
"Selamat, Nona Helena. Kasus putri mu sudah terpecahkan, dan seminggu ini kerja kerasku benar-benar terbayarkan. Ah, maksudnya kerja keras kita untuk mendapatkan keadilan untuk putrimu mendapatkan akhir yang membahagiakan." Ucap Pengacara Jhon membuat Helena yang kini duduk bersebrangan meja dengannya hanya terdiam dengan segala pemikirannya. Helena tidak menunjukan ekspresi apapun, dia hanya membatin jika memang benar semua yang di katakan Martin terjadi.
"Pelakunya ternyata adalah seorang pria mabuk, dia bekerja sebagai sopir taksi. Dia sudah mengakui apa yang dia lakukan, jadi Nona Helena bisa menemui dia di kantor polisi."
Helena masih terdiam, sebenarnya dia juga melihat beritanya pagi tadi. Seorang pria mabuk yang menabrak Velerie hingga tewas telah di tangkap, dan sudah di tahan di kantor polisi untuk di interogasi dan lainnya entah apa itu. Menggelikan! Padahal jelas-jelas semua bukti tak satupun ada karena sengaja di lenyapkan, lalu saksi juga menghilang entah kemana. Ini benar-benar sangat aneh, dan menjijikan persis seperti yang di katakan Martin.
"Nona Helena, sore nanti saya akan mengklarifikasi kejadian ini untuk meredakan media. Selama ini Nona Helena memilih diam dan tidak memberikan keterangan apapun, jadi kalau Nona Helena juga masih merasa tidak nyaman, saya akan pergi untuk memenuhi undangan wawancara seorang diri."
Helena tersenyum miring, dia menatap pengacara Jhon dengan segala pemikirannya. Wah, benar-benar pengacara yang sangat licik dan mementingkan dirinya sendiri. Helena tahu dan paham benar tidak akan mudah mendapatkan pelaku yang sebenarnya, tapi bukan berati dia akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada. Entah mengapa keberadaan Martin seperti membuatnya merasa tenang, dan kuat seolah dia mampu menghadapi apapun selama dia yakin dan tak kenal perasaan menyerah.
"Seperti yang di ucapkan pengacara Jhon, aku sudah cukup lama berdiam diri tak menanggapi banyaknya pertanyaan masyarakat. Sekarang aku ingin melakukannya, aku ingin menjawab pertanyaan masyarakat yang begitu ingin mendengar langsung dariku." Helena mengakhiri ucapannya dengan senyum untuk menutupi segala yang dia pikirkan. Pengacara Jhon juga tak bisa melarang karena jika dia melakukan itu, dia pasti akan di curigai. Tapi minat bagaimana Helena dia dan tak memberontak, mengajukan pertanyaan, sepertinya Helena memang terlihat bodoh dan mudah untuk di tipu dengan kalimat yang diucapkan.
"Tentu saja boleh, kenapa tidak? Tapi,"
Helena tersenyum tipis, tapi? Persis sekali dengan ala yang di katakan oleh Martin. Pria itu, pengacara Jhon yang sok baik dan menjijikan itu pasti akan mengajukan persyaratan, mengatur Helena bagaimana dia akan menjawab dan bersikap sesuai dengan apa yang di inginkan oleh pengacara Jhon.
__ADS_1
" Nona Helena harus meminta pendapat saya sebelum menjawab pertanyaan dari wartawan, karena kalau sampai anda sala menjawab itu bisa membuat tersangka yang sudah membunuh putri anda mendapatkan keringanan atau bahkan terbebas dari hukuman yang seharusnya dia dapatkan." Helena tersenyum meski hatinya begitu bergerundel marah. Pengacara Jhon berucap dengan santai tapi terlihat begitu meyakinkan membuat Helena bergeleng heran di dalam hati merasa begitu salut dengan kehebatan pengacara Jhon dalam berakting.
"Jadi, tolong beritahu bagaimana aku harus menjawab pertanyaan jika aku di ajukan pertanyaan nanti, pengacara Jhon?"
Pengacara Jhon menceritakan banyak hal, mengatur Helena untuk bagaimana menjawab dan bagiamana menjelaskan kronologinya, dan parahnya adalah, Pengacara Jhon meminta Helena untuk mengubah kronologi kecelakaan itu, dan tujuannya adalah untuk memberatkan tersangka yang sudah di tangkap, dan menguntungkan bagi pengacara Jhon tentunya.
Mungkin memang yang ada di otak pengacara Jhon adalah, Helena yang bodoh dan juga Martin yang tidak berdaya, bodoh karena statusnya dan juga posisinya yang cukup rendah. Tidak masalah, cara berpikir Pengacara Jhon yang seperti itu tentu saja akan menguntungkan untuk Helena dan juga Martin.
"Baiklah, aku mengerti." Ucap Helena setelah pengacara Jhon menjelaskan segalanya.
Sore harinya.
"Polisi benar-benar membantu kami dalam mendalami kasus, menyelidiki, dan rencananya lusa sidang pertama akan di gelar." Ucap pengacara Jhon dengan penuh percaya diri. Ini sudah banyak sekali pertanyaan dari wartawan yang semuanya di jawab oleh pengacara Jhon sendiri. Helena, dia sebenarnya sudah banyak sekali menerima pertanyaan, tapi pengacara Jhon sama sekali tak memberikan kesempatan untuk Helena menjawab. Tidak masalah, karena wartawan pasti juga tidak akan puas kalau Helena tidak bicara, jadi Helena hanya menunggu waktu saja kapan dia akan memiliki kesempatan untuk bicara sesuai keinginan wartawan.
"Bagaimana tanggapan anda tentang Pengacara Martin yang sebelumnya mendampingi Nona Helena? Dia tidak terlihat ada sampai sekarang, dan Masyarakat jadi mempertanyakan kualitas beliau."
__ADS_1
Pengacara Jhon menghela nafas, tersenyum seolah senyum itu begitu di paksakan membuat para wartawan berpikir kalau pengacara Martin pasti sudah sangat mengecewakan hingga pengacara Jhon menggantikan dirinya.
"Dia agak kesulitan, jadi aku hanya membantu saja. Bagaimanapun pengacara Martin juga sudah berkontribusi, dia layak mendapatkan apresiasi juga."
Helena tersenyum tipis, betapa tidak malunya orang di sebelahnya itu, tapi tunggulah, semua kesenangan ini tidak akan berlangsung lama.
Pertanyaan demi pertanyaan kembali di jawab oleh pengacara Jhon dengan sangat cepat, dan juga terlihat begitu meyakinkan. Semua reporter dan wartawan yang berada di sana juga terlihat percaya dengan apa yang di katakan pengacara Jhon. Hingga rerlontarlah satu ucapan dari seorang wartawan yang menanyakan bagaimana pendapat Helena tentang peristiwa sedih yang dia alami.
" Bisakah anda menjawab pertanyaan ini sendiri? Sejak tadi semua di wakilkan oleh pengacara Jhon, kami benar-benar ingin mendengar secara langsung pendapat anda, Nona Helena."
Helena tersenyum tipis, iya tentu saja dia akan mendengar ucapan ini.
Pengacara Jhon menatap Helena, dia seolah memperingati Helena untuk mengatakan apa yah sudah mereka bahas. Tapi melihat Helena yang tidak melihat ke arahnya membuat Pengacara Jhon mengeryitkan dahinya meski itu terjadi hanya beberapa detik saja.
"Entahlah, aku ingin merasa bersyukur karena pelakunya tertangkap. Tapi peristiwa ini membuatku kehilangan banyak energi untuk menangis. Aku berterimakasih sekali kepada pengacara Jhon yang mendampingi ku hingga sekarang. Kalau boleh aku juga ingin mengatakan satu hal kepada saksi yang melihat kejadian hari itu, aku benar-benar penasaran kenapa anda menghilang begitu saja? Nomor telepon anda juga sudah tidak bisa lagi di hubungi. Aku harap anda segera datang untuk bersaksi agar pelaku semakin tak bisa meloloskan diri dari hukuman, dan di berikan hukuman seberat-beratnya."
__ADS_1
"Saksi? Jadi ada saksi, tapi saksi menghilang begitu saja?" Tanya salah satu wartawan yang akhirnya membuat semua wartawan menjadi saling bertanya dan menatap bingung. Sejauh ini pengacara Jhon tidak menyebutkan saksi yang di maksud Helena, dia sudah menyiapkan satu saksi yang di akui sudah siap memberikan saksi di persidangan lagi. Helena mengungkit adanya saksi lain, jelas ini akan membuat media kembali heboh, bisa jadi lebih heboh dari sebelumnya.
Bersambung.