
Helena menatap terus wajah Misa yah kini terlihat suram dan juga sedih. Dia sudah tidak terlihat seperti saat persidangan itu, dia tidak lagi terlihat ingin membalas apa yang dia rasakan kepada Helena. Hari ini Helena memutuskan untuk datang menemui Melisa karena ada satu hal yang harus dia bicarakan dengan Melisa. Sejak tadi Melisa benar-benar hanya dia dengan wajah tak berdaya, dia seperti benar-benar frustasi dengan apa yang terjadi. Sebelumnya Melisa ada wanita yang begitu fashionable, dia selalu terlihat segar dan cantik, tapi sekarang dia benar-benar jauh berbaring terbalik. Wajahnya yang pucat, lesu dan mulai muncul bercak kecoklatan, bibirnya yang kering, matanya yang sayu, rambutnya yang berantakan, kuku kaki dan tangan benar-benar motif, panjang dan tidak terurus.
Jelas lah kedua orang tua Melisa pasti sudah membayar mahal fasilitas penjara, mulai dari makanan dan kebutuhan lainnya, tapi masalahnya adalah, Melisa yang putus asa dan hancur sekali karena tak bisa menemui anaknya menjadi tak memperdulikan penampilannya sama sekali.
"Kau terlihat murung, kenapa kau tidak marah dan arogan seperti biasanya saat bertemu dengan ku? Sepertinya di penjara benar-benar mengubah hidup mu ya?" Ucap Helena lalu tersenyum meski balasan yang dia dapatkan dari Melisa hanyalah diam seribu bahasa. Melisa tak berkutik sama sekali, bahkan tatapan matanya benar-benar kosong mirip seperti orang yang mengalami gejala depresi berat.
"Melisa, aku tahu kau pasti sangat tersiksa dengan kurungan yang kau jalani ini, tapi kau masih bisa sedikit berbuat baik dengan mengatakan yang sesungguhnya bukan? Yah, sebenarnya aku merasa kau tidak akan mungkin melakukan apa yang aku katakan, tapi percayalah usaha mu itu benar-benar bisa di bilang agak percuma."
Melisa mengarahkan kedua bola matanya menatap Helena dengan tatapan penuh tanya. Sejak tadi dia benar-benar malas menanggapi apa yang akan di katakan Helena karena dia tahu apa yang akan di bicarakan Helena. Tapi apa yang di ucapkan Helena barusan benar-benar serasa aneh dan membuatnya tidak tenang, apa yang agak percuma, bagian mana? Melisa benar-benar berharap kalau apa yang di ucapan Helena sama sekali tidak ada hubungannya dengan kesehatan Denise yang entah bagaimana dengan sekarang ini.
"Apa maksud mu?"Tanya Melisa yang sudah benar-benar tidak bisa menahan diri yang begitu ingin tahu apa arti kalimat yang di ucapkan Helena.
"Akan aku beritahu padamu bahwa, putri mu sekarang benar-benar dalam keadaan tidak baik. Ginjal yang kini sudah terpasang di tubuhnya tak mampu memberikan kesembuhan karena nyatanya tubuh putrimu menolak ginjal barunya. Sekarang putri mu sedang menderita kesakitan, seluruh tubuhnya juga bengkak seperti penuh air."
__ADS_1
Melisa menggelengkan kepalanya, tatapan yang tidak ingin mempercayai ucapan Helena tapi mata Helena seperti sedang tidak berbohong. Jika benar apa yang di katakan Helena itu, bukankah pasti putrinya sedang sangat menderita sekarang? Tidak, Melisa tidak tenang, dia ingin menemui putrinya tapi sial dia bahkan tidak bisa keluar dari penjara apapun caranya.
"Kau, jangan membohongiku, aku tidak akan Sudi mempercayai apa yang kau katakan!" Melisa mendelik marah menatap Helena yang jutsru memperlihatkan senyum miring seolah dia merasa puas dengan apa yang tengah di alami oleh Melisa dan keluarganya.
"Apa maksud senyuman aneh itu?!" Tanya lagi Melisa yang justru membuat Helena terkekeh melihatnya.
Jahat kah jika Helena begitu bersyukur dengan apa yang di dapatkan Melisa sekarang ini? Dia kehilangan keluarga yang telah mendukungnya, suami yang dia rebut dari Helena dengan segala cara, mertua yang kini tak terlihat sama sekali, anak yang dia bela mati-matian hingga tidak ragu menyingkirkan nyawa anak lain dengan kejam pun seolah sedang bersiap meninggalkan dirinya.
"Melisa, kehilangan Velerie membuatku tersadar jika tidak akan ada yang akan abadi bersama dengan ku, Velerie ku, bahkan nyawaku saja bukan milik ku. Melihat mu yang tidak jauh beda dengan orang depresi parah membuatku tersadar jika tidak ada yang bisa di dapatkan secara utuh selain kekecewaan jika berlebihan."
"Dasar wanita licik! Sejak awal kau yang seharusnya berada di tempat ini, bukan aku! Kalau saja kau tidak ada, kalau saja kau hanyalah batu terbuang, hidupku pasti akan baik-baik saja!" Melisa terlihat begitu marah, tangannya bergerak memukul pembatas di antara mereka yang terbuat dari kaca tebal sehingga saat Melisa memukul kaca itu sama sekali tak akan bisa melukai Helena.
Helena tersenyum puas, untuk apa sebenarnya dia datang? Tentu saja untuk memprovokasi Melisa, membuat Melisa semakin merasakan kesakitan, sakit yang sama seperti yang sedang Helena rasakan.
__ADS_1
Mengenai Denise, sebenarnya memang begitulah keadaan Denise sekarang. Saat Helena bertanya bagaimana kabar Denise, David mengatakan jika Denise menghalangi kejang beberapa kali dalam dua hari terkahir, Denise juga tengah tersiksa dengan tubuhnya yang membengkak seperti ada kandungan cairan di bawah kulitnya.
"Tidak, aku tidak di lahirkan untuk berada di sini. Aku bukan manusia yang akan berada di tempat ini, aku yakin itu."
"Ah.....! Ah.......! Aku mau keluar! Biarkan aku menemui Denise! Aku ingin Denise!" Melisa kini mulai histeris karena dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa sekarang ini
Membayangkan bahwa anaknya sedang dalam keadaan buruk dan kesakitan, dia merasa begitu gagal dan bodoh karena sama sekali tak ada di sisi putrinya untuk menguatkan dirinya.
Di sisi lain.
"Nak Martin, aku datang kemari setelah melihat banyak berita tentang kasus ini, kau adalah pengacaranya Helena bukan? Jadi, bisakah aku memohon pada mu untuk menyarankan kepada Helena agar dia berhenti sebelum bertindak semakin jauh?"
Martin mengeryitkan dahi menatap Ibunya Helena yang kini duduk bersebrangan meja dengannya. Menghentikan kasus ini? Sungguh sangat mengejutkan, tapi kalau di ingat kembali bahwa selama ini Helena nampak berjuang tanpa keluarga pasti hubungan Helena dan keluarganya memang tidak harmonis sama sekali.
__ADS_1
"Nyonya, sudah sejauh ini langkah kami kenapa anda meminta Helena dan saya berhenti? Ini adalah keadilan yang begitu di perjuangkan oleh Helena untuk cucu anda bukan?"
Bersambung.