
Sepeti yang di katakan Yuri, hari ini dia benar-benar menemui Sofia. Tadinya dia tidak ingin menemui Sofia kalau tidak ada Martin karena dia ingin bertemu Martin tanpa adanya Helena sehingga dia bisa nyaman untuk mengobrol bersama Martin. Tapi karena dia sedang hancur hatinya atas apa yang di lakukan Win, Yuri memutuskan untuk datang pagi-pagi sekali aga Martin masih berada di apartemen dan Helena juga tidak mungkin sudah datang sepagi ini kan?
Setelah menekan tombol bela pintu, tak lama pintu apartemen terbuka, dan Helena lah yang membukakan pintu membuat Yuri benar-benar merasa sangat kecewa. Kenapa Helena sudah datang sepagi ini? Mereka tidak tinggal bersama kan?
"Wah, kau datang bertamu pagi sekali ya?" Ujar Helena mencoba sebaik mungkin untuk mengatur mimik wajahnya, dan tersenyum menutupi apa yang sedang dia pikirkan ketika minat mantan istri Martin datang lagi sekali seolah berharap Helena belum berada di sana. Sayang sekali, pagi sekali Helena sudah di jemput oleh Martin karena Martin akan datang ke persidangan menemani Kliennya. Jadi karena tidak ingin terlambat, juga tidak bisa membawa Sofia, Martin menjemput Helena sembari menceritakan tentang mantan istrinya yang akan datang untuk menemui Sofia.
"Di mana anak ku?" Tanya Yuri yang enggan menatap Helena, juga tidak ingin berlama-lama berbicara dengan Helena yang begitu menyebalkan di matanya.
Helena menghela nafasnya, sepertinya memang benar kalau Yuri datang bukan hanya untuk anaknya saja, tapi juga ingin bertemu dengan Martin. Yah, siapapun pasti bisa mengartikan tatapan tidak suka yang di tunjukan Yuri kepada Helena kan?
Setelah mempersilahkan Yuri masuk ke dalam, wanita itu langsung menuju di mana Sofia tengah menikmati sarapan paginya.
"Sofia!" Yuri segera memeluk putrinya tak menghiraukan kalau saat itu Sofia sedang menyuapkan makanan ke mulutnya hingga makanan itu jatuh ke meja dengan berantakan.
__ADS_1
Sofia terlihat tertekan, tapi juga tidak menolak pelukan dari Ibunya. Dia ingat benar bagaimana Ibunya selalu menatap Sofia dengan tajam, kadang juga menyalahkan Sofia sebagai sebab pertengkaran antara Ibunya dan Ayah tirinya. Mungkin memang seperti itu lah jika boleh di deskripsikan perasaan Sofia, tapi karena dia hanyalah anak empat tahun, dia tentu tidak begitu ekspresif tapi tetap saja baik Helena maupun Yuri bisa melihat benar kalau Sofia tidak nyaman berada di pelukan Ibunya.
"Sofia, kenapa kau tidak bahagia Ibu datang?" Tanya Yuri yang terlihat kecewa sekali melihat bagiamana Sofia hanya terdiam tak berdaya dan tidak tahu harus melakukan apa. Sejujurnya anak itu merasa rindu juga senang bertemu dengan Ibunya, tapi dia juga tidak bisa lupa bagiamana Ibunya memperlakukan dirinya ketika berada di rumah Ayah tirinya.
Helena menghela nafasnya, sepertinya dia hanya akan diam saja gak bicara dan cukup saja mengawasi Mereka berdua. Sebenarnya hal itu adalah hal yang paling tidak di sukai Helena. Hubungan mereka adalah hubungan Ibu dan anak, tentu saja Yuri akan merasa terganggu dengan Helena yang berada di sekitar mereka. Tapi mau bagaimana lagi? Martin mengatakan kalau Sofia pasti akan tidak nyaman dan takut terhadap Ibunya sendiri, jadi adanya Helena di sana untuk membuat Sofia merasa aman dan tidak perlu merasa waspada kalau saja dia akan di bawa lari oleh Ibunya.
"Sofia, apa Bibi itu yang meminta mu untuk tidak menyukai Ibu? Apa Bibi itu mengatakan hal buruk tentang Ibu?" Tanya Yuri, dengan sengaja dia mengarahkan lirikan matanya dengan sinis ke arah Helena. Yah, suara Yuri cukup kenyang sehingga Helena bisa dengan jelas mendengar tiap kata yang di ucapan Yuri untuk menyindir dirinya.
"Tidak mungkin reaksi mu seperti ini kalau tidak ada yang mengajari mu! Perempuan jahat itu mengancam mu? Katakan saja pada Ibu nak, ayo katakan biarkan Ibu memberi pelajaran bibi jahat itu supaya tidak mengatakan hal jahat pada mu!"
Sofia ketakutan, dia menangis sembari menggeser jauh makannya, melotot dari duduknya dan lari dengan cepat menuju Helena. Sofia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Helena membuat Yuri semakin tidak bisa menerima jika Sofia, putri yang telah dia lakukan dengan susah payah justru memilih untuk meminta perlindungan dari wanita asing yang jelas tidak akan bisa menjadi Ibu, apa lagi menggantikan posisinya sebagai Ibu kandung.
Helena mencoba untuk menenangkan Sofia, membisikkan kata-kata seolah Ibunya tidak memiliki maksud seperti yang dia ucapkan, Helena juga mengatakan bahwa Ibunya adalah orang bak jadi Sofia tidak perlu ketakutan seperti itu.
__ADS_1
"Jangan sok baik, kau hanya cari muka saja di hadapan ku kan? Sejatinya kau pasti sudah menghasut putri ku, kau membuat dia membenci Ibunya sendiri, kau membuat dia memilih mu yang bukan siapa-siapa dan menjauhi Ibu kandungnya!"
Helena menghela nafasnya, padahal dia benar-benar tidak ingin bertengkar dengan mantan istrinya Martin itu, tapi sepertinya Yuri memang tidak mengerti maksud Helena yang sejak tadi memilih diam dan tidak menyangkal apa yang di katakan Yuri agar Sofia tidak perlu mendengarkan perdebatan antara orang dewasa. Tapi mulut Yuri sudah tidak bisa di kontrol lagi sepertinya, cara dia menatap Helena yang seolah semua kesalahan ada kepada Helena membuat Helena memutuskan untuk membuat Yuri terdiam dan jangan pernah lagi datang kalau pada akhirnya dia hanya akan membuat keributan dan memancing ketakutan Sofia.
"Sayang, masuk lah ke dalam kamar ya? Tutup pintu rapat-rapat dan putra video lagu anak-anak seperti biasanya. Perbesar suara tab mu saat kau masih mendengar suara kami ya?"
Permintaan Helena barusan langsung mendapati anggukan setuju dari Sofia, jadi dengan segera Sofia menuju ke kamarnya tanpa melihat Yuri sama sekali.
Setelah Sofia benar-benar masuk ke dalam kamar, Helena bangkit dari duduknya, berjalan beberapa langkah dan berhenti saat dia bisa dengan jelas melihat bagaimana sorot mata Yuri, dan mimik wajahnya yang begitu tidak karuan.
"Kau seharusnya menghabiskan waktu mu untuk bermain bersama anak mu, kau seharusnya mencoba untuk mendekatkan diri dengannya. Berhentilah menyalahkan orang lain, kau benar-benar memalukan karena tidak berani mengakui kesalahan yang kau lakukan hingga situasi tidak lagi mendukungmu. Jangan lupa kalau kau sendiri yang membuat Sofia takut padamu, perlahan melupakan mu, dia hanyalah anak-anak yang butuh kau peluk dan lindungi, bukan untuk kau manfaatkan. Dari cara suami mu memperlakukan mu, aku yakin sekali hidup mu tidak bahagia, tapi kalau aku boleh memberi saran padamu, hiduplah dengan baik, jangan buang sesuatu yang sebenarnya sangat berharga yaitu, harga diri mu."
Bersambung.
__ADS_1