal itu.


" Sepertinya kau kesulitan sekali, bagiamana kalau mulai sekarang buat aku yang mendampingi klienmu? Aku mengatakan ini bukan karena sok baik atau ingin tenar karena kasus ini di ketahui banyak orang, hanya saja akan lebih baik jika kasus ini aku yang selesaikan bukan? Aku yakin sekali, hanya butuh dua Minggu kasus ini pasti bisa selesai. "


Martin terdiam sebentar, menahan dirinya yang merasa kesal sekali dengan apa yang di katakan Pengacara Jhon. Tentu saja dia tahu apa maksud pengacara Jhon menginginkan kasus ini untuk dia saja yang mendampingi Helena. Kalau kasus ini di tangan Pengacara Jhon, sudah pasti pengacara Jhon akan mencari kambing hitam dan menjadikan dia tersangka untuk mengakhiri kasus ini. Sungguh sangat muak sekali menghadapi orang seperti Pengacara Jhon, tapi bukankah akan lebih baik kalau membiarkan kail di gigit ikan?


" Sudahlah, berhenti berpikir dan berhenti menganggap dirimu tidak berguna. Aku akan membantumu menyelesaikan kasus ini, kau santai saja. " Pengacara Jhon menepuk pundak Martin sembari tersenyum ramah.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2