Why?

Why?
Keadilan Untuk Mereka


__ADS_3

Pengacara Jhon terdiam menatap Martin dengan tatapan tajam, sinis, dia benar-benar memperlihatkan benar bahwa dia membenci apa yang di lakukan Martin, begitu juga dengan sosok Martin sendiri.


Setelah satu bulan penuh mencoba untuk mengelabuhi masyarakat, Pengacara Jhon pikir dia cukup sukses dengan berdalih bahwa tersangka yang dia dapatkan adalah orang yang tengah mencari keuntungan di dalam kasus besar ini. Satu bulan penuh juga Martin sama sekali tidak pernah melakukan apapun, wawancara juga hanya selalu mengenai Helena dan kasus putrinya, dia benar-benar mengindari pembahasan tentang pengacara Jhon. Tapi siapa sangka kalau apa yang di lakukan Martin sebenarnya adalah untuk memberikan sebentar, sesaat bagi pengacara Jhon untuk menyombongkan diri, tebang setinggi-tingginya sebelum merasakan sakit yang sangat parah setelah Martin menariknya untuk jatuh ke dasar jurang.


Ini adalah hatinya, sidang di buka dan semua bersiap untuk berargumen dan membuktikan satu persatu bagaimana mereka akan membela klien mereka.


Pengacara uang di gunakan oleh pengacara Jhon adalah pengacara terbaik di firma hukum tempat mereka bekerja, dia berbicara dengan nada bicara yang lugas, tapi dia terdengar tegas juga meyakinkan. Martin tak banyak bicara pada awalnya, tapi di waktu terakhir dia menyuguhkan begitu banyak bukti-bukti yang pernah di hilangkan oleh pengacara Jhon untuk memenangkan kasus para klien sebelumnya. Jun juga hadir sebagai saksi, menjelaskan bagaimana dia bisa di jadikan tersangka agar bisa mengakhiri kasus Velerie lebih cepat.


"Tidak, semua itu bohong." Ucap pengacara Jhon saat dia di mintai tanggapan untuk semua bukti yang di tunjukan Martin di persidangan.


Martin tersenyum, begitu juga dengan Helena yang merasa lega dan bahagia karena ternyata di dunia yang begitu kejam dan lebih intrik ini ternyata masih ada sosok yang begitu baik, jujur dan tulus seperti Martin. Wajah Martin yang tampan dan terlihat bajingan benar-benar berbanding terbalik dengan sifatnya. Dia Ayah yang baik, dia pria yang baik, dan semoga orang yang memiliki sifat dan sikap seperti Martin akan semakin banyak sehingga dunia memiliki tempat bagi rakyat biasa yang membutuhkan perlindungan serta keadilan.


"Yang mulai, lima puluh persen orang yang hadir hari ini adalah korban yang menerima ketidak adilan dari pengacara Jhon. Lihatlah mereka, penjual kaki lima yang di hukum lima tahun hanya karena dia tidak sengaja menjatuhkan mangkuk. Seorang gadis yang kehilangan masa mudanya, karena sebelas tahun di penjara padahal dia adalah korban pelecehan dari tiga anak orang kaya, seorang Ayah yang harus di penjara dan bahkan tidak bisa berada di saat terakhir putranya meninggal karena ketidak adilan, seorang nenek yang harus di denda hingga menghabiskan seluruh harta keluarga, suaminya meninggal tidak memiliki biaya karena tidak adilan yang dia dapatkan. Di ujung sana, seorang Ibu yang di penjara karena dia menolong balita, tapi di tuduh mencoba untuk membunuh. Di tengah itu, seorang pria polos yang di penjara selama dua puluh tahun atas tuduhan pembunuhan padahal pelakunya adalah anak majikannya. Lihatlah, mereka semua memiliki banyak kasus ketidak adilan, lihatlah wajah keriput mereka yang menyedihkan, saat di penjara mereka memiliki tubuh yang gagah, sekarang lihat mereka, bagaimana mereka akan bertahan hidup? Mendapat gelar seorang mantan Nara pidana, sanak saudara mereka entah kemana mereka tidak tahu. Semua bukti itu sudah cukup jelas, pakar ahli bisa mencoba untuk mengeceknya. Tapi, kalau boleh saya memohon lagi yang mulai, tolong sita seluruh harta pengacara Jhon, bagikan kepada mereka yang telah di rugikan meski ratusan juta miliaran tidak akan mampu menggantikan waktu mereka yang hilang."


Pengacara Jhon membulatkan matanya dengan begitu terkejut. Semua harta? Tidak, itu jelas tidak akan dia setujui, bagaimanapun semua harta yang dia miliki adalah hasil jerih payahnya, dia tidak ingin menyetujui itu!

__ADS_1


"Kau gila?! itu adalah hartaku, tidak ada urusannya dengan mereka!"


"Tenangkan diri anda, pengacara Jhon."


Martin tersenyum miring, dia benar-benar cukup puas melihat bagiamana pengacara Jhon terlihat takut dan tertekan. Benar-benar luar biasa sekali bukan? Semua bukti yang sengaja Martin simpan kini bisa dia gunakan, dan rasanya benar-benar lega sekali.


Sidang benar-benar lancar, tidak ada hambatan tidak ada yang perlu di khawatirkan karena pengadilan juga bisa menilai sendiri bahwa menjatuhkan hukuman kepada penjahat yang sudah terbukti bersalah sudah tidak membutuhkan waktu dan mengundur lagi bukan?


Pengacara Jhon juga tidak bisa berbicara banyak, pengacara yang dia gunakan jujur saja memang bekerja keras sekali untuk melindungi Pengacara Jhon, dia bahkan terlihat berkeringat karena begitu memutar otak. Bukti yang begitu banyak benar-benar tidak terpikirkan oleh dirinya sebelumnya.


Pada akhirnya, sidang memang masih akan di gelar lagi pekan depan, tapi saat pekan depan itu datang, bukti yang lebih banyak sengaja Martin bawa membuat pengacara yang mendampingi pengacara Jhon tidak bisa banyak membantu meski dia terlihat belum ingin menyerah.


Pengacara Jhon kalah telak dalam sidang terkahir. Dia dijatuhi kurungan seumur hidup untuk semua kejahatan yang pernah dia lakukan. Sedangkan keterangan pengacara Jhon yang menyinggung soal Tuan Feto, pihak kepolisian akan terus mengintrogasi dirinya guna mencari tahu benar atau tidaknya apa yang telah di ucapannya.


"Lepas! Beraninya kalian, lepaskan aku!" Ucap pengacara Jhon yang kesal karena tubuhnya di himpit oleh dua anggota polisi, membuatnya begitu tersinggung padahal dulu dia adalah orang yang disegani oleh mereka.

__ADS_1


"Pada akhirnya, kau tetaplah bukan siapa-siapa selain seorang penjahat." Ucap Martin saat pengacara Jhon dan mereka berpapasan. Tentu saja pengacara Jhon kesal sekali, tapi meski dia memberontak dia tetap tak bisa melakukan apapun dengan borgol yang mengunci tangan, juga polisi yang menahannya bukan?


"Dasar bajingan! Jangan senang dulu, aku pasti akan membunuhmu suatu hari nanti!"


"Miris sekali, orang-orang yang bahkan sudah berada di tahap ini masih tidak ingin mengerti dan menerima jika dia bersalah. Apakah menyadari akan hal itu sungguh sulit? Tidakkah mereka merasa malu dengan diri mereka sendiri?" Gumam Helena menatap pengacara Jhon yang kini mulai menjauh darinya dan juga Martin.


"Dia sedang dalam kemarahan, tapi saat di penjara nanti, di tepat yang gelap, jauh dari dunia luar baru akan merasakan dan menyesali. Mereka bukan hanya akan tersiksa karena kurungan saja, tapi mereka juga akan tersiksa dengan penyesalan yang mereka rasakan sendiri. Hari-hari akan di habiskan lebih banyak untuk menangis."


Helena menatap Martin.


"Kau paham sekali, kau pernah di penjara?" Tanya Helena.


"Aku sedang merasakannya." Jawab Martin.


"Apa?"

__ADS_1


"Perasaanku terpenjara oleh cintamu!" Jawab Martin lalu bergegas menjalankan kakinya.


Bersambung.


__ADS_2