
Martin tersenyum bahagia saat kedua bola matanya menatap sosok cantik yang kini tengah berjalan ke arahnya. Tubuhnya yang indah semakin indah saat gaun pernikahan melekat di tubuhnya, rambut panjangnya kini di sanggul khas pengantin dengan hiasan kepala, wajahnya yang memang sudah cantik kini menjadi terlihat sangat cantik meski make up yang di gunakan sederhana terkesan natural, tapi tidak bisa menutupi kenyataan bahwa Helena benar-benar sangat cantik sekali.
Helena berjalan menuju Martin yang sejak tadi menatapnya dengan senyum penuh kekaguman dan matanya yang memerah menahan tangis haru bahagia. Dia bahagia karena akhirnya akan menikah dengan Helena, hanya tinggal menunggu hitungan menit saja mereka sudah akan resmi menjadi pasangan suami istri. Martin juga bersyukur sekali pada akhirnya hati Helena luluh dan bersedia untuk menikah dengan Martin yang jelas memiliki banyak kekurangan.
Acara pernikahan di hadiri oleh keluarga Helena, kakak beserta adik juga mantan suami Ibunya, juga ada keponakan dan kakak dari Ibunya Helena. Tidak ketinggalan semua teman kerja Martin juga datang bersama pasangan mereka, juga ada beberapa kenalan. Dari keluarga Martin hanya ada Ayahnya Martin saja yang sejak tadi hanya duduk di kursi roda menatap Martin dengan tatapan sedih karena dia benar-benar tidak berdaya setelah kebenaran yang sesungguhnya terungkap. Dia merasa tidak berguna untuk Martin, dia tidak bisa menentukan sedikit saja harta, dan justru memberikan pukulan yang menyakitkan untuk putranya. Tapi karena hari ini adalah hati bahagia untuk putranya, dia hanya bisa mendoakan dengan tulus dan penuh harap semoga putranya benar-benar bahagia bersama wanita yang dia cintai.
"Tuan, saya mengerti apa yang sedang Tuan pikirkan. Tapi mengenai harga Tian Martin jelas tidak menyesali dan tidak menginginkannya jika benar harta itu sungguh masih milik anda. Tuan Martin adalah orang yang memilki hati lapang, dia memiliki pola pikir yang tidak semena-mena. Tuan Martin jelas tahu jika rencana anda satu itu benar anda lakukan, maka pada akhirnya akan banyak masalah baru yang bermunculan dan itu adalah hal yang tidak di inginkan Tuan Martin. Dia menyayangi anda, dia juga menginginkan kedamaian maka dari itu dia memilih pergi dan hidup mandiri tanpa dana keluarga. Jangan terlalu menyalahkan diri anda, Tuan. Bagaimanapun akan lebih baik jika anda mulai fokus untuk hal positif terutama untuk anak-anak anda." Ucap Ajudan Ayahnya Martin yang sejak tadi berada di belakang Ayahnya Martin sembari memegangi kursi roda milik Tuannya.
Ayahnya Martin terdiam tak bisa mengatakan apapun.
__ADS_1
Hubungannya dengan Martin memang cukup jauh sejak Martin memilih pergi karena perlakuan tidak baik istri dan anaknya yang pertama. Martin tidak ingin membuang energi untuk membenci, dan menerima perasaan sakit maka dari itu dia semakin membenci istrinya dan juga Win yang sejak dulu tidak pernah dia anggap anaknya sama sekali. Tapi setelah kebenaran terungkap, matanya Win juga adalah anak kandungnya, istrinya juga tidak sejahat yang dia kira. Pada akhirnya semua menjadi begitu berubah sekarang, istrinya sudah tak lagi sanggup menerima kebencian dari Win sehingga memutuskan untuk keluar dari rumah mereka, sementara Win, pria itu benar-benar semakin tak menganggap Ayahnya ada sama sekali. Dia sibuk dengan segala urusannya, hanya sesekali melihat keadaan Ibunya dan pergi begitu saja seolah tak ingin terlibat lebih lagi dengan Ibunya juga Ayahnya.
Upacara pernikahan masih berlangsung, dan semua mata kini begitu fokus tertuju kepada Helena dan Martin. Betapa cantiknya Helen, betapa lembutnya sikap dan perlakuan Martin terhadap Helena, semua itu menyadarkan Freya. Kakak perempuan Helena itu benar-benar serasa terpukul oleh kenyataan yang begitu menyakitkan. Dia menyesali tingkah manja dan sok hebat sehingga suaminya merasa muak, dan tidak lagi memiliki minat untuk menjemputnya bersama dengan anak mereka. Bahkan, beberapa hari yang lalu suaminya datang hanya untuk mengatakan kepada Freya bahwa dia sudah tidak sanggup lagi mempertahankan orang yang bahkan tidak pernah mencoba untuk menghargai dirinya, tapi begitu menuntut untuk di hargai dan di mengerti. Sekarang hanya tinggal menunggu waktu saja dia pasti akan di ceraikan oleh suaminya.
Kakak laki-lakinya Helena juga tengah tidak baik suasana hatinya, rumah tangganya memang masih terbilang aman karena istrinya belum meminta cerai meski dia memang sudah enggan banyak bicara kepadanya. Rasanya dia juga menyesali sikap santai selama ini yang membuat istrinya muak dengan sikap itu. Di rumah dia hanya tahu main game, makan dan minum saja, bahkan untuk membantu membersihkan rumah saja harus juga istrinya. Entah sampai kapan akan seperti itu, tapi kemungkinan terbesarnya juga dia akan di tinggalkan oleh istrinya jika masih tidak berubah juga.
"Kak Helena cantik sekali, dia juga beruntung mendapatkan suami yang baik." Ujar Kath yang adalah adiknya Helena.
"Kakak mu itu tidak mudah mengiyakan ajakan menikah dari pria kan? Dia amat hati-hati, apalagi setelah melahirkan Velerie dulu. Dia seperti menutup hatinya rapat sehingga dia tidak memberikan celah kepada pria manapun untuk bisa mendekatinya. Martin pasti bekerja keras sekali untuk mendapatkan hati Kakak mu, dan untuk pernikahan kakak mu yang ini, Ibu merasa lega dan bahagia sekali." Ujar Ibunya Helena yang seketika membuat kakak laki-laki dan Freya semakin menahan mereka yang nyeri seolah tertampar oleh ucapan Ibunya.
__ADS_1
"Iya, bagaimanapun kenyataannya dia juga adalah kakak ku kan? Walaupun aku sempat kesal dengan sikapnya yang dingin dan cuek, tapi aku juga tidak bisa bohong kalau dia memang sosok yang hebat." Ujar Kath yang tak mengalihkan pandangan mata dari Helena dan juga Martin.
Ucapan pernikahan selesai.
Martin dan Helena mengakhiri sumpah mereka dengan sebuah ciuman yang benar-benar penuh cinta dan bahagia.
Sofia juga berada di sana, sejak tadi dia terus tersenyum bahagia seolah dapat merasakan benar kebahagiaan yang sama seperti di rasakan oleh Helena dan Martin.
David memaksakan senyumnya, air matanya jatuh melihat kebahagiaan yang begitu terpancar dari wajah Helena dan Martin. Sekarang dia benar-benar lega karena pada akhirnya Helena bisa menemukan pria yang jauh lebih baik di banding dirinya.
__ADS_1
Bersambung.